HIDUP SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH

Roma 8:12-17

Pada Roma pasal 8 ini rasul Paulus membedakan prinsip hidup antara “hidup menurut daging” dan “hidup menurut Roh.” Hidup menurut daging memiliki kecenderungan melakukan dosa dan mengikuti hawa nafsu yang melawan Allah. Roma 8:6 rasul Paulus berkata, “Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.”

Ketika seseorang menjadi percaya dan dibaptis, maka Roh Kudus akan menuntunnya untuk hidup dalam Roh dan melakukan kebenaran. Lebih lanjut di Roma 8:10, rasul Paulus menambahkan bahwa hidup menurut Roh akan terjadi “jika Kristus ada di dalam kamu.” Itulah yang akan memampukan orang percaya untuk berkata “TIDAK” kepada dosa dan mematikan kuasa dosa yang membawa kepada kematian secara jasmani, rohani, bahkan sampai kematian kekal (terpisah dengan Allah selamanya, Gal. 6:8; Ef. 4:22; Kol. 3:5-6).

Ketika Kristus tinggal di dalam kita maka Roh Kuduslah yang akan memimpin dan menguasai hidup kita, sehingga keinginan daging menjadi tidak berdaya dan kita sanggup mematikan perbuatan-perbuatan dosa yang menarik kita jauh dari Tuhan dan kehendak-Nya. Untuk itu kita harus memiliki relasi pribadi yang intim dan terus menerus dengan-Nya.

Paulus menegaskan juga bahwa status anak Allah (ay. 14) melayakkan kita sebagai ahli waris, yaitu orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah meskipun kita menghadapi penderitaan sebagai orang percaya (ay. 17).

Pencurahan Roh Kudus yang baru saja kita rayakan pada minggu Pentakosta yang lalu kiranya juga kita rasakan kuasa dan pimpinan-Nya. Kata “dipimpin” (agontai) berarti memiliki kerjasama antara yang memimpin (Roh Kudus) dan yang dipimpin (orang percaya). Roh Kudus kiranya terus menuntun kita untuk melakukan tanggung jawab kita sebagai anak-anak Allah. Amin.

~ Pnt.K. Aronika Hutasoit ~