BERSIAPLAH MELAYANI

Referensi Kotbah 10 Januari 2021

Markus 1:4-11

Markus memperkenalkan Yesus pada waktu dibaptis Yohanes sebagai hamba atau Anak Manusia yang diutus oleh Sang Bapa untuk melayani dan menjadi tebusan dosa bagi banyak orang. Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis bukan sebagai baptisan pengampunan dosa, melainkan menjadi sebuah penggenapan dari kitab-kitab para nabi.

Dalam Markus 10:45 dikatakan Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan melayani dan memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang. Tujuan utama Yesus datang ke dunia adalah menjadi hamba yang melayani, menderita, mati dan kebangkitan-Nya sebagai puncak misi penebusan untuk mengalahkan kuasa dosa.

Istilah hamba dan pelayanan adalah cara yang dipakai Allah melalui Yesus Kristus untuk menjangkau dunia yang sombong dan berdosa. Kerendahan hati Yesus untuk mengasihi manusia berdosa dengan uluran tangan kasih-Nya sedang menjungkirbalikkan keegoisan dan kesombongan manusia.

Teladan Yesus bagi gereja, yaitu sebagai hamba yang melayani seharusnya tetap menjadi penggerak dan kekuatan untuk menjangkau dunia. “Hendaklah kamu saling melayani” adalah nasihat yang harus terus diajarkan dalam gereja Tuhan. Keretakan hubungan, perselisihan, perpecahan dan pertengkaran bisa dimulai dari kehilangan hati yang melayani dan saling mengasihi. Gereja akan gagal dalam panggilannya jika tidak lagi memiliki semangat melayani.

Melayani (doulos, Yunani: hamba) dan bukan dilayani (kurios, Yunani: tuan) seharusnya juga menjadi semangat dalam tiap-tiap rumah tangga untuk mewujudkan kerajaan Allah dalam kerendahan hati di tengah dunia. Jangan mudah terjebak dalam panggilan boss, bosque, atau sebagainya sebagai bentuk filosofi dunia yang menipu yang membuat kita lupa bahwa siapa pun kita yang percaya dipanggil untuk menjadi hamba yang melayani bukan menjadi boss yang dilayani. Bersiaplah melayani! Tuhan Yesus memberkati.

~ Pdt. Slamet Triwahono ~