A HAPPY & HEALTHY “STAY AT HOME” FAMILY

Referensi Kotbah 13 September 2020

Efesus 5:22-33

Ada kisah memilukan dari sebuah keluarga yang katanya Kristen. Suatu waktu suami dan istri sedang ribut dan tidak dapat disembunyikan lagi dari anak-anak mereka yang mulai takut, cemas, dan frustrasi. Mungkin konflik terjadi karena perbedaan pendapat di antara mereka, namun anak-anak bisa jadi menangkapnya sebagai kebencian antara ayah dan ibunya. “Mama… Papa… berpelukan,” seru putus asa anak-anak sambil menangis. Kedua orang tua tertegun. Sang suami berkata, “Jadi istri tunduklah eeh ini malahan nanduk.” Sang istri tidak mau kalah lalu menjawab, “Jadi suami nggak punya perasaan. Boro-boro dapat kasih sayang, yang ada makian.” Read more

MEMBANGUN KELUARGA YANG SALING MENGASIHI

Referensi Kotbah 06 September 2020

Kasih merupakan hal yang utama dalam keluarga. Di tengah tuntutan dunia, kasih tersebut harus berpusatkan pada Yesus Kristus. Mengapa? Sebab terkadang dunia menawarkan hal-hal yang tidak sesuai dengan kebenaran firman, bahkan kasih pun memiliki syaratnya. Dan, hari ini kita belajar dari firman Tuhan bagaimana membangun keluarga yang saling mengasihi. Read more

BERANI TAMPIL BEDA

Referensi Kotbah 30 Agustus 2020

Roma 12 : 1 – 2

Apa yang patut dilakukan oleh seseorang yang telah mengalami anugrah pengampunan, penebusan dan keselamatan di dalam Kristus? Hidup seturut dengan kehendak Allah dan itu berarti siap untuk melawan arus dan tampil beda dengan dunia.

Lalu hidup yang bagaimana yang seturut dengan kehendak Alah? Read more

THOSE WHO ARE CALLED CHRISTIANS

Referensi Kotbah 23 Agustus 2020

1 Petrus 4:12-19

“Kristen bukanlah sekadar agama, tetapi Kristen adalah identitas,” demikian dikatakan oleh para ahli sejarah Gereja. Identitas apakah sebenarnya yang harus dibangun oleh seorang yang menyebut dirinya Kristen? Bercermin dari sejarah lahirnya Kekristenan, dapat dikatakan bahwa identitas terkuat dari Kekristenan adalah penderitaan. Kristen lahir di tengah berbagai tekanan dan penganiayaan hebat yang dilakukan oleh bangsa Romawi dan juga dari orang-orang Yahudi. Itu sebabnya Kekristenan lahir sebagai agama yang tangguh. Semakin ditekan, semakin maju. Semakin dibabat, semakin merambat. Identitas berikutnya yang tidak kalah penting dari seorang Kristen adalah sukacita. Read more

1 2 3 5