HANYA DI DALAM TUHAN ADA KESELAMATAN

Mazmur 96

Membuka bulan misi pada tahun ini, kita dituntun ke dalam nas Mazmur 96.  Salah satu kata kunci di dalam nas ini adalah bangsa-bangsa/suku bangsa (ay. 3, 5, 7, 10, 13) ada 7 kali.  Ada beberapa versi tentang jumlah negara di dunia.Google menulis ada 195 negara yang diakui PBB, buku Operation World (panduan untuk mendoakan semua bangsa di dunia) menuliskan 231 negara, dan Joshua Project (adalah suatu prakarsa penelitian yang berusaha menyoroti kelompok etnis di dunia dengan pengikut Kristus paling sedikit) mencatat 238 negara. Belum lagi terdapat sekitar 16.000 suku bangsa/satuan etnis di dunia.  Sementara di Indonesia saja terdapat kurang lebih 750 suku.  Setiap bangsa mempunyai keunikan dan cara pandang yang berbeda-beda.  Namun salah satu persamaannya adalah seringkali setiap bangsa merasa paling baik dan benar.  Contoh yang terlihat adalah paham rasisme yang sedang terjadi belakangan ini, bukan saja di satu negara tapi berdampak ke negara-negara lain.  Perbedaan warna kulit, suku dan bahasa bisa menimbulkan kebencian, kekerasan bahkan pembunuhan.  Keadaan seperti inilah yang sedang terjadi di dunia.

Bagaimana Alkitab memandang bangsa-bangsa?  Tuhan mengasihi semua bangsa dan suku bangsa di dunia.  Kematian Yesus Kristus di atas kayu salib bukan untuk suatu suku atau kaum tertentu tetapi untuk semua suku bangsa, kaum dan bahasa – untuk semua orang.  Setiap bangsa, suku, kaum, dan bahasa akan memiliki perwakilannya di dalam Kerajaan Surga kelak, seperti yang tertulis dalam Wahyu 7: 9-10: “Suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung banyaknya dari segala BANGSA dan SUKU dan KAUM dan BAHASA, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.  Dan dengan suara nyaring berseru: “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk diatas takhta dan bagi Anak Domba!”

Karena itu melalui Mazmur ini, terdapat 3 pengajaran dan tanggung jawab orang percaya:

  1. BANGSA-BANGSA DIAJAK BERIBADAH KEPADA TUHAN (ay. 1, 9).

Bagaimana sikap kita beribadah pada masa pandemi ini?  Apakah menjadi kesenangan kita atau kesenangan Tuhan?  Apakah kita menyadari bahwa kita begitu rendah dan hina di hadapan Tuhan atau malah merasa besar dan hebat karena prestasi kita?  Bagaimana penundukkan kita kepada Tuhan, dan janganlah kita merendahkan orang lain.  Apakah kita datang beribadah membawa dan mempersembahkan hati pada Tuhan atau hanya sebagai penonton yang mengkritik mereka yang melayani?

  1. ORANG PERCAYA DIAJAK BERMISI UNTUK BANGSA BANGSA (ay. 2b, 3).

Alkitab bukan hanya berbicara perbuatan baik, tetapi yang utama adalah KABAR BAIK. Oleh karena itu, Mazmur ini mengajarkan untuk mengabarkan keselamatan, serta menceritakan kemuliaan dan perbuatan Tuhan yang ajaib.  Keajaiban Tuhan yang telah membebaskan umat-Nya dari perbudakan di Mesir dan berita utama pengajaran Alkitab dalam PB bahwa manusia berdosa hanya dapat diselamatkan melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus (Kis. 4:12; Yoh. 14:6).  Tentu saja KABAR BAIK itu harus disampaikan dengan CARA YANG BAIK dan BIJAK agar pesan dapat tersampaikan dan diterima dengan baik pula.

  1. SAMPAI HARI KEDATANGANNYA YANG KEDUA/ PENGHAKIMAN (ay. 10b, 13).

(10b) Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.

(13)  …. Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Perhatikan konsistensi pengajaran Alkitab.  Nanti pada kedatangan Yesus yang kedua akan disertai dengan sifat-sifat keberadaan-Nya, yaitu 3K: Kebenaran, Keadilan dan Kesetiaan-Nya.  Inilah nilai-nilai Kerajaan Allah.  Hiduplah di dalam-Nya agar kelak kita diterima dalam kemah abadi yang telah disediakan-Nya.

~ Pdt. Setiawan Sutedjo ~