Melayani Sang Raja

Referensi Kotbah 22 November 2020

Matius 25:31-46

Dalam pengajaran-Nya tentang penghakiman terakhir, Tuhan Yesus menceritakan sebuah kisah tentang kedatangan dan penghakiman yang dilakukan oleh seorang raja. Kebenaran yang sedang menunjuk kepada apa yang akan terjadi pada waktu Tuhan Yesus datang kedua kalinya. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  1. Siapakah yang sesungguhnya melayani Sang Raja?

Alkitab dengan terang menuliskan bahwa yang telah melayani sang raja adalah mereka yang dikelompokkan sebagai domba, yaitu orang-orang benar (ay. 27). Lebih lanjut, ayat 27 memakai kata dikaiou, yang menjelaskan bahwa orang benar, yang dikisahkan sebagai domba, adalah kelompok orang yang telah menerima pembenaran karena kasih, dan mereka melakukan perbuatan baik. Selain itu, istilah orang benar dan domba juga adalah istilah yang dipakai Alkitab untuk merujuk kepada mereka yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Pertanyaan penting ialah apakah kita termasuk orang-orang yang telah dibenarkan oleh darah Anak Domba Allah yang tercurah di kayu salib dan telah melayani Sang Raja?

  1. Hal yang dilakukan untuk melayani Sang Raja

Orang-orang benar yang menerima kerajaan kekal adalah orang-orang yang melakukan perbuatan baik. Pertanyaannya ialah apakah perbuatan baik itu yang menyelamatkan? Jawabannya pasti tidak, sebab kita diselamatkan karena kasih karunia Tuhan (Ef. 2:4-10). Perbuatan baik adalah refleksi dari kehidupan orang-orang yang telah menerima keselamatan dan hasil nyata dari buah Roh Kudus.  Demikian pula dengan perintah Sang Raja (Mat. 22:34-40) untuk mereka juga mengasihi Tuhan dan sesama. Kalau begitu, mari warga jemaat menjadi orang-orang yang melakukan perbuatan baik kepada sesama manusia melalui ketaatan pada pimpinan Roh Kudus.

  1. Kapan waktunya melayani Sang Raja?

Memperhatikan apa yang dikatakan Tuhan Yesus dalam cerita ini, nampak sangat penting hal yang berkaitan dengan waktu. Secara kronologi (chronos), waktu terdiri dari masa lampau, yang kini berjalan dan yang akan datang. Pertanyaannya ialah kapan kita melakukan perbuatan baik sebagai bagian dari melayani Sang Raja sekaligus sebagai ungkapan kasih kepada Sang Raja dan sesama? Jawabannya adalah ”sekarang,” yaitu waktu kita telah diselamatkan oleh Kristus.  Lebih dari itu, mari kita terus melayani dalam setiap kesempatan yang ada (kairos).

Kehidupan yang paling baik adalah dijalani dengan kasih.
Kasih yang paling baik adalah diekspresikan dengan perbuatan.
Dan perbuatan yang terbaik untuk mengasihi adalah dilakukan sekarang.

~ Pdt. Dennie Olden Frans ~