MULUTMU HARIMAUMU

Referensi Kotbah 02 Agustus 2020

Amsal 12: 13-19

Mulutmu Harimaumu adalah sebuah ungkapan yang sangat akrab bagi kita. ungkapan ini mau mengingatkan bahwa segala perkataan yang kita keluarkan apabila tidak dipikirkan dahulu akan dapat merugikan diri kita  sendiri. Tentu kita masih ingat dengan kasus yang menimpa seorang wanita berusia 44 tahun, ibu Meiliana, di Tanjung Balai Medan, yang harus menjalani proses hukum dan ditetapkan sebagai tersangka karena kalimat yang diucapkan dan dianggap sebagai penodaan agama. Sekalipun dia tidak bermaksud demikian tetapi ucapan yang dilontarkannya menuai rekasi yang pada akhirnya mencebloskan dirinya ke dalam penjara.

Dalam kebudayaan Yahudi kata-kata itu dianggap sebagai sesuatu yang nyata/ riil dan punya kekuatan dan mereka sangat menyadarinya, sehingga mereka tahu persis bagaimana kata-kata itu memiliki dampak yang sangat luar biasa. Banyak orang yang tidak sadar bahwa perkataan-perkataan yang diucapkan memiliki dampak yang luar biasa. Dampaknya bisa membangun dan juga dapat menghancurkan. Dalam ayat 18 “dikatakan ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan”. Amsal membandingkan kata-kata yang keluar dari orang yang lancang mulut dan kata-kata yang keluar dari lidah orang bijak. Dikatakan perkataan orang yang lancang mulut seperti tikaman pedang, hal ini memberikan pengertian bahwa perkataan itu dapat menghancurkan, menyakiti, merusak kehidupan seseorang, tapi lidah orang bijak dikatakan mendatangkan kesembuhan; artinya perkataan yang baik yang dikatakan dengan tepat dan benar akan mendatangkan kebaikan, kelegaan, semangat, sukacita bagi orang yang mendengarkannya. Dalam kitab Yakobus pun digambarkan betapa lidah kita yang kecil ini memiliki kuasa yang luar biasa (baca:  Yakobus 3:1-12)

Untuk itu marilah kita berhenti berkata yang buruk yang menyakiti hati orang lain tapi biarlah mulut kita, kita gunakan untuk memperkatakan hal-hal yang baik, yang sesuai dengan hikmat Tuhan, yang membangun dan menjadi berkat bagi orang lain. Kiranya Tuhan menolong kita untuk mampu berkata dengan bijak, sehingga nama Tuhan dimuliakan. Amin.

~Ibu Susi Sihaloho ~