KEPEMIMPINAN
7 Oktober 2012 ( Perjamuan Kudus )
Tokoh Ezra – “Pribadi Yang Mencintai Firman Tuhan”
( Ezra Meneliti, Melakukan dan Mengajarkan Firman Allah)
Tujuan
1. Jemaat mengetahui bahwa Ezra disebut sebagai ‘imam dan ahli Taurat Allah semesta langit’ (Ezr. 7 : 10, 11, 12, 21). Ezra adalah seorang ahli kitab yang telah bertekad untuk meneliti Taurat Tuhan, melakukannya, dan mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel (jemaat mengetahui pergumulan Ezra menghadapi orang-orang yang mengabaikan Firman Allah)
2. Jemaat menyadari bahwa ia hidup di tengah-tengah zaman yang melakukan apa yang menyenangkan hatinya (natur manusia berdosa memberontak kepada Allah). Sebagai umat Allah harus memiliki tekad untuk meneliti dan melakukan firman Tuhan karena hanya dengan Firman Allah, umat Allah dapat memiliki pertumbuhan rohani dan hidup yang berdampak terhadap orang lain (keluarga, pekerjaan, pelayanan, dunia)
3. Jemaat menyadari bahwa keberhasilan dan kegagalan diukur dari kesetiaannya terhadap firman Allah.
4. Jemaat mengambil tekad belajar Firman Tuhan setiap hari dan melakukannya (diingatkan program G – Membaca Alkitab keseluruhan Alkitab dalam 1 tahun)
14 Oktober 2012
Tokoh Habakuk – “Pribadi Yang Berintegritas”
Ayat Pembahasan:
Tujuan
1. Jemaat memahami arti Integritas
2. Jemaat mengetahui situasi sulit yang dihadapi Habakuk: tentang keadaan orang benar menderita, tetapi orang fasik berjaya
3. Jemaat mengetahui teladan sikap Habakuk menghadapi situasi buruk: Integritas hidup Habakuk antara lain :
• Tetap setia bertekun dalam doa. Dalam Habakuk 1:2 tertulis: Berapa lama lagi, Tuhan, aku berteriak, tetapi tidak Kau dengar, aku berseru kepada-Mu :”Penindasan!” tetapi tidak Kautolong?
• Tetap merindukan kebaikan dan keadilan. ( Hab 1:3-4)
• Hidup oleh percaya. ( Hab 2:4)
• Takut akan Tuhan. ( Hab 3:2)
• Bersukacita di dalam Tuhan sekalipun situasi tidak baik. ( Hab 3:17-19)
4. Jemaat mau menunjukkan hidup berintegritas dalam seluruh keadan dan tempat: keluarga, gereja/pelayanan, pekerjaan dan masyarakat
21 Oktober 2012
Tokoh Paulus – “Pribadi Yang Rendah Hati”
Ayat pembahasan, Filipi 3:4-16 & Fil 2:3-11
Tujuan :
1. Jemaat mengetahui segala kelebihan Rasul Paulus yang dapat membuatnya menyombongkan diri
2. Jemaat mengetahui apa yang mendasari seseorang memiliki sikap rendah hati dan sikap Allah terhadap orang yang rendah hati
3. Jemaat mengambil tindakan untuk meninggalkan sikap sombong dan belajar rendah hati
28 Oktober 2012
Tokoh Yonatan – “Pribadi Yang Bersahabat”
Ayat pembahasan, I Sam 18-20 ; Amsal 17:17; Yoh 15:15
1. Jemaat mengetahui bukti-bukti kasih Yonatan kepada Daud dan alasan-alasannya ia berbuat seperti itu
2. Jemaat dapat mengetahui nilai-nilai penting yang didapatkan dari persahabatan
3. Jemaat memahami tindakan yang merintangi dirinya menjadi pribadi yang bersahabat
Catatan : menurut Martin Buber ada 2 pola persahabatan:
• I-Thou (aku – engkau ), pola hubungan seseorang akan memandang orang lain sebagai sesama manusia yang mempunyai kehedak, pikiran, dan perasaan yang berbeda dengannya. Seseorang yang memperlakukan teman sebagi subyek. Pola hubungan timbal balik: saling menghargai, menolong, menegor dan mengasihi
• I-It (aku-itu), pola hubungan yang memperlakukan teman sebagai benda:dapat dimiliki, diperalat, diperlakukan semaunya, dan teman tersebut harus menuruti kehendaknya tanpa protes. Sang teman hanya sebatas robot dan objek semata.
4. Jemaat meneladani kesetiaan Yonatan dalam persahabatan



