BERJAGA-JAGALAH, KRISTUS AKAN DATANG KEMBALI!

Referensi Kotbah 29 November 2020

Markus 13:24-37

“Pekerjaan paling membosankan adalah menunggu.”  Mungkin banyak orang dapat memahami pernyataan ini.  Tak jarang kecewa dan putus asa merebak hati jika kita menunggu terlalu lama.  Dalam perikop ini, Tuhan Yesus menyatakan sebuah janji kedatangan-Nya kembali.  Setiap orang percaya ada dalam keadaan/status menunggu.  Kalau begitu, apa yang harus diperhatikan dalam masa penantian ini? Read more

Melayani Sang Raja

Referensi Kotbah 22 November 2020

Matius 25:31-46

Dalam pengajaran-Nya tentang penghakiman terakhir, Tuhan Yesus menceritakan sebuah kisah tentang kedatangan dan penghakiman yang dilakukan oleh seorang raja. Kebenaran yang sedang menunjuk kepada apa yang akan terjadi pada waktu Tuhan Yesus datang kedua kalinya. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  1. Siapakah yang sesungguhnya melayani Sang Raja?

Alkitab dengan terang menuliskan bahwa yang telah melayani sang raja adalah mereka yang dikelompokkan sebagai domba, yaitu orang-orang benar (ay. 27). Lebih lanjut, ayat 27 memakai kata dikaiou, yang menjelaskan bahwa orang benar, yang dikisahkan sebagai domba, adalah kelompok orang yang telah menerima pembenaran karena kasih, dan mereka melakukan perbuatan baik. Selain itu, istilah orang benar dan domba juga adalah istilah yang dipakai Alkitab untuk merujuk kepada mereka yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Pertanyaan penting ialah apakah kita termasuk orang-orang yang telah dibenarkan oleh darah Anak Domba Allah yang tercurah di kayu salib dan telah melayani Sang Raja?
Read more

TUHANLAH PEMELIHARA KITA

Referensi Kotbah 15 November 2020

1 Raja Raja 17:1-24

Peristiwa dalam perikop ini bermula dari umat yang telah meninggalkan Allah yang benar.  Raja Ahab lebih mendengar nasihat istrinya, Izebel, dibanding nasihat Allah melalui nabi Elia.  Dosa bangsa yang telah berlarut-larut inilah yang menjadi dasar nabi Elia menyuarakan kebenaran, sekaligus hukuman Allah.

Nabi Elia menyampaikan hukuman Allah bagi umat Israel dengan ketiadaan embun atau hujan (ay. 1), dan menyebabkan kekeringan dan kelaparan selama tiga tahun berturut-turut (lih. 18:1).  Meskipun begitu, Allah tetap memelihara hamba-Nya.  Elia tetap diperhatikan Allah secara natural dan supernatural.  Secara natural, Elia dipelihara lewat sungai Kerit (ay. 3, 5).  Secara supernatural, Elia juga mendapat roti dan daging dari burung-burung gagak yang Allah perintahkan (ay. 4, 6).  Secara natural, Elia dipelihara Allah lewat kehadiran janda Sarfat yang menyediakan minum dan makan (ay. 9).  Secara supernatural, Allah memelihara nabi-Nya dan keluarga janda dengan mukjizat tepung dan minyak yang tidak habis (ay. 14), sekaligus mukjizat kehidupan kembali anak janda tersebut (ay. 21-23). Read more

Pelayan yang Teruji

Referensi Kotbah 8 November 2020

1 Tesalonika 2:1-12

Jemaat di Tesalonika adalah jemaat hasil pelayanan Paulus pada perjalanan misinya yang kedua.  Jemaat ini terdiri dari beberapa orang Yahudi yang percaya, sejumlah besar orang non Yahudi, serta perempuan-perempuan terkemuka (Kis. 17:1-4).  Pertobatan besar ini mengundang reaksi iri hati dari orang-orang Yahudi lainnya, sehingga mereka bersama gerombolan perusuh menghasut orang banyak untuk menuduh Paulus dan Silas sebagai guru palsu dan pemberontak Kaisar (17:5-7).  Akibatnya, Paulus dan Silas harus melarikan diri ke daerah Berea (17:10) dan surat ini menjadi usaha Paulus untuk berhubungan kembali dengan orang-orang Kristen di Tesalonika. Read more

1 2 3 7