MEMBANGUN KELUARGA YANG SALING MENGASIHI

Referensi Kotbah 06 September 2020

Kasih merupakan hal yang utama dalam keluarga. Di tengah tuntutan dunia, kasih tersebut harus berpusatkan pada Yesus Kristus. Mengapa? Sebab terkadang dunia menawarkan hal-hal yang tidak sesuai dengan kebenaran firman, bahkan kasih pun memiliki syaratnya. Dan, hari ini kita belajar dari firman Tuhan bagaimana membangun keluarga yang saling mengasihi.

  1. Yesus Kristus Sumber Kasih

Roma 13:8a dalam terjemahan Bahasa Indonesia Masa Kini mengatakan, “Janganlah kamu berhutang apa pun kepada siapa juga, kecuali berhutang kasih terhadap satu sama lain.” Paulus dalam bagian ini mengibaratkan kasih terhadap sesama seperti seorang yang berhutang, yaitu adanya kewajiban untuk melunasinya dan tidak mengharapkan imbalan balik. Sebagaimana dalam hukum Taurat yaitu kita harus saling mengasihi seperti Allah mengasihi kita dan mengasihi diri kita sendiri.

Kasih dan hukum Taurat, keduanya saling terkait erat. Karena kasih adalah sifat Allah, dan hukum Taurat adalah ungkapan dari sifat Allah. Untuk sampai kepada kasih yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus, maka setiap anggota keluarga secara pribadi maupun bersama, harus memiliki waktu bersama dengan Tuhan Yesus. Dan ini tidak mudah, tidak otomatis semua berjalan lancar. Perlu perjuangan yang dimulai dengan kasih Kristus. Bisa saja hari ini anggota keluarga menikmati kasih, tapi besok berubah. Maka dari itu, jadikanlah Yesus sebagai sumber kasih dalam relasi keluarga kita.

  1. Yesus Kristus Sumber Terang

Di tengah dunia yang lebih mengutamakan kepentingan diri dan menyampingkan kebenaran firman, Paulus berkata dalam Roma 13:11, “Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.” Dengan kata lain, dunia ini termasuk keluarga kita di dalamnya sangat membutuhkan terang Kristus untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan dosa. Karena itu, mari kita memperlengkapi setiap anggota keluarga kita dengan perlengkapan senjata perang terang agar musuh-musuh kegelapan dapat dikalahkan.

  1. Yesus Kristus Sumber Kehidupan

Dalam keluarga tetap ada perbedaan, dan bisa saja tidak saling menyapa, dendam, kebencian bisa menjadi sumber perpecahan. Kalau hal-hal ini didiamkan berlarut-larut, maka relasi keluarga sangatlah tidak sehat. Karena itu, selain Yesus sebagai Sumber Kasih dan Terang dalam keluarga, kita juga perlu menghayati Yesus Kristus sebagai Sumber Kehidupan.  Sang Sumber yang menghidupkan sekaligus menyatukan relasi dalam keluarga, sebagaimana yang diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri, yaitu:

  • “Kamu telah mendengar yang difirmankan, ‘Kasihilah sesamamu,’ dan ‘Bencilah musuhmu.’ Namun, Aku berkata kepadamu, kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi orang2 yang menganiaya kamu” (Mat. 5:43-44)
  • “Hormatilah ayahmu dan ibumu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat. 19:19)

Dengan begitu, kita tidak berjalan dalam ajaran dunia, melainkan mengikuti teladan Sang Guru yang menjadi Sumber Kasih, Terang, dan Kehidupan bagi keluarga kita. Tuhan Yesus Kristus Memberkati.

~ Pdt. Yan Lahalo ~