KASIH DAN KEBAIKAN TUHAN BAGI SETIAP ORANG

Referensi Kotbah 16 Agustus 2020

MAZMUR 67

Mazmur 67 seringkali dikenal sebagai mazmur misionaris dan digunakan sebagai salah satu mazmur pujian yang dinyanyikan oleh bangsa Israel di Bait Allah, Yerusalem. Nyanyian ini merupakan ucapan doksologi pada hari Raya Pentakosta ketika umat merayakan panen (7). Kecukupan yang Tuhan berikan kepada bangsa Israel inilah yang membuat pemazmur bersyukur kepada Tuhan dan pemazmur berharap hal ini didengar pula oleh bangsa-bangsa lain.

Selain itu, Mazmur 67 juga berisi pengharapan. Pengharapan agar semua jalan Tuhan dikenal di bumi (3), bangsa-bangsa bersyukur (4-7). Namun dibalik semua ucapan syukur dan pengharapan dari pemazmur, pemazmur mengakui bahwa semuanya itu terjadi karena belas kasihan dan berkat Tuhan (1, 8). Jadi Mazmur 67 ini dibuka dan ditutup dengan pengakuan atas kehebatan Tuhan, atas pekerjaan Tuhan. Ketika Allah memberkati bangsa Israel dengan kasih-Nya, maka bangsa Israel harus menjadi berkat bagi bangsa lain agar nama Tuhan dimuliakan.

Jemaat sekalian yang dikasihi Tuhan Yesus, dalam kehidupan kita tentu berkali-kali Tuhan telah memberkati kita. Seringkali berkat Tuhan tidak kita duga. Sebagai anak Tuhan sudah seharusnya kita mengucap syukur atas semuanya itu. Namun seringkali kita menikmati berkat itu sendiri. Kasih Tuhan hanya kita nikmati sendiri. Kita lupa berbagi berkat kebaikan Tuhan kepada orang lain. Mazmur 67 mengajarkan ketika Tuhan mengasihi bangsa Israel maka bangsa lain melihat dan bersyukur. Maka dari itu, ketika Tuhan mengasihi kita maka orang lain harus melihat kasih Tuhan itu dan merasakannya. Sudah menjadi tugas kita sebagai anak Tuhan untuk menyaksikan kasih Tuhan dalam hidup kita. Amin.

~Bp. Cahyono Candra ~