Tuhan Merendahkan dan Meninggikan

Referensi Kotbah  17 Juni 2018
Yehezkiel 17 : 22 – 24

Konteks bacaan kita kali ini (Yeh 17) merupakan sebuah alegori yang menceritakan mengenai keadaan Yehuda pada zaman Zedekia (2 Raj 24:20). Pada saat itu Babel telah menaklukkan Yehuda dan menawan raja Yoyakhin (keponakan Zedekia). Pemerintahan Babel saat itu mengangkat Zedekia sebagai raja di Yehuda untuk tunduk kepada Babel. Namun Zedekia malah berpikir untuk memberontak kepada Babel dengan meminta bantuan kepada Mesir. Dalam masa seperti inilah Firman Tuhan datang melalui nabi Yehezkiel untuk menubuatkan bahwa tindakan Zedekia ini akan menuai konsekuensinya (lih. 2 Raj 25:7). Sesungguhnya, apa yang telah dilakukan Zedekia bukanlah sekedar memberontak terhadap perjanjian dengan raja Babel, namun Zedekia juga telah memberontak terhadap Tuhan, karena sudah berlaku tidak setia terhadap-Nya (Yeh 17:19).

Namun nubuatan akan kehancuran pemerintahan Zedekia dan kerajaan Yehuda, diakhiri dengan sebuah harapan yang diberikan Tuhan (Yeh 17:22-24). Dalam firman yang disampaikan kepada nabi Yehezkiel, Tuhan akan memulihkan keadaan Yehuda/Israel dengan menumbuhkan lagi sebuah pohon dari carang yang baru dan yang akan menjadi tempat bernaungnya segala macam burung (ay.22-23). Nubuat ini digenapi dengan datangnya Kristus sebagai pembebas dan harapan bagi umat Allah. Kristus yang akan memulihkan kondisi umat Allah yang telah kering dan jauh dari Allah.

Jika kita merenungkan kondisi yang dialami oleh bangsa Yehuda, maka kita dapat melihat bahwa segala peristiwa dan sejarah umat manusia berada di bawah kendali Tuhan. Yeh 17:24 memperlihatkan bahwa segala bangsa (“segala pohon”) akan mengetahui bahwa Tuhan mampu membangkitkan dan menjatuhkan sebuah bangsa sesuai dengan kehendak-Nya. Bahkan pada akhrinya kita juga melihat bagaimana kerajaan Babel, yang dibangkitkan oleh Tuhan, juga akan dihancurkan oleh kekuatan tangan Tuhan.

Firman Tuhan ini mengajarkan kita bahwa segala peristiwa dalam kehidupan kita sesungguhnya berada dalam kendali Tuhan. Tuhan dapat membangkitkan / meninggikan kita saat kita bergantung dan taat kepada Dia, namun Tuhan juga dapat menjatuhkan/merendahkan kita ketika kita memberontak terhadap Dia. Tuhan juga memberikan harapan bagi mereka yang telah hancur (seperti “pohon yang layu kering” dalam nas di atas ), ketika mereka mencarinya di dalam Kristus.

Bila hari ini kita merasakan kehidupan yang serba rumit, merasa tidak berdaya dan kering, ingatlah bahwa hidup kita berada dalam kendali Tuhan. Dia sanggup memulihkan dan membangkitkan kita, ketika kita hidup sesuai dengan kehendak Dia. Namun kita juga perlu ingat, bahwa seberapa hebat posisi kita saat ini, atau betapa amannya keadaan kita sekarang, saat kita memberontak dan tidak hidup sesuai kehendak Dia, maka Tuhan punya kendali atas hidup kita. Dia sanggup menghancurkan dan merendahkan segala kesombongan seorang manusia yang hidupnya tidak mau diatur Tuhan.

~ Pnt.K. Richard Natasasmita ~