ALLAH YANG MEMELIHARA KELUARGA

Referensi Kotbah 20 September 2020

RUT 2:1-23

Berbicara tentang pemeliharaan Allah di dalam keluarga, bukan berarti setiap keluarga akan luput dari permasalahan hidup. Masalah dan penderitaan adalah bagian dari kehidupan manusia. Ketika Allah merancang dan memberkati keluarga, Dia tidak pernah berjanji bahwa permasalahan hidup tidak pernah ada. Akan tetapi yang Tuhan Allah janjikan dalam kehidupan keluarga adalah Ia akan selalu menyertai, memberikan kekuatan, iman dan pengharapan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Hal inilah yang dialami oleh keluarga Naomi pada masa itu. Kesedihan dan penderitaan, serta rasa malu adalah kondisi hati Naomi. Kehilangan suami serta kedua anaknya di negeri asing tentu membuat hati Naomi sangat sedih dan terluka. Bahkan ketika Naomi memilih untuk pulang ke kampung halamannya dengan status janda tanpa keturunan adalah suatu kondisi yang sangat berat yang harus dipikulnya. Akan tetapi sebagai seorang yang beriman kepada Allah, Naomi tetap memutuskan untuk kembali ke Betlehem bersama dengan menantunya Rut yang sangat mengasihinya, meskipun dengan segala kesedihan dan kepahitan yang harus dipikulnya.

Kisah Rut 2:1-23 menjadi babak baru di dalam kehidupan Naomi dan Rut. Suatu hal yang tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya menjadi cara Tuhan untuk memelihara kehidupan mereka. Rut bekerja di ladang Boas yang masih memiliki kerabat dengan Naomi, dan Rut mendapat kebaikan dari Boas sehingga dia boleh bekerja di ladang miliknya. Lebih dari pada itu, karena kebaikan hati Rut yang di dengar oleh Boas, Rut tidak hanya diizinkan memungut jelai tapi Rut juga dilindungi oleh Boas. Rut sangat bersyukur karena menerima kebaikan Boas dan menceritakannya kepada mertuanya, Naomi. Respons Naomi adalah sangat bersyukur dan mengucapkan berkat atas Boas di ayat 20 “… diberkatilah kiranya orang itu oleh Tuhan …” dan mengatakan bahwa Boas adalah kerabat dari Naomi yang wajib menebus mereka. Dan di pasal selanjutnya kita melihat bahwa Boas akhirnya menikahi Rut dan Tuhan mengaruniakan anak kepada mereka. Naomi sangat bersukacita akan hal itu. Dia tidak pernah berpikir kehidupannya yang begitu menyedihkan akan dipulihkan dengan sukacita yang berlimpah.

Dari kisah keluarga Naomi, kita belajar bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Dia pasti beri jalan keluar bagi masalah kita.  Dia juga memberikan kekuatan dan iman kepada setiap orang percaya untuk terus melangkah dan berharap pada janji-Nya. Karena itu, sekalipun ada kesukaran dan penderitaan, janganlah menyerah atau meninggalkan Allah yang hidup itu. Belajarlah berserah dan percaya pada-Nya.

Saat ini mungkin keluarga kita sedang mengalami guncangan. Suatu hal yang tidak pernah kita duga sebelumnya di mana ada wabah Covid-19 yang melanda Indonesia bahkan dunia. Perekonomian menjadi carut-marut, dan berdampak pula bagi keluarga kita, krisis ekonomi, krisis relasi, dll. Namun sebagai keluarga Kristen yang sudah mengalami kasih Tuhan, marilah kita tetap percaya dan belajar untuk terus beriman kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Di masa-masa sulit ini, kita akan senantiasa dipelihara oleh Tuhan karena kita yakin dan percaya bahwa Tuhan memelihara keluarga yang beriman kepada-Nya. Seperti Firman Tuhan dalam Mazmur 37:25, “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan atau anak cucunya meminta-minta roti.”

Kiranya Tuhan memberkati kita dengan firman-Nya dan teruslah belajar untuk beriman kepada-Nya, bahwa Tuhanlah yang memelihara keluarga kita dulu sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

~ Pnt.K. Susi Sihaloho ~