BERANI TAMPIL BEDA

Referensi Kotbah 30 Agustus 2020

Roma 12 : 1 – 2

Apa yang patut dilakukan oleh seseorang yang telah mengalami anugrah pengampunan, penebusan dan keselamatan di dalam Kristus? Hidup seturut dengan kehendak Allah dan itu berarti siap untuk melawan arus dan tampil beda dengan dunia.

Lalu hidup yang bagaimana yang seturut dengan kehendak Alah?

Pertama, menjalani ibadah dalam hidup keseharian

Maksudnya ibadah tidak terbatas hanya pada tembok Bait Allah atau Sinagoge atau gereja. Tapi ibadah, penyembahan kepada Allah harus nyata juga dalam segala segi kehidupan keseharian kita ketika beraktifitas, baik di dalam rumah atau di luar rumah. Mengapa demikian? Karena Allah yang penuh kemurahan itulah yang membuat kita beroleh bagian dalam rancangan keselamatan-Nya bagi umat pilihan-Nya. Sehingga masuk akal jika kita yang telah ditebus, mempersembahkan dan mendedikasikan hidup kita kepada Allah menjadi korban yang harum dan menyenangkan hatiNya lewat ibadah yang kita jalani dalam hidup keseharian kita.

Kedua, mengalami transformasi dalam pikiran

Bagi Paulus, menjalani ibadah dalam hidup keseharian adalah suatu keharusan. Tetapi hal itu tidak dapat dilakukan jika pola pikir kita tidak diubahkan. Itu sebabnya, mengapa Paulus menekankan agar jangan terus menjadi serupa dengan dunia (jaman) dengan segala sistem atau pola pikirnya yang telah jatuh dalam dosa. Tetapi ia mendorong agar kita terus diubahkan oleh pembaharuan (secara kualitas bukan secara waktu) dalam pola pikir kita. Sehingga sebagai akibatnya, kita dimampukan untuk dapat menilai secara objektif dan tidak bias tentang kehendak Allah, yakni yang apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna ( = dewasa, matang, lengkap). Dan itu tidak lain adalah menjadi serupa dengan Kristus. Inilah komitmen yang harus berani diambil meskipun itu berarti kita harus hidup berbeda dengan cara hidup dunia.

~ Pdt. Widianto Yong ~