Tuhan Gembala Yang Adil

Referensi Kotbah 22 Juli 2018

Yeremia 23 : 1 – 6
Gembala adalah seorang pemimpin yang menjadi teladan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Napoleon Bonaparte pernah berkata ‘A leader is dealer in hope’ (Seorang pemimpin adalah agen pengharapan). Artinya seorang pemimpin memikul tanggung jawab yang berat untuk mewujudkan harapan orang-orang yang dipimpinnya. Mereka berharap bahwa seorang pemimpin mampu memenuhi harapan-harapan mereka.
Berbeda dengan konteks di atas, Tuhan ingin para pemimpin menggembalakan umatNya dengan benar dengan hidup sesuai kehendak Tuhan. Dengan demikian umat TUHAN akan hidup dalam penyertaan dan perlindungan TUHAN. Tetapi Tuhan, melalui nabi Yeremia, menilai buruk para pemimpin negara, pemimpin masyarakat, pemimpin agama (Nabi dan Imam) serta tokoh masyarakat pada saat itu. Kepemimpinan mereka sarat ketidakpedulian atau pembiaran atas rakyat, sekaligus umat Tuhan (ayat 1).
Bagi Tuhan, ketidakpedulian seorang pemimpin, berarti mengingkari tugas kepemimpinan untuk memelihara, menjaga dan mempersatukan umat Tuhan sehingga rakyat/umat terserak, tercerai-berai/tersesat. Pemimpin yang demikian dipandang Tuhan sebagai gembala yang jahat.
Karena ketidakpedulian mereka, maka Tuhan sendiri akan bertindak untuk menghukum para pemimpin (ayat 2).

Tetapi Ia juga akan mengumpulkan kembali umat yang tercerai berai dan memberikan gembala/pemimpin baru yang sesuai dengan hati Allah, sehingga mereka digembalakan dengan benar dan mengalami pemulihan. Dan akhirnya Allah akan memunculkan seorang Gembala dari Tunas Daud yang akan memimpin dengan Bijaksana, Adil dan di dalam Kebenaran, namaNya disebut ‘Tuhan Keadilan Kita’ yang menunjuk kepada Tuhan Yesus (ayat 5).
Jika Gembala adalah seorang Pemimpin yang diangkat Tuhan dan diberi wewenang baik di Negara, Kota, Gereja bahkan Keluarga untuk memimpin setiap orang untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, maka hendaklah ia melakukan tugasnya sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan. Demikian pula setiap kita yang menjadi orang-orang yang dipimpin/digembalakan, hendaknya memiliki rasa hormat dan taat kepada para pemimpin yang Tuhan percayakan, sehingga Tuhan dipermuliakan didalam dan melalui hidup kita dan janji berkat serta pemulihan menjadi bagian kita. Amin.

~ Pnt.K. Aronika Hutasoit ~