TUHANLAH PEMELIHARA KITA

Referensi Kotbah 15 November 2020

1 Raja Raja 17:1-24

Peristiwa dalam perikop ini bermula dari umat yang telah meninggalkan Allah yang benar.  Raja Ahab lebih mendengar nasihat istrinya, Izebel, dibanding nasihat Allah melalui nabi Elia.  Dosa bangsa yang telah berlarut-larut inilah yang menjadi dasar nabi Elia menyuarakan kebenaran, sekaligus hukuman Allah.

Nabi Elia menyampaikan hukuman Allah bagi umat Israel dengan ketiadaan embun atau hujan (ay. 1), dan menyebabkan kekeringan dan kelaparan selama tiga tahun berturut-turut (lih. 18:1).  Meskipun begitu, Allah tetap memelihara hamba-Nya.  Elia tetap diperhatikan Allah secara natural dan supernatural.  Secara natural, Elia dipelihara lewat sungai Kerit (ay. 3, 5).  Secara supernatural, Elia juga mendapat roti dan daging dari burung-burung gagak yang Allah perintahkan (ay. 4, 6).  Secara natural, Elia dipelihara Allah lewat kehadiran janda Sarfat yang menyediakan minum dan makan (ay. 9).  Secara supernatural, Allah memelihara nabi-Nya dan keluarga janda dengan mukjizat tepung dan minyak yang tidak habis (ay. 14), sekaligus mukjizat kehidupan kembali anak janda tersebut (ay. 21-23).

Peristiwa ini sungguh ironi.  Janda di Sarfat yang tidak mengenal Allah justru memperlihatkan iman yang tidak ada dalam kehidupan umat Tuhan.  Israel yang adalah umat pilihan Allah mendapat hukuman, namun keluarga janda ini dipelihara lewat nabi-Nya.  Ironi juga, Tuhan memelihara janda lewat nabi-Nya, sekaligus memelihara Elia melalui janda tersebut.  Dengan kata lain, firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa Allah dapat menggunakan apa saja untuk memelihara semua orang, baik umat ataupun tidak, yang mau berbalik dan percaya kepada-Nya.  Kuasa pemeliharaan Allah tidak dapat dibendung oleh keadaan sesulit apapun, asalkan kita bersedia menaruh harap dan percaya kita kepada-Nya.  Akhirnya, mari jemaat bertahan dalam kesulitan dan pencobaan yang sedang dialami, sambil senantiasa berdoa.  Tuhan Yesus memelihara kehidupan kita.  Amin.

~ Pdt. Slamet Triwahono ~