RAHASIA KERAJAAN ALLAH

Referensi Kotbah 12 Juli 2020

Matius 13:1-13

Di tengah keadaan sulit yang kita sedang hadapi bersama, bagaimana Firman Tuhan bertumbuh dan berbuah di dalam hidup kita?

Ketika Tuhan Yesus mengajar orang banyak di tempat terbuka, di tepi danau, diperkirakan pendengarnya adalah orang-orang biasa, bukan ahli-ahli Taurat atau orang-orang Farisi yang hanya mau mendengar khotbah Tuhan Yesus di rumah-rumah ibadat. Oleh sebab itu Tuhan Yesus mengajar orang banyak itu dengan menggunakan perumpamaan, supaya mempermudah mereka untuk mengerti apa yang Tuhan Yesus sampaikan tentang Kerajaan Allah. Beda dengan para murid yang senantiasa bersama-sama dengan Tuhan Yesus yang lebih mengerti tentang rahasia Kerajaan Allah. 

Tuhan Yesus melukiskan apa yang sering dilihat oleh orang-orang Yahudi tentang penabur yang menabur benih gandum di ladang, yaitu dengan menggenggam biji gandum kemudian ditebarkan di ladang yang tanahnya sudah dibajak terlebih dahulu. Waktu menebarkan benih gandum ada beberapa kemungkinan, ada benih yang jatuh di pinggir jalan, di tanah berbatu dan tanah yang sudah disiapkan dengan baik. Gambaran inilah Tuhan Yesus pakai dalam mengajar orang banyak dan para murid.

Benih yang ditaburkan berarti “firman tentang Kerajaan Allah.” Penaburnya adalah Tuhan Yesus sendiri. Tanah di mana benih itu ditabur menggambarkan hati anak-anak manusia yang berbeda-beda mutunya sehingga hasilnya pun akan berbeda. Sifat dari keempat jenis tanah itu adalah:

  1. Tanah di pinggir jalan.

Benih yang jatuh di pinggir jalan tidak bisa masuk ke dalam tanah karena tanah itu keras dan kering, sehingga benih itu dimakan oleh burung. Ini menggambarkan orang yang mendengarkan firman tetapi tidak mengerti firman itu karena mereka masa bodoh dan tidak mau menyimpannya dalam hati, sehingga diambil oleh Iblis dan tidak akan pernah bertumbuh (bnd. Luk. 8:12).

  1. Tanah yang berbatu-batu

Tanah ini menggambarkan mereka yang menerima pesan firman dengan baik, tetapi tidak bertahan lama karena tidak berakar. Ketika pencobaan, penindasan, penganiayaan datang mereka akan murtad.

  1. Tanah yang bersemak duri

Tanah ini menggambarkan mereka yang mendengar firman, namun kekhawatiran dunia menjerat, menyusahkan dan melukai mereka; kekayaan dan kenyamanan dunia juga menghambat mereka untuk mendapatkan keuntungan firman Tuhan. Kedua hal ini mengganggu dan memakan habis semangat jiwa yang seharusnya dikerahkan pada perkara-perkara Ilahi.

  1. Tanah yang baik

Tanah ini menggambarkan orang yang mendengar firman, mengerti serta melakukan firman itu sehingga hidupnya berbuah. Sebagai orang Kristen hasil buahnya pun bisa berbeda.

Dari keempat tanah itu, yang manakah yang menggambarkan kondisi hati kita? Tuhan mau supaya kita memiliki tanah hati yang baik. Inilah rahasia Kerajaan Allah, di dalam anugerah-Nya kita dimampukan untuk mengerti dan menghidupi firman-Nya, sehingga kita akan siap menghadapi berbagai macam tantangan bahkan berbuah. Marilah kita mengarahkan tujuan kita kepada Allah sambil memaksimalkan apa yang Allah percayakan agar terus dapat berbuah banyak dalam pekerjaan Tuhan. Amin.

~ Pdt. Em. Puspa Noviana ~