GEMBALA YANG DAPAT DIPERCAYA

Referensi Kotbah 24 Mei 2020

Rasul Petrus memberikan nasihat kepada para penatua dalam 1 Petrus 5:1,“Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.” Kondisi orang-orang Kristen yang tersebar di Asia Kecil sedang  mengalami penganiayaan dari pihak kerajaan Roma karena iman kepada Tuhan Yesus. Sehingga, rasul Petrus menasihatkan atau mendesak para penatua untuk menggembalakan umat Tuhan. Para penatua yang dimaksud di sini adalah para pemimpin gereja (majelis, pendeta, pembimbing rohani) berdasarkan jabatan gerejawi pada masa itu.

Jika kita dipercayakan Sang Gembala Agung untuk menggembalakan kawanan domba-Nya, apa yang harus dilakukan? Kata “penggembalaan” berasal dari kata kerja bahasa Yunani “poimen” yaitu pelayanan penggembalaan yang mencakup kehadiran, mendengar, menuntun, kehangatan, dan dukungan. Sedangkan bahasa Ibrani, “ra ah” artinya memberi makan (mulai dari kebutuhan jasmani hingga kebutuhan rohani).

Rasul Petrus memberikan tips supaya kita berhasil menjadi Gembala yang dipercaya:

  1. Menggembalakan kawanan domba yang ada di antara para penatua. Artinya, fokus utama penggembalaan para penatua adalah kawanan domba yang ada di sekitar mereka, bukan yang lain.
  2. Menggembalakan tidak terpaksa, tetapi sukarela. Sukarela artinya melakukan segala sesuatu dengan kesadaran sendiri. Apakah ini sudah menjadi gaya hidup kita sebagai umat Tuhan? Berusaha dan berjuang melakukan yang terbaik sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan Yesus yang mengasihiku. Maka, kita tidak akan pernah undur, jenuh, dan berhenti melakukan kebaikan.
  3. Menggembalakan tidak mencari keuntungan, tetapi pengabdian. Segala sesuatu yang dilakukan untuk mencari keuntungan, seperti mencari pujian, uang, jabatan, popularitas maka sia-sialah apa yang dilakukan, karena tentu Allah tidak berkenan. Seharusnya, sejak kita percaya Yesus, tanamkan dalam hati bahwa hidup ini bukan tentang kita tetapi tentang Tuhan. Maka, sukacita sorgawi akan terus kita alami sekalipun dalam lembah kekelaman.
  4. Menggembalakan tidak memerintah, tetapi menjadi teladan. Hal yang luar biasa dari kepemimpinan Petrus sebagai rasul yang dipercayakan langsung oleh Tuhan Yesus adalah ia tidak menempatkan dirinya di tempat tertinggi, tetapi sebagai teman penatua. Ia juga tidak menyombongkan diri sebagai saksi dan murid langsung Tuhan Yesus, tetapi dengan kerendahan hati mengakui bahwa jemaat adalah milik Allah yang harus digembalakan. Saya teringat dengan pepatah mengatakan, “Satu perbuatan nyata, jauh lebih berarti dari seribu kata-kata.” Dalam kehidupan sehari-hari, kita lebih sering di posisi mana: NATO (no action talk only) atau nge-bossy atau menjadi teladan? Tentu yang Tuhan mau kita menjadi teladan, sehingga orang-orang di sekitar kita melihat Yesus di dalam kita.

Dengan melakukan hal-hal tersebut dengan setia, rasul Petrus mengingatkan bahwa para penatua akan menerima mahkota kemuliaan, pada saat Gembala Agung datang kembali. Betapa indahnya!

Di sisi lain, tugas penggembalaan tidak lepas dari jemaat yang dilayani. Keberhasilan penggembalaan juga adalah tanggung jawab jemaat. Sebab itu, rasul Petrus memulai dengan menasihati para orang muda agar tunduk pada mereka yang lebih tua. Tentu bukan asal tunduk, tetapi memperlakukan orang yang lebih tua dengan hormat dan mendengarkan nasihat atau ajaran mereka dalam Tuhan. Kemudian, kepada “semua orang” (termasuk para penatua juga) untuk saling merendahkan diri, menyerahkan kekhawatiran kepada Tuhan, Sang Pemelihara dan berjaga-jaga serta melakukan perlawanan terhadap si Iblis. Itulah tugas bersama dalam satu jemaat, yang menjamin keberhasilan hidup tubuh Kristus dan fungsi penggembalaannya.

Menjadi gembala tentu tidaklah mudah karena banyak tantangan yang akan kita hadapi, baik dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan lain-lain. Dengan kekuatan sendiri pasti rasanya tidak sanggup. Ingatlah kita tidak sendiri, datang dan serahkan kekhawatiran kita kepada Tuhan karena Ia Sang Gembala Agung yang memelihara dan menolong kita melaksanakan misi-Nya. Allah sumber damai sejahtera akan: memperlengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kita.

Menjadi pertanyaannya, maukah engkau menjadi gembala yang dipercaya? Tuhan memberkati kita semua. Amin!

~Pnt. K. Relly Rajagukguk~