Reach out to Jesus (Sambutlah Yesus)

Referensi Kotbah 04 Oktober 2020

Matius 21:33-46

Cara yang sering dipakai Yesus dalam menyampaikan pengajaran-Nya adalah perumpamaan, seperti Matius 21:33-46. Lalu apa pesan sesungguhnya yang disampaikan Yesus melalui perumpamaan ini?

Pertama, keselamatan di dalam Kristus adalah anugerah Allah yang patut diberitakan, bukan hanya bagi para elit agama tetapi juga bagi kaum yang terpinggirkan, sekalipun ada risiko yang harus dihadapi. Dalam perumpamaan Yesus ini jelas disebutkan bahwa Allah sebagai tuan tanah mengutus para nabi-Nya, bahkan Anak-Nya sendiri. Mereka dengan taat menjalaninya walau aniaya dan kematian harus dialami untuk menyampaikan kehendak-Nya kepada para imam kepala dan orang-orang Farisi sebagai penggarap kebun anggur (umat Israel). Tapi bukan hanya bagi mereka, karena Yohanes Pembaptis pun dipanggil untuk memberitakan jalan kebenaran bagi para pemungut cukai dan para perempuan sundal (ay. 32). Karena itu, biarlah kita, sebagai hamba-hamba-Nya dan orang-orang percaya, sungguh taat dan siap bayar harga untuk memberitakan jalan keselamatan dalam Kristus kepada setiap orang dengan tanpa membeda-bedakan siapa mereka.

Kedua, anugerah Allah menuntut respons yang benar dari setiap orang yang mendengar kabar baik tentang keselamatan di dalam Kristus. Dalam perikop ini, Yesus menekankan bahwa respons yang diinginkan-Nya bukan seperti yang ditunjukkan oleh para penggarap maupun seperti anak sulung yang memberi kesan mau menaati kehendak Bapa tapi realitanya tidak. Melainkan seperti respons anak bungsu dan juga seperti para pemungut cukai dan para perempuan sundal, yang meskipun awalnya jelas-jelas menolak kehendak Allah namun kemudian sungguh menyesal dan bertobat.  Lalu, melakukan kehendak Allah dan percaya kepada Yesus yang adalah jalan, kebenaran dan hidup (Yoh. 14:6). Maka tunjukkanlah respons yang benar terhadap anugerah Allah agar kita beroleh keselamatan dalam Kristus.

Ketiga, menolak anugerah Allah akan berdampak serius. Bagi mereka yang menolak, Yesus menyatakan dalam ayat 41 bahwa Allah akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakan kepada penggarap-penggarap lain. Artinya, karena penolakan mereka atas anugerah Allah, maka mereka telah menjatuhkan vonis bagi diri mereka sendiri bahwa mereka tidak akan masuk dalam kerajaan Allah, tetapi ke dalam kebinasaan kekal. Sedangkan, kerajaan Allah akan diberikan kepada mereka yang dengan kesungguhan hati menyambut anugerah Allah dan hidup menghasilkan buah kerajaan itu. Mengapa demikian? Sebab Allah yang beranugerah adalah Hakim atas seluruh bumi. Jadi, selagi diberi kesempatan, biarlah kita segera memberi respons yang benar terhadap anugerah Allah. Menyesali dosa, bertobat serta menyambut Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita. Jangan sampai kita menolak anugerah Allah, karena kita pasti akan diremukkan!

Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.

~ Pdt. Widianto Yong ~