Menyongsong Masa Depan

Referensi Kotbah 01 November 2020

Yosua 3:1-17

Sukacita menerima penggenapan janji Allah tidak pernah lepas dari faktor-faktor kunci yang memungkinkan semua itu terjadi. Kesempatan untuk masuk tanah perjanjian, bukanlah yang pertama kalinya ditawarkan TUHAN kepada umat-Nya. Sayang, orangtua mereka kehilangan kesempatan untuk melihat kuasa TUHAN dan menikmati janji-Nya, karena ketidak-percayaan dan pemberontakan mereka kepada TUHAN. Ada perbedaan yang mendasar antara mereka dan generasi umat TUHAN (anak-anak mereka) yang dipimpin Yosua dalam nas hari ini.

Persiapan memasuki Tanah Perjanjian

Di bawah pimpinan Yosua, orang Israel akhirnya sampai di sungai Yordan, di seberang Tanah Perjanjian. Untuk masuk Tanah Perjanjian, mereka harus menyeberang sungai Yordan yang mengalir deras saat itu. Apa saja yang dilakukan Yosua dan orang Israel di situ?

  1. Mereka beristirahat 3 hari sebelum mereka menyeberang (ay. 1, 2). Istirahat penting bagi setiap orang. Dengan istirahat tubuh direvitalisasi dan pikiranpun menjadi jernih kembali.
  2. Koordinasi dan sosialisasi tentang cara memasuki Tanah Perjanjian:
    1. Para pengatur pasukan memastikan bahwa seluruh orang dalam perkemahan memahami ­saat yang tepat untuk berangkat dan menyeberang, tanda apa yang perlu diperhatikan, arah mana yang dituju dan alasan pentingnya untuk mentaati perintah tersebut (ay. 2-4).
    2. Yosua memastikan bahwa orang Israel wajib dalam relasi yang benar dengan TUHAN, dalam kekudusan. Para imam pengangkut tabut perjanjian wajib memahami apa yang harus mereka lakukan (ay. 5, 6)
    3. TUHAN meneguhkan hati Yosua sebagai Pemimpin yang dipilih-Nya (ay. 7, 8). Sama seperti TUHAN telah menyertai Musa, demikian TUHAN juga akan menyertai Yosua. TUHAN memerintahkan Yosua untuk memerintahkan para imam berjalan di depan orang Israel.
    4. Penyampaian Yosua (ay. 9-13): Mengajak orang Israel untuk mendekat kepada TUHAN dan mendengarkan Firman TUHAN, Allah mereka. Yosua menyampaikan bahwa semua peristiwa yang akan terjadi selanjutnya, membuktikan bahwa TUHAN ada di tengah-tengah umat-Nya. Bahwa TUHAN akan menghalau penduduk asli di Kanaan, karena kedurjanaan mereka telah genap (Kej. 15:16). Yosua juga merangkum kembali seluruh proses dan teknis penyeberangan, agar semua orang memiliki pemahaman yang sama tentang apa yang harus mereka kerjakan dan apa yang akan terjadi.

Ketaatan dalam melaksanakan perintah TUHAN dan hasilnya:

  1. Orang Israel berangkat sesuai perintah (ay. 14). Mereka siap menyeberang, menjaga kekudusan, mengambil jarak 2000 hasta dari para imam pengangkut tabut perjanjian. Mereka mengimani kehadiran TUHAN di tengah-tengah mereka. Mereka berharap melihat keajaiban TUHAN dan menerima tanah yang dijanjikan TUHAN.
  2. Para imam pengangkut tabut berjalan di depan umat. Mereka beriman dan taat pada arahan, tidak ragu untuk menjejakkan kaki mereka ke sungai Yordan (ay. 15, 16).
  3. Hasilnya, semua orang menyaksikan keajaiban TUHAN, sungai Yordan terbelah, terbendung, sehingga ada tempat kering yang dapat dijalani untuk masuk tanah perjanjian (ay. 15-17).

Iman dan ketaatan mereka kepada perintah TUHAN melalui para pemimpin, serta kerjasama mereka melaksanakan perintah-perintah tersebut sesuai bagian dan tanggung-jawab masing-masing, membawa mereka menyaksikan keajaiban TUHAN dan memasuki tahapan selanjutnya dalam menerima setiap janji TUHAN yang setia. Berbeda dengan orangtua mereka yang meragukan kuasa, kebaikan dan kesetiaan TUHAN, memberontak kepada pimpinan.

Maukah kita, dalam kebersamaan, melaksanakan tugas dan tanggung-jawab masing-masing, seperti yang diinginkan TUHAN? Sebagai pemimpin rajin memimpin sesuai perintah TUHAN dan memberi teladan. Sebagai pelayan peka terhadap suara TUHAN dan penuh pengabdian. Sebagai jemaat membuka hati terhadap arahan para pemimpin-pelayan (servantleader) yang dipercayakan TUHAN dan hidup dalam kekudusan.

Kiranya Tuhan memberkati dan memampukan kita semua. Amin!

~ Pdt. Albert Adam ~