PENGHARAPAN DI TENGAH PERGUMULAN HIDUP

Referensi Kotbah 13 Desember 2020

Mazmur 126

Mazmur 126 mengisahkan bangsa Israel yang keluar dari perbudakan Babel dan kembali ke Tanah Perjanjian. Pergumulan dan penderitaan panjang selama 70 tahun akhirnya selesai, bak mimpi yang menjadi kenyataan (ay. 1). Hal inilah yang hendak mereka ingat dan nyanyikan dalam setiap ziarah ke Yerusalem, yaitu adanya pengharapan di tengah penderitaan.

Tidak heran pemazmur menggambarkan suasana sukacita bangsa dengan “mulut kita penuh dengan tertawa dan lidah kita bersorak-sorai, sebab TUHAN akan melakukan perkara-perkara yang besar pada kita” (ay. 2-3). Oleh karena TUHAN yang berperkara memulihkan, maka sukacita itu meluap-luap. Demikian hendaknya kita senantiasa mengingat segala perkara ajaib yang Allah lakukan bagi kita. Kita selalu memiliki kehidupan baru dan pengharapan akan masa depan karena TUHAN beserta kita.

Akan tetapi, kepulangan Israel ke Tanah Perjanjian mengisahkan penderitaan yang lain. Kondisi rumah yang berantakan hingga bait Allah yang hancur sungguh mengeringkan hati mereka bak batang air kering di Tanah Negeb (ay. 4). Karena itu, Israel kembali menguatkan iman mereka bahwa orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan sorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya (ay. 5-6). Itu berarti TUHAN adalah Allah yang berlimpah kasih dan setia-Nya. Ia tak pernah meninggalkan umat-Nya. Dengan begitu, mari jemaat arahkan hati dan pandanganmu kepada Allah. Di tengah pergumulan, percayalah TUHAN yang Maha Kasih, Maha Kuasa dan Maha Adil memperhatikan, membebaskan, memulihkan, dan melakukan perkara yang besar pada kita. Haleluya!

~Pdt. Martin Elvis~