MELAYANI DENGAN CUMA-CUMA

Referensi Kotbah 14 Juni 2020

Matius 9 : 35 – 10 : 8

Sekarang kita hidup di tatanan baru untuk berdamai dengan Covid-19. Namun pada kenyataannya, kehidupan ini tidak sepenuhnya damai. Ada ketakutan terinfeksi virus, kecemasan akan kekurangan kebutuhan dasar, tuntutan menyesuaikan perilaku, dan larangan berkumpul. Bahkan, baru-baru ini ada sebuah kejadian di mana sejumlah orang menjadi tidak memiliki rasa iba dan tanpa ampun mendobrak sebuah rumah yang ditengarai positif Covid-19 untuk menyemprotkan disinfektan. Padahal keluarga (istri dan anak-anak) sedang pergi mengubur suami/ayah mereka yang menjadi tulang punggung keluarga tersebut. Sebuah tindakan yang sungguh disesalkan.

Ayat yang kita baca justru berbanding terbalik dari gambaran di atas yaitu, Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus memiliki belas kasihan (compassion) untuk melihat dan merasakan bagaimana orang-orang yang sakit (Mat. 14:14), orang buta (Mat 20:34), orang yang dikuasai kuasa gelap (Mrk. 9:22). Tuhan Yesus tidak tahan melihat orang-orang yang menderita dan Ia mau meringankan beban penderitaan itu

Bagaimana dengan kita? Adakah kita juga memiliki belas kasihan seperti Tuhan Yesus? Di zaman Tuhan Yesus, ada ahli Taurat, orang Farisi, Saduki dan para imam yang menjadi pemimpin umat. Namun, apakah mereka memberikan bimbingan, penghiburan dan belas kasihan kepada para umat? Bukankah malah mereka inilah yang memberatkan umat dengan tuntutan-tuntutan hukum Taurat? Karena itulah, orang percaya seharusnya melihat sesamanya seperti Tuhan Yesus melihat, yaitu domba yang tidak memiliki gembala bagi jiwa mereka, serta ladang tuaian yang sudah menanti dipanen, tapi tidak kunjung digarap.

Tuhan Yesus menjadi contoh dan teladan bagi kita dalam hal-hal sebagai berikut:

  1. Melakukan pekerjaan imamat-Nya (Ibr. 5:2, 7)
  2. Dorongan untuk berdoa (Ibr. 4:15)
  3. Dinyatakan kepada:
    1. Yang letih dan berbeban berat (Mat. 11:28-30)
    2. Yang berpenyakit (Mat. 14:14; Mrk. 1:41)
    3. Yang susah (Luk. 7:13; Yoh. 11:33, 35)
    4. Yang dicobai (Ibr. 2:18)
    5. Yang lemah imannya (Yes. 40:11; 42:3; Mat. 12:20)
    6. Yang miskin (Mrk. 8:2)
    7. Orang berdosa yang akan binasa (Mat. 9:36; Luk. 19:41; Yoh. 3:16)

Tuhan Yesus memberi keteladanan hidup yang dipenuhi belas kasihan dan kuasa kepada para murid dan setiap kita. Selain itu, Tuhan juga telah memberikan keselamatan secara cuma-cuma kepada saya dan bapak/ibu/saudara/i. Maka dari itu, mari kita mengerjakan pekerjaan-Nya di ladang pelayanan yang sudah Tuhan berikan secara cuma-cuma, baik di keluarga, lingkungan, GKK, kota, negeri, maupun dunia kita. Bukankah suatu kehormatan yang istimewa bahwa kita dipercaya untuk meneruskan pekerjaan-Nya yang mulia itu? Kita telah menerima dengan cuma-cuma, kita juga mau memberi dengan cuma-cuma. Amin.

~Pnt.K. Adma H. Tantra~