O, SING UNTO THE LORD

Referensi Kotbah 18 Oktober 2020

“Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan

yang daripada-Nya dari hari ke hari” Mazmur 96:2

Tidak peduli suara kita merdu atau tidak, bernyanyi sering kali menjadi cara untuk mengekspresikan perasaan gembira atau sedih. Lebih daripada itu, bernyanyi merupakan salah satu ciri dari hidup orang beriman, sebagai ungkapan hati dan perasaan, permohonan, kesaksian tentang kasih-Nya dan penyataan tekad kita untuk mengiring Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia.

Melalui Mazmur 96 ini, pemazmur menyampaikan beberapa hal penting tentang nyanyian, yaitu:

  1. BERNYANYI DENGAN NYANYIAN BARU, ay. 1.

Nyanyian baru yang dimaksud bukan tentang “nyanyian yang baru diciptakan” atau aransemen musik yang baru, melainkan kesungguhan hati kita yang terdalam. Nyanyian yang keluar sebagai bentuk kerinduan, kesadaran, pengakuan dan penghormatan kita kepada Tuhan. Jika ini benar-benar kita sadari dan lakukan, betapa indahnya kita akan mengalami lawatan dan perjumpaan dengan Tuhan dalam setiap pujian.
Tidak terasa sudah hampir 8 bulan kita tidak bisa beribadah ke gereja. Bersyukur kepada Tuhan, kita masih bisa kebaktian Minggu bersama walau secara online. Walaupun kita beribadah dari rumah masing-masing, jika nyanyian baru yang kita nyanyikan maka Firman ini akan kita alami. Pertanyaannya adalah apakah setiap pujian, kita nyanyikan dengan nyanyian baru?

  1. BERNYANYI MENGABARKAN KESELAMATAN DARI TUHAN, ay. 2.
    Kita bersyukur, seharusnya kita mendapatkan hukuman maut, tetapi oleh anugerah melalui iman kepada Tuhan Yesus kita memperoleh jaminan kepastian keselamatan (Ef 2:8-9). Jaminan keselamatan ini tidak hanya berbicara nanti setelah kita meninggal, tetapi berbicara dalam setiap detak jantung dan hembusan nafas kehidupan kita dalam pemeliharaan Tuhan. Yohanes 17:3, “Inilah hidup yang kekal itu … mengenal Engkau, satu-satunya Allah, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”
    Pertanyaannya adalah apakah keselamatan yang telah kita terima dan alami ini hanya kita nikmati sendiri atau sudah kita kabarkan kepada orang lain dari hari ke hari?
  2. BERNYANYI MENCERITAKAN KEBESARAN TUHAN, ay. 3-6.
    Jika kita melihat alam semesta, sungguh amat menakjubkan melihat ke Maha besaran TUHAN Sang Pencipta. Betapa kerdilnya kita ini, tetapi dijadikan biji mata Tuhan. Dan setiap kita pun mengalami secara pribadi kebesaran Tuhan. Sudah seharusnya kita menceritakan/menyaksikan perbuatan dan kebesaran Tuhan kepada orang lain, baik itu pengalaman tentang pertolongan Tuhan di saat pergumulan, kesetiaan Tuhan di saat kita terjatuh ataupun kesaksian lainnya. Sungguh ini adalah kesaksian yang menguatkan iman orang yang mendengar.
    Pertanyaannya adalah apakah kita menyadari bahwa benih kesaksian yang sederhana yang Anda alami bersama Tuhan akan menumbuhkan iman orang lain?

Jemaat yang dikasihi Tuhan, Mazmur 96 mengingatkan kita bahwa pujian yang kita naikkan adalah untuk mengabarkan keselamatan dan menceritakan kemuliaan Tuhan. Bukan itu saja, pujian yang dinyanyikan dengan nyanyian baru atau keluar dari hati yang sungguh-sungguh akan membawa sukacita dan kekuatan di tengah kesulitan. Karena itu, setiap ada kesempatan untuk memuji Tuhan, mari menyanyilah dengan nyanyian baru dan menjadi berkat bagi orang lain.

Selamat mengalami kemuliaan Tuhan melalui pujian. Tuhan Yesus memberkati.

~ Pnt.K. Relly Rajagukguk ~