MENIKMATI PERSEKUTUAN DENGAN-NYA

1 Yohanes 1:1-2:2

Banyak orang, termasuk orang-orang Kristen dalam mencari kekayaan, kenyamanan atau keamanan melakukan hal-hal yang tidak benar yang bisa merugikan orang lain dan juga negara. Apa yang menyebabkan hal semacam ini sering terjadi? Karena orang-orang seperti ini tidak mempunyai relasi yang baik dengan Tuhan.

Yohanes, penulis surat ini, menceritakan bahwa dirinya telah mendengar, melihat, meraba Firman Hidup itu,  artinya Yohanes pernah tinggal bersama dan menyaksikan sendiri Yesus Kristus yang menyampaikan berita  Kerajaan Allah, Yesus yang mati dan bangkit yang memberikan jaminan hidup kekal bagi orang-orang yang menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat (Yoh. 3:16; Yoh. 14:6). Dan apa yang Yohanes lihat dan dengar dia beritakan kepada banyak orang supaya mereka yang mendengar berita tersebut juga mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus, artinya mendapat keselamatan dan mempunyai persekutuan dengan Allah Bapa dan Yesus Kristus, sebagaimana dirinya sendiri.

Ketika seseorang hidup di dalam Kristus, sudah seharusnya dia hidup di dalam terang, karena Allah adalah terang dan di dalam Dia tidak ada kegelapan (ay. 5b). Kalau kita mengatakan bahwa kita sudah percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, bahkan mungkin sudah ambil bagian dalam pelayanan di gereja dan menjadi pengurus gereja, tapi kalau kenyataannya masih hidup di dalam dosa berarti kita berdusta dan menipu diri sendiri; tentunya Tuhan tidak berkenan atas hidup kita. Tapi kalau kita menyadari bahwa apa yang kita lakukan adalah hal yang tidak berkenan di hadapan Allah, datanglah kepada Dia, akuilah segala dosa dan kesalahan kita. Tuhan berjanji seperti firman Tuhan yang disampaikan oleh Yohanes di dalam ayat 9, bahwa Ia adalah setia dan adil, Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Ketika kita sudah diampuni dan disucikan, maka kita dapat kembali bersekutu dengan Tuhan kita yang suci. Allah yang kudus menuntut kita untuk memiliki hidup yang kudus agar dapat menikmati persekutuan dengan-Nya. Oleh sebab itu, mari kita menjaga diri supaya tetap berjalan di jalan-Nya Tuhan. Ketika kita bersekutu dengan Tuhan, maka secara pribadi kita akan mengalami sukacita, damai sejahtera dan mendapat kekuatan sekalipun kita hidup dalam kesusahan. Dan secara komunal, sebagai jemaat Allah, ketika kita punya persekutuan bersama dengan Tuhan kita juga bisa saling menguatkan dan mendoakan.

Mari kita terus menjalin persekutuan dengan Tuhan supaya kita menikmati hadirat-Nya dan akhirnya hidup kita dapat berdampak menjadi berkat bagi orang-orang di sekeliling kita. Amin.

~ Pdt. Em. Puspa Noviana ~