TUGAS YANG BELUM SELESAI

Kisah Para Rasul 2

Hari ini kita memperingati hari Pentakosta, hari turunnya Roh Kudus, hari dimana Tuhan menggenapi janji-Nya kepada setiap orang percaya. Peristiwa pencurahan Roh Kudus atas orang percaya berkaitan dengan misi Allah yang akan dilanjutkan oleh murid-murid-Nya, bahkan semua orang percaya di seluruh dunia, yaitu menjadikan semua bangsa percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Misi penyelamatan sudah Yesus selesaikan di atas kayu salib, kutuk dosa telah dikalahkan dan setiap kita yang percaya sudah diselamatkan. Namun tidak berhenti di sini saja, misi untuk memberitakan kuasa kebangkitan Yesus Kristus, serta kabar tentang Tuhan Yesus yang mengampuni dosa, harus terus diberitakan kepada semua orang yang belum percaya dan mengenal Dia. Peristiwa Pentakosta memberikan beberapa hal yang penting untuk kita renungkan bersama.

  1. Tugas misi belum selesai

Sebelum naik ke surga Yesus memberikan amanat Agung kepada setiap orang percaya yaitu “jadikanlah  semua bangsa murid-Ku” (Mat. 28:19-20) dan dalam Kisah Para Rasul 1:8, “tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Dasar firman Tuhan ini menjadi tugas dan panggilan para murid dan juga setiap kita yang percaya untuk memberitakan Injil keselamatan sampai ke ujung bumi dan memuridkan orang lain, sehingga mereka memiliki pengenalan yang baik akan Tuhan. Gereja dan setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi saksi Kristus. Banyak orang dan suku-suku bangsa yang belum pernah mendengar tentang Yesus dan Injil-Nya. Kiranya setiap kita yang percaya sungguh-sungguh mau melanjutkan apa yang menjadi isi hati Tuhan, yaitu semua orang datang dan percaya kepada-Nya.

  1. Roh Kudus memampukan orang percaya dalam memberitakan Injil

Dalam peristiwa Pentakosta terjadi suatu perubahan yang sangat besar dalam diri para murid. Dalam hal ini Petrus (ay. 14-22) menjadi pribadi yang lebih bersemangat untuk menceritakan perbuatan Allah yang besar. Kendatipun banyak tantangan yang mereka hadapi, mereka tidak mundur. Justru dalam tantangan dan kesulitan, kita melihat Roh Kudus sungguh menyertai orang-orang percaya dalam pemberitaan Injil. Ada kuasa yang sangat luar biasa dalam khotbah murid-murid, sehingga banyak orang yang menjadi percaya. Roh Kudus sungguh memberi kuasa menjadikan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. Roh Kudus menggerakkan murid-murid menjadi saksi bagi bangsa-bangsa. Berbagai bangsa dapat mendengar tentang Allah dengan bahasanya masing-masing.

Melalui kebenaran firman Tuhan ini, kita belajar bahwa ciri utama orang yang hidupnya dipenuhi Roh Kudus adalah memiliki kerinduan atau hasrat untuk bersaksi tentang Tuhan Yesus. Kiranya setiap kita pun senantiasa rindu untuk membagikan kabar keselamatan itu kepada setiap orang dan percayalah Roh Kudus memampukan setiap kita. Roh Kudus memimpin kita untuk menjadi saksi-Nya dalam kehidupan sehari-hari, melalui perbuatan kasih, kebaikan hati kita, telinga yang mau mendengar keluh kesah orang lain, dan melalui teladan hidup kita. Kiranya Tuhan memberkati kita dengan firman-Nya. Amin.

~ Pnt.K. Susi Sihaloho ~