TANTANGAN DAN RINTANGAN BAGI SAKSI KRISTUS

Referensi Kotbah 28 April 2019

Kisah Para Rasul 5 : 26 – 33

Saksi Kristus adalah setiap orang yang sudah percaya kepada Kristus. Setiap orang yang sudah percaya kepada Kristus memiliki panggilan dan tugas, di manapun dan kapan pun, untuk memberikan kesaksian tentang cinta kasih Kristus kepada semua orang, supaya lewat hidupnya orang percaya kepada Kristus. Menjadi saksi Kristus membutuhkan keberanian, kesabaran, kesetiaan, komitmen, dan kesungguhan hati karena ada tantangan dan rintangan yang dihadapi, seperti dimusuhi, dikucilkan, dipenjara, bahkan terancam nyawa. Ini dialami murid-murid Yesus dalam nas kita hari ini.
Ketaatan dan kesetiaan murid-murid Yesus dalam memberi kesaksian tentang kebangkitan Yesus dan pekerjaan Roh Kudus mengadakan banyak tanda dan mujizat membuat jumlah orang yang percaya kepada Kristus terus bertambah (ayat 12, 14). Ini adalah kabar baik bagi semua orang percaya, tetapi juga membuat Imam Besar dan pengikut-pengikutnya iri hati (ayat 17) sehingga mereka memenjarakan rasul-rasul (ayat 18 dst.).
Apakah para rasul menjadi takut dan berhenti bersaksi? Tidak. Dengan penuh keberanian mereka justru menyampaikan tentang Yesus Kristus. Tantangan kita di zaman ini bisa jadi beda, berupa perasaan malas, cuek terhadap keselamatan orang lain, sungkan, takut dituduh mengkristenkan orang lain, tidak sadar tentang tugas kita untuk menyaksikan Kristus, takut dianiaya/dipenjara dan sebagainya. Apa yang menjadi tantangan dan rintangan Anda saat ini untuk bersaksi tentang Kristus?

Walaupun para rasul menghadapi tantangan dan rintangan, mereka tidak takut dan tetap setia bersaksi. Sikap inilah yang seharusnya menjadi gaya hidup orang percaya. Apapun tantangan dan rintangan dalam kehidupan kita masing-masing, ada 2 sikap yang perlu dimiliki supaya kita bisa tetap melaksanakan tugas dan panggilan sebagai saksi Kristus, yaitu:
1. TAAT. Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia (ay 29). Setiap saat kita diperhadapkan dengan pilihan hidup. Setiap pilihan memiliki konsekuensi. Setiap saat, Tuhan memberikan kesempatan kepada Anda dan saya untuk menjadi saksi Kristus kepada orang-orang di sekitar kita. Apakah Anda membiasakan/melatih diri untuk lebih taat kepada Allah atau kepada keegoisan diri?
2. GEMBIRA. Para rasul meninggalkan sidang dengan gembira, karena mereka dianggap layak menderita penghinaan karena Nama Yesus (ayat 41). Banyak gereja dan orang Kristen di berbagai belahan dunia di sepanjang sejarah menghadapi tekanan dan penganiayaan yang sangat berat, bahkan harus mati martir, namun mereka tetap bersukacita, setia beriman, serta memberitakan Injil sampai akhirnya. Mengapa? Karena perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus telah mengubah pemahaman mereka bahwa kegembiraan mereka bukan berdasarkan standar dunia: fisik, kekayaan, kesehatan, popularitas, dll. Melainkan kegembiraan mereka adalah mengenal, menikmati, dan menjadi saksi Kristus. Di antara banyak sumber kegembiraan Anda, apakah menjadi saksi Kristus ada dalam daftar tersebut?
Selamat, buat Anda yang masuk daftar orang percaya: taat dan gembira menjadi saksi Kristus! Tetapi ingatlah, menjadi saksi Kristus bukan hanya slogan/kata-kata semata, atau status agama di KTP. Saksi Kristus adalah sebuah pribadi yang menghidupi dan menjadi saksi Kristus dalam hidupnya secara nyata, sehingga orang lain dapat melihat Kristus nyata dalam kehidupannya yaitu sikap, ucapan, dan perbuatan kita selaras, tidak ada perbedaan. Menjadi saksi Kristus tidaklah mudah, tentu ada rintangan dan tantangan. Mari kita minta anugerah Tuhan untuk kita punya hati terus bersaksi dan kekuatan menjadi saksi-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

“Kalau saja kehidupan orang-orang Kristen dalam teladan Kristus,
seluruh dunia akan menjadi Kristen.”
Mathatma Gandhi

~ Pnt.K. Relly Rajagukguk ~