WASPADA TERHADAP KEPALSUAN

Referensi Kotbah 18 Agustus 2019
Yeremia 23 : 23 – 32

Setiap 17 Agustus bangsa Indonesia merayakan Kemerdekaan, tahun ini berusia ke 74 tahun. Tentu kita sangat berbahagia dapat memperingati kemerdekaan yang Tuhan berikan buat Indonesia. Di tahun ini sebagai bangsa sudah menyelesaikan acara yang besar pemilihan pemimpin Presiden dan wakilnya untuk memimpin di periode 2019-2024, kondisi sosial-politik setelah pemilu sudah semakin kondisif menuju perbaikan dan meskipun banyak rongrongan, kesatuan dan persatuan Indonesia, masih berdiri sebagai bangsa. Kita patut bersyukur dan terus berharap negara Indonesia terus menuju kemajuan, para pemimpin memiliki hati yang baik, dan dijauhkan berbagai macam masalah seperti: perpecahan, korupsi, kerusakan alam, bencana alam dan lain-lain.
Renungan minggu ini kita mau belajar melalui kitab Yeremia, ada pesan yang penting yang nabi Yeremia mau sampaikan pada waktu itu untuk kondisi saat ini. Nabi Yeremia menyampaikan nubuatnya kepada umat Israel secara khusus untuk orang-orang yang ada di Yehuda. Agar orang-orang Yehuda percaya kepada yang Allah sama seperti yang disampaikan Yeremia, di bandingkan yang disampaikan oleh nabi palsu. Memang berita yang nabi Yeremia sampaikan bukanlah berita yang mengenakkan, bukan berita sukacita tetapi berita kehancuran Israel dari bangsa Babel. Ini disebabkan karena hukuman dari Allah karena perbuatan-perbuatan umat tidak lagi setia kepada perjanjian (Yeremia 11:1-13:27).

Sedangkan Nabi-nabi Palsu yang saat itu ada memberitakan tentang damai sejahtera, mereka tetap menang melawan Babel, kemakmuran, dan keselamatan (Yeremia 6:14; 23:17). Dalam kondisi seperti ini tentunya umat diuji apakah mereka tetap mau mendengar berita hukuman dari Allah atau mau mendengar berita kemakmuran yang disampaikan nabi Palsu. Oleh sebab itu, pesan yang mau disampaikan nabi Yeremia agar umat waspada akan kepalsuan yang ada. Jangan terkecoh terhadap hukuman dari Allah karena Allah yang menghukum Dia juga yang mengampuni. Allah ingin mengikat perjanjian agar umat Israel tidak lagi berpaling dari diriNya sehingga tidak perlu lagi Ia menghukum mereka (Yeremia 31:33-34).
Dalam situasi yang ada ini nabi Yeremia ingin umat waspada kepada kepalsuan yang diberitakan dan mengingatkan bahwa Allah sendiri yang melawan nabi palsu yang menyesatkan umat-Nya. Tentu sikap yang perlu dimiliki oleh umat-Nya adalah:
1. Umat harus percaya kepada pemberitaan Firman (ay 23-24 & 29). Yeremia ingin mengingatkan umat bahwa percaya kepada Firman Allah dan kuasanya adalah keharusan. Walaupun Firman yang akan Allah beritakan dapat menghancurkan umat, atau firmanya tidak membawa damai sejahtera. FirmanNya digambarkan nabi Yeremia seperti Api dan palu yang menghancurkan (ay 29). Umat diingatkan untuk tetap percaya akan Pemberitaan Firman Tuhan bukan ajaran nabi-nabi palsu.
2. Waspadalah akan ajaran yang ada (ay. 25-28). Sikap pemimpin umat harus diwaspadai apakah ajarannya sungguh mau memberitakan suara Allah atau kepentingan dirinya sendiri. Yeremia mengatakan ada pemimpin mengatasnamanakan Tuhan tetapi yang diberitakan kepentingan dirinya sendiri bukan dari Tuhan, membawa umat tidak menyembah kepada Tuhan tetapi kepada Baal. Waspadailah pemimpin yang seperti ini karena ajarannya manusia semata, mimpi-mimpi dan ajaran nenek moyang.
3. Allah sendiri akan melawan kepalsuan. (ay. 30-32). Dari setiap kepalsuan yang dilakukan oleh nabi Palsu, Allah dengan tegas akan melawan perbuatan para nabi yang mencuri Firman Tuhan. Allah ingin bahwa umat tidak hidup dalam kepalsuan yang semu, Ia ingin umat-Nya mendengarkan Firman Tuhan apapun yang Allah sampaikan baik nubuat tentang damai sejahtera ataupun tentang hukuman.
Marilah kita sebagai umat Tuhan dingatkan kembali untuk setia akan firmanNya, waspada akan setiap ajaran yang saat ini berkembang, ujilah semua ajaran yang ada, kenalilah dan imanilah apa yang Tuhan sudah sampaikan karena setiap kepalsuan yang diajarkan dengan maksud baik atau jahat, Allah yang akan menjadi pembela kita.

~ Pnt.K. Andri Wahyudi ~