YANG TAK MUNGKIN IA JADIKAN MUNGKIN

Referensi Kotbah 09 Agustus 2020

Keluaran 17: 8 – 16

Bulan Agustus adalah bulan yang khusus bagi bangsa Indonesia, sebab proklamasi kemerdekaan dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945. Bagi konteks pelayanan Gereja Kistus, bulan Agustus juga dikenal sebagai bulan Budaya, sehingga pelayanan ibadah Minggu diwarnai dengan berbagai budaya yang ada di negeri ini. 

Firman Tuhan dalam perikop ini mengisahkan dua bangsa yang berbeda budaya yang sangat mempengaruhi pola kehidupan mereka. Kita akan merenungkan dua pokok penting dalam kaitan dengan tema: Yang Tak Mungkin Ia Jadikan Mungkin.

  1. Apa dan mengapa sehingga dikatakan “tak mungkin”?
    1. Amalek adalah sebuah bangsa yang sangat berat, yang dalam konteks umat Tuhan pada waktu itu tidaklah mungkin dikalahkan, sebab:
      • Amalek adalah bangsa yang ahli dalam hal perang. Pengalaman memberi mereka pengetahuan yang cukup, seperti menunggang kuda atau unta, menggunakan panah, lembing atau pedang untuk bertempur.
      • Wilayah medan perang kali ini adalah daerah yang sangat dikuasai oleh Amalek karena tempat pengembaraan mereka (ay. 8)
    2. Bagaimana dengan Israel, pada waktu perjalanan di Padang Gurun?
      • Israel tidak berpengalaman dalam perang, sebab mereka baru keluar dari Mesir.
      • Israel tidak terlatih berperang, sebab mereka lama menjadi budak di Mesir.
      • Israel tidak menguasai medan perang yang asing. Ditambah lagi mereka terdiri dari segala lapisan usia masyarakat, sehingga sangat memberatkan dalam sebuah pertempuran.

Dari hal-hal di atas, kita dapat pastikan Israel akan K.O. dalam peperangan ini. 

Bukankah kita sebagai jemaat Tuhan juga sering kali menghadapi situasi demikian? Sewaktu-waktu kita diperhadapkan dengan situasi dan kondisi yang sangat sulit dihadapi, oleh karena segala keterbatasan baik dari segi pengalaman, pengetahuan atau keahlian dan juga penguasaan permasalahan yang dihadapi. Situasi dan kondisi yang menjadikan segala sesuatu tidak mungkin untuk menang.

  1. Bagaimana menghadapi masalah sehingga yang tidak mungkin menjadi mungkin?

Firman Tuhan hari ini mengajarkan beberapa prinsip penting dalam menghadapi masalah kehidupan, bahkan yang sangat berat sekalipun:

  1. Tidak menghindar dari masalah, melainkan sedia menghadapinya (ay. 8-9)
  2. Ada kepemimpinan yang beriman dan peka pada pertolongan TUHAN, sehingga dimampukan untuk mendorong orang lain untuk menghadapinya pula (ay. 9)
  3. Ada kerja sama, dukungan, serta kebersamaan di antara anak-anak TUHAN dalam menghadapi pergumulan (ay. 10, 12)
  4. Paling utama karena ada TUHAN yang menyertai umat-Nya (ay. 15-16)

Pada akhir peperangan, Musa mendirikan mezbah dan menamainya, “TUHANlah panji-panjiku!”  Musa sadar bahwa kemenangan bangsa Israel atas Amalek bukan karena kuat gagah mereka, melainkan karena ada campur tangan TUHAN yang berperang bagi mereka. Demikian halnya dengan kita. Masalah kehidupan pasti akan diperhadapkan kepada umat Tuhan, tetapi satu hal yang kita tahu pasti; TUHAN dapat menjadikan yang tidak mungkin menjadi mungkin bagi kita yang terbatas. TUHAN pasti berperang bagi kita yang beriman pada-Nya. Maukah kita percaya dan mengandalkan Dia? Kiranya Tuhan memberkati!

~Pdt. Dennie Olden Frans~