YESUS YANG TIADA TARANYA

Referensi Kotbah 14 Februari 2021

Markus 9:2-13

Fokus bagian ini adalah bagaimana Yesus memperkenalkan diri dan misi-Nya, dan bagaimana Allah memperkenalkan Yesus sebagai Anak-Nya dengan memuliakan Dia di atas gunung.  Dimulai dari pengakuan Petrus kepada Yesus: “Engkau adalah Mesias!” Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia (Mrk. 8:29-30), setelah itu mulailah Yesus mengajar dan memberitahukan tentang penderitaan pertama diri-Nya.

Dalam nas yang kita baca, Injil Markus mencatat Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes untuk bersama-sama naik ke gunung. Di atas gununglah Yesus berubah rupa di depan mata mereka, pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat, nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa dan keduanya berbicara kepada Yesus. Melihat peristiwa itu Petrus merasa bahagia dan takut sehingga mereka mau mendirikan kemah satu untuk Yesus, satu untuk Musa dan satu untuk Elia. Lalu datanglah awan menauingi mereka dan ada suara berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” Setelah itu tinggal Yesus seorang diri dan Yesus berpesan supaya jangan menceritakan apa yang mereka alami kepada siapa pun sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.

Melalui peristiwa Yesus mengalami perubahan rupa yang perlu kita renungkan adalah:

  1. Kemuliaan Kristus dinyatakan. Petrus, Yakobus dan Yohanes menjadi saksi mata bagaimana Yesus dimuliakan dan ini bukti bahwa Yesus benar-benar Allah. Suara yang sama terdengar ketika Yesus dibaptis oleh Yohanes untuk menyatakan kemuliaan Anak-Nya (Mrk. 1:11).
  2. Yesus lambang pembaharu umat. Ketiga murid melihat datangnya Elia dan Musa bersama Yesus. Musa adalah pemimpin Israel yang membawa umat Allah keluar dari perbudakan di Mesir (Kel. 3:14) dan menerima sepuluh perintah Tuhan di gunung Sinai (Kel. 19). Sedangkan, Elia adalah seorang nabi yang gigih memperjuangkan kesetiaan orang Israel pada Allah (1Raj. 21:17-19). Jadi, kedua tokoh ini mewakili dua bagian utama Perjanjian Lama yaitu kitab Taurat dan kitab para Nabi. Dua tokoh ini dipanggil Allah untuk menyerukan kebenaran Allah agar umat-Nya membaharui hidup mereka sesuai dengan kehendak-Nya. Hal inilah yang kemudian digenapi secara sempurna melalui Pribadi Yesus terhadap para murid-Nya. Terlebih peristiwa-peristiwa di depan yang akan Yesus lalui membawa pembaharuan kepada umat, yaitu pengorbanan-Nya di atas kayu salib.

Marilah kita sungguh-sungguh mengenal kuasa Yesus lewat berbagai peristiwa kehidupan karena kuasa-Nya tidak bisa ditandingi dengan apa pun. Bagian firman ini membuktikan bahwa kuasa Yesus tiada taranya, tidak dapat ditandingi oleh ilah manapun. Jangan ragukan kuasa-Nya atas hidup kita. Marilah sebelum memasuki Minggu Pra-Paskah kita memuliakan-Nya dan terus memperbaharui hidup ke arah Kristus. Walaupun dalam pergumulan dan tantangan yang ada, jangan sampai kita meninggalkan-Nya. Kesusahan di dunia akan selalu ada, tetapi kuasa Kristus Yesus dapat kita beritakan kepada orang-orang yang belum percaya. 

~ Pdt. Andri Wahyudi ~