GEMBALA YANG DAPAT DIPERCAYA YOHANES

Referensi Kothbah 24 Mei 2020

Rasul Petrus memberikan nasihat kepada para penatua dalam 1 Petrus 5:1,“Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.” Kondisi orang-orang Kristen yang tersebar di Asia Kecil sedang  mengalami penganiayaan dari pihak kerajaan Roma karena iman kepada Tuhan Yesus. Sehingga, rasul Petrus menasihatkan atau mendesak para penatua untuk menggembalakan umat Tuhan. Para penatua yang dimaksud di sini adalah para pemimpin gereja (majelis, pendeta, pembimbing rohani) berdasarkan jabatan gerejawi pada masa itu.

Read more

ROH KUDUS SANG PEMBELA DAN PENOLONG MEREKA

Referensi Kothbah 17 Mei 2020

Istilah “penghibur atau penolong,” dalam bahasa Yunani disebut Parakletos (Yoh. 14:16, 26; 15:26; 16:7). Ia adalah Allah Roh Kudus, Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal. Ia mendiami setiap orang percaya untuk membimbing dan mengajar firman Allah, serta menuntunnya ke dalam segala kebenaran-Nya. Roh Kudus juga akan memberikan damai sejahtera-Nya (Yoh. 14:27), kasih-Nya (Yoh. 15:9-10) dan sukacita-Nya (Yoh. 15:11). Read more

LAKUKANLAH PEKERJAAN-NYA!

Referensi Kothbah 10 Mei 2020

Menjelang perpisahan dengan murid-murid-Nya, Yesus berkata: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (14:1). Sebelumnya Yesus telah menyampaikan kepada murid-murid-Nya: “Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepadamu” (Yoh. 13:33). Read more

BUKAN YESUS YANG KU KENAL

Referensi Kothbah 23 Feb 2020

Matius 17 : 1 – 9

“Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” adalah sebuah pertanyaan dari Yesus kepada Petrus (Mat 16:15) yang kemudian dijawab dengan begitu meyakinkan oleh Petrus dan mendapatkan pujian daripada Yesus karena Bapa di Sorga menyatakan hal tersebut kepadanya (16:17). Namun jawaban yang begitu mantap tersebut menyisakan pertanyaan apakah Petrus sungguh-sungguh memahami apa yang disebutkannya? Karena saat Yesus menyatakan akan penderitaan yang akan ditanggungnya (16:21), Petrus malah melarang Yesus dan Yesus harus menegur Petrus karena tidak memahami apa yang menjadi rencana Allah. Read more

MENOLAK IBADAH SEMU

Referensi Kotbah 09 Februari 2020
Yesaya 58 : 1 – 12

Ibadah, walaupun sudah berulang kali kita mendengar dan melakukannya, tidak sedikit dari kita yang keliru dalam melaksanakannya atau melupakan hakikat ibadah yang benar di hadapan TUHAN. Bukan hanya bagi kita yang hidup pada masa kini, yang menghadapi lebih banyak gangguan dari pada orang-orang pada masa lalu. Umat Tuhan pada masa lalupun bergeser dari prinsip-prinsip ibadah yang benar. Umat TUHAN pada masa Yesaya telah kehilangan pengertian yang benar tentang ibadah. Fokus mereka dalam beribadah bukan lagi TUHAN, tetapi kepentingan mereka. Ibadah mereka sangat egosentris, berpusat pada diri sendiri.  Read more

PERUBAHAN HIDUP

Referensi Kotbah 02 Februari 2019
Mikha 6 : 1 – 8

Dalam perikop firman Tuhan ini, nabi Mikha menggunakan bahasa legal untuk menggambarkan suatu “adegan” pengadilan, yaitu TUHAN sedang menghakimi Israel. Mikha 6:1, “Baiklah dengar firman yang diucapkan TUHAN: Bangkitlah, lancarkanlah pengaduan di depan gunung-gunung, dan biarlah bukit-bukit mendengar suaramu!” Kata “pengaduan” dalam bahasa Inggris “contend,” “riyb” dalam bahasa Ibrani memiliki arti istilah legalnya: “menghakimi” (to judge).
Ada dua pertanyaan dari TUHAN kepada umat Israel: Read more

DIPANGGIL MENJADI TERANG

Referensi Kotbah 19 Januari 2020

Yesaya 49 : 1 – 7

Nubuatan Yesaya dalam nas hari ini, sebagaimana biasanya suatu nubuatan yang berkaitan dengan rencana penyelamatan manusia, memiliki dua penggenapan: Yang pertama dalam kehidupan Israel sendiri dan yang kedua secara khusus berkenaan dengan Pribadi Juruselamat, Kristus Yesus, Sang Terang yang sejati (Yoh. 1:4, 5, 9). Israel sebagai bangsa pilihan Allah, ditetapkan untuk menjadi “terang” yang melalui mereka orang-orang yang hidup dalam kegelapan, tanpa pengenalan akan Allah yang benar, akan mengenal Allah yang sejati, TUHAN semesta alam. 700 tahun sesudah nubuatan Yesaya, Terang yang sejati itu turun ke dalam dunia, tinggal, “berkemah” di antara manusia (Yoh. 1:14, ‘tabernacled among us’). Read more

1 2 3 41