Kasih-Nya Tiada Duanya

Referensi Kotbah 27 Desember 2020

Ulangan 8:11-20

Tidak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2020. Sembilan bulan kita hidup berdampingan dengan pandemi covid-19. Walaupun banyak pergumulan, tetapi kita masih bisa hidup hingga saat ini. Kalau bukan anugerah dan kasih Tuhan kita tidak bisa melewati masa-masa yang sulit ini.

Dalam bacaan kita, Musa sedang berpidato kepada bangsa Israel generasi kedua yang sebentar lagi akan memasuki negeri perjanjian Allah. Musa mengingatkan bagaimana Tuhan telah membawa mereka keluar dari tanah perbudakan di Mesir menuju Kanaan yang berlimpah susu dan madu. Musa mengingatkan mereka agar jangan melupakan Tuhan (ay. 11, 13, 18) ketika mereka hidup enak (ay. 12-13 makan kenyang, punya rumah yang baik dan banyak harta kekayaannya). Jangan merasa bahwa semuanya itu diperoleh karena kehebatan dan kepandaiannya semata (ay. 17-18). Kadangkala kitapun demikian, lupa bahwa semua yang kita miliki bahkan kita bisa hidup hingga hari ini adalah karena berkat dan pertolongan, serta pemeliharaan Tuhan.  Oleh sebab itu janganlah kita sombong atau tinggi hati ketika kita bisa hidup hingga saat ini.

Musa juga mengingatkan bagaimana Tuhan memimpin bangsa Israel di padang gurun yang besar dan dahsyat, banyak ular yang ganas dan kalajengking, tanahnya gersang dan tidak ada air. Tetapi Tuhan melindungi dan memelihara mereka melalui gunung batu yang mengeluarkan air maupun manna dari sorga (ay. 15-16). Bangsa Israel harus mengingat bahwa itu semua datangnya dari Tuhan. Kalau tidak, Musa menegur dengan keras, mereka pasti binasa (ay. 19-20). Demikian halnya dengan kita. Janganlah kita menunggu teguran keras dari Tuhan baru kembali kepada Tuhan. Melainkan, hiduplah dengan tetap setia dan penuh ucapan syukur kepada Tuhan yang sudah memelihara dan memberkati hidup kita.

Kalau Tuhan sudah memimpin dan memelihara kita hingga penghujung tahun 2020, Tuhan pasti akan memimpin dan memelihara kita di tahun yang baru. Ingatlah terus kebaikan Allah di masa lalu yang menjadi kekuatan untuk kita melangkah di masa depan. Percayakan hidup kita kepada-Nya. Selalu berpegang pada perintah dan ketetapan Tuhan. Sungguh, kasih-Nya tidak ada duanya.

Yohanes 14 : 27, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” Amin.

~Pdt. Em. Puspa Noviana~