WASPADALAH TERHADAP AJARAN PALSU

Referensi Kotbah 04 Februari 2018

04 Februari 2018
Ulangan 18 : 15 – 20

Kitab Ulangan menceritakan tentang Musa yang mengingatkan kembali bangsa Israel khususnya generasi penerus tentang peristiwa dan pengalaman bangsa mereka dari masa yang sudah berlalu. Kejadian tersebut terjadi pada tahun terakhir dari ke-40 tahun pengembaraan bangsa Israel di padang gurun. Kitab Ulangan terdiri dari 3 kotbah dan perkataan terakhir Musa yaitu:
Pasal 1-4: Kotbah pertama: mengingatkan yang sudah berlalu.
Pasal 5-26 : Kotbah kedua: merenungkan masa kini.
Pasal 27- 30 : Kotbah ketiga: memandang ke depan.
Pasal 31-34 : Perkataan terakhir Musa. Oleh karena Tuhan tidak memperkenankan Musa memasuki tanah Kanaan, maka ia menunjuk Yosua sebagai penggantinya. Setelah itu, Musa menyampaikan perkataan dan pesan-pesan terakhir kepada bangsa Israel.
Dalam perikop kita hari ini, Musa menasehati bangsa Israel agar mereka tidak terpengaruh dengan kepercayaan bangsa-bangsa yang daerahnya akan mereka duduki di negeri yang Tuhan berikan kepada mereka. Musa memperingati hal ini agar jangan sampai bangsa Israel mengikuti ajaran-ajaran bangsa-bangsa lain, karena ada diantara mereka yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau perempuan sebagai korban dalam api ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir (10), seorang pemantera ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati (11). Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal tersebut adalah kekejian bagi Tuhan (12). Tuhan tidak menghendaki umat-Nya terpengaruh dengan nabi-nabi palsu yang ada di sekitar mereka, melainkan Tuhan menghendaki agar umatnya hidup tak bercela dihadapanNya.

Nabi palsu yang dimaksud adalah “seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak diperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi allah lain, nabi itu harus mati” (20) dan “apabila seorang nabi berkata demi nama Tuhan dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN;…” (22).
Ulangan 18: 15-18 merupakan salah satu dari “Janji Mesianik” Allah Israel yang digenapi dalam Perjanjian Baru. Dalam Yohanes 1: 45: “Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya, “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret?”” dan Kisah Para Rasul 3: 22: “Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagi seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu”. Ayat-ayat ini menunjuk kepada satu pribadi yaitu Yesus Kristus.
Sebagaimana Musa mengingatkan bangsa Israel agar tidak terpengaruh dan terseret dengan kepercayaan bangsa-bangsa lain, demikian pula hari ini kita semua diingatkan untuk mewaspadai ajaran-ajaran palsu jaman sekarang. Beberapa contoh adalah gereja Mormon yang percaya bahwa Tuhan Yesus selama di dunia mempunyai isteri banyak, demikian pula dengan Saksi Yehova yang tidak mengakui Roh Kudus sebagai pribadi ketiga dari Allah Tritunggal, dan hanya mengakui Roh Kudus sebagai kuasa Allah saja (Band. Daun, hal. 17). Hal-hal seperti ini sangat bertentangan dengan ajaran Alkitab yang kita anut.
Untuk mencegah hal tersebut, kita harus hidup berpegang teguh kepada Firman Tuhan, tidak menjauhkan diri dari kumpulan orang percaya, mengikuti pembinaan-pembinaan yang diadakan oleh gereja, mengikuti kelompok-kelompok kecil/ wilayah, membaca buku buku rohani dan pengajaran yang sehat, agar kehidupan kerohanian kita terus terpelihara. Ketika kita meyakini, mendalami, dan mengerti kebenaran Firman Tuhan, niscaya kita akan berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus serta tidak mudah diombang-ambing ajaran palsu yang menyesatkan. Marilah kita bersama-sama waspada akan ajaran palsu seperti yang Rasul Paulus katakan: “Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu.” (I Timotius 4: 16).

Selamat bertumbuh di dalam FirmanNya!
Tuhan Yesus memberkati.

~ Pdt. Setiawan Sutedjo ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *