PERCAYA DAN TAAT

2 Raja-Raja 4:42-44

Pada zaman Raja-Raja, di kerajaan Israel Utara tidak ada bait Allah resmi yang diperuntukkan untuk beribadah dan tidak ada tempat bagi mereka untuk membawa persepuluhan dan persembahan lainnya. Oleh sebab itu banyak orang pergi ke wilayah Kerajaan Yehuda, dan mereka membawa antara lain persembahan sulung hasil panen, tepung terbaik, dan ada juga yang dalam bentuk roti. Semua itu mereka lakukan karena menolak menyembah Anak Lembu Emas yang ada di Dan dan Bethel di wilayah kerajaan Israel Utara.

Pada saat itu ada seseorang dari Baal-Salisa datang dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong.

Lalu berkatalah Elisa: “Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan.”

Tetapi Gehazi, pelayannya bertanya: “Bagaimana aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?” Jawabnya: Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan, sebab beginilah firman TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya.”

Lalu dihidangkannyalah di depan mereka, maka makanlah mereka dan ada sisanya, sesuai dengan firman TUHAN. Hal paralel ini juga terjadi saat Tuhan Yesus memberi makan empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. Sisanya tujuh bakul penuh. (Matius 15:32-39).

Orang dari kerajaan Israel Utara menolak penyembahan berhala di tempat tinggalnya, dan datang membawa persembahan ke Yehuda adalah suatu tindakan iman percaya dan taat kepada TUHAN. Demikian juga ketika abdi Allah, Elisa oleh firman TUHAN menyuruh untuk memberikan dua puluh roti kepada seratus orang yang tidak mempunyai makanan, meskipun nampak mustahil dapat memenuhi kebutuhan seratus orang tersebut, namun ketika roti-roti itu dihidangkan dan dimakan mereka, ternyata ada sisanya. Dengan demikian kita belajar bahwa melakukan perintah TUHAN itu tidak tergantung dari situasi atau kondisi, melainkan pada percaya dan taat sepenuhnya terhadap apa yang Tuhan perintahkan.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, situasi dan kondisi tentu sangat tidak kondusif, banyak yang sakit, bahkan ada keluarga yang meninggal, usaha, pekerjaan, studi yang tidak bisa berjalan dengan baik, dan lain sebagainya. Namun kita belajar untuk percaya dan taat sepenuhnya kepada Tuhan.  Lagu pujian dalam NR 199 senantiasa mengingatkan kita.

Percaya dan Taat (NR199)
Bila ku berjalan bersama Tuhanku,
dalam terang cahya Firman-Mu.
Bila aku taat pasti Tuhan dekat,
Pada yang percaya dan taat.

Tiada lagi beban tiada lagi duka.
Semuanya diganti Tuhan.
Tiada lagi susah tiada derita,
Jika ku percaya dan taat.

Ref.
Percayalah dan taat pada-Nya.
Tiada jalan lain, percaya dan taat.

Dibuat oleh: Pdt. Martin Elvis