“YESUS TELAH BANGKIT, BERITAKANLAH!”

 

Referensi Kotbah 01 April 2018
Markus 16 : 1 – 8

Peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus adalah sebuah momen yang sangat mendasar bagi iman orang Kristen. Seorang Kristen bisa saja memahami banyak pengetahuan dan doktrin, namun semua itu menjadi sia-sia jikalau kebangkitan Yesus hanya merupakan sebuah mitos. Pentingnya kebangkitan Tuhan Yesus juga disebutkan oleh Rasul Paulus dalam 1 Kor 15:17 “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu . . .” Kebangkitan Yesus menjadi sangat penting bagi iman orang Kristen, karena menunjukkan bahwa Dia adalah benar-benar Tuhan yang hidup. Dan jika Yesus terbukti adalah Tuhan, maka tidak ada jalan keselamatan lain selain melalui Dia (Yoh 14:6).
Mengapa demikian? Ateisme, paham yang tidak percaya adanya Tuhan, jelas runtuh karena Yesus sendiri telah terbukti sebagai Tuhan yang hidup. Agama-agama politeisme, yang percaya ada banyaknya dewa/ilah, juga tumbang karena Yesus sebagai Tuhan menyatakan mengenai Allah yang adalah Esa. Dan agama-agama monoteisme lain, yang juga percaya akan satu Allah namun tidak percaya kepada Yesus sebagai Allah, jelas gagal karena Yesus telah membuktikan diri sebagai Tuhan melalui kebangitan-Nya. Jadi mempercayai kebangkitan Yesus adalah hal mendasar bagi iman setiap orang Kristen. Kekristenan yang tidak percaya akan kebangkitan Yesus adalah sama sekali bukan kekristenan.

Hari ini kita membaca catatan dari Markus mengenai kesaksian akan kebangkitan Yesus. Adalah para wanita yang datang ke kubur bermaksud merempah-rempahi mayat Yesus namun malah menemukan kubur telah kosong. Bagaimana mungkin kubur itu bisa kosong jika tidak ada sesuatu yang luar biasa telah terjadi?

Bayangkan wanita-wanita yang harus menghadapi kubur yang dijaga (Mat 27:62-66), ditutup oleh batu yang besar. Bagaimana mungkin mereka mencurinya seperti yang dituduhkan orang Yahudi? Terlalu sulit bagi sebuah usaha akal-akalan mengarang cerita Yesus bangkit jika tidak benar. Peristiwa yang mencatat tentang wanita menjadi saksi mata membuktikan sebuah keaslian cerita dari Markus ini. Mengapa? Karena pada budaya jaman itu, saksi mata wanita kurang dianggap di dalam sebuah pengadilan. Jadi jika Markus mengarang cerita bohong tentang kebangkitan Yesus, tentu dia tidak akan mengarang memakai saksi mata wanita, karena ceritanya tidak akan meyakinkan. Namun Markus memang mencatat peristiwa ini apa adanya karena memang itu adalah hal yang terjadi. Yesus memang benar-benar bangkit dari kubur dan telah menampakan diri kepada para murid-muridNya. Jika Yesus tidak bangkit, bagaimana mungkin para murid rela mati demi memberitakan Yesus?

Berita kebangkitan Yesus bukanlah sebuah berita untuk menjadi sekedar informasi bagi murid-murid. Dengan kuasa Yesus sendiri, berita kebangkitan-Nya justru menjadi dorongan bagi murid-murid untuk memberitakan kabar ini ke segala penjuru tempat. Kebangkitan Yesus melahirkan sebuah tanggung-jawab bagi orang percaya untuk memberitakannya. Bayangkan jika kita mengetahui ada sebuah produk makanan yang benar-benar asli di antara produk serupa yang memakai bahan berbahaya. Tidakkah kita akan merasa mendesak untuk memberitahukannya kepada sanak saudara, teman, orang-orang yang tidak mengetahuinya? Dan bagaimana jika kita benar-benar tahu dengan jelas bahwa Yesus telah bangkit, dan Dia adalah benar Tuhan? Tidakkah kita merasa peduli kepada saudara, teman, dan kenalan kita yang tidak mengetahuinya? Mari kita mulai mendoakan mereka yang belum percaya kepada Yesus, meminta hikmat Tuhan untuk kesempatan kepada mereka mendengarkan Injil ini. Kiranya Tuhan sendiri yang akan menguatkan kita untuk setiap tekad mengabarkan Yesus sebagai Tuhan kepada sekitar kita. Selamat hari Paskah!

~ Pnt.K. Richard Natasasmita ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *