KASIH DAN KEBAIKAN TUHAN BAGI SETIAP ORANG

Referensi Kotbah 16 Agustus 2020

MAZMUR 67

Mazmur 67 seringkali dikenal sebagai mazmur misionaris dan digunakan sebagai salah satu mazmur pujian yang dinyanyikan oleh bangsa Israel di Bait Allah, Yerusalem. Nyanyian ini merupakan ucapan doksologi pada hari Raya Pentakosta ketika umat merayakan panen (7). Kecukupan yang Tuhan berikan kepada bangsa Israel inilah yang membuat pemazmur bersyukur kepada Tuhan dan pemazmur berharap hal ini didengar pula oleh bangsa-bangsa lain. Read more

YANG TAK MUNGKIN IA JADIKAN MUNGKIN

Referensi Kotbah 09 Agustus 2020

Keluaran 17: 8 – 16

Bulan Agustus adalah bulan yang khusus bagi bangsa Indonesia, sebab proklamasi kemerdekaan dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945. Bagi konteks pelayanan Gereja Kistus, bulan Agustus juga dikenal sebagai bulan Budaya, sehingga pelayanan ibadah Minggu diwarnai dengan berbagai budaya yang ada di negeri ini. 

Firman Tuhan dalam perikop ini mengisahkan dua bangsa yang berbeda budaya yang sangat mempengaruhi pola kehidupan mereka. Kita akan merenungkan dua pokok penting dalam kaitan dengan tema: Yang Tak Mungkin Ia Jadikan Mungkin. Read more

MULUTMU HARIMAUMU

Referensi Kotbah 02 Agustus 2020

Amsal 12: 13-19

Mulutmu Harimaumu adalah sebuah ungkapan yang sangat akrab bagi kita. ungkapan ini mau mengingatkan bahwa segala perkataan yang kita keluarkan apabila tidak dipikirkan dahulu akan dapat merugikan diri kita  sendiri. Tentu kita masih ingat dengan kasus yang menimpa seorang wanita berusia 44 tahun, ibu Meiliana, di Tanjung Balai Medan, yang harus menjalani proses hukum dan ditetapkan sebagai tersangka karena kalimat yang diucapkan dan dianggap sebagai penodaan agama. Sekalipun dia tidak bermaksud demikian tetapi ucapan yang dilontarkannya menuai rekasi yang pada akhirnya mencebloskan dirinya ke dalam penjara. Read more

HIDUP SEBAGAI ORANG BERHIKMAT

Referensi Kotbah 26 Juli 2020

I Raj. 3: 1-15

Nas hari ini menceritakan tentang Salomo yang tetap menunjukkan kasihnya kepada Tuhan dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya.  Pada suatu hari ia pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban dan di sanalah Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam.  Dalam mimpi itu berfirmanlah Allah, “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu” (ay. 5).

Salomo tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhnya tetapi hikmat dan pengertian.  “Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat” (ay. 9).  Adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal demikian.  Maka Tuhan mengabulkan doa Salomo, diberikan hati yang penuh hikmat dan pengertian (ay. 12),  bahkan memberikan hal yang tidak diminta oleh Salomo yaitu kekayaan, kemuliaan sehingga tidak akan ada seorang pun seperti Salomo di antara raja-raja.  Read more

1 2 3 4 5