Tak Selamanya Tuhan Mendendam

Referensi Kotbah 11 Maret 2018

Bilangan 21 : 4 – 9

Saya terpikir dengan kalimat ini,“ada hukuman karena adanya pelanggaran hukum?’. Inilah yg terjadi dengan orang Israel. Ketika orang Israel tiba di Kadesh, Musa mengirimkan pesan kepada raja Edom untuk ijin melalui wilayahnya (karena itu jalan terdekat menuju tanah Kanaan). Tetapi, orang Edom menolak permintaan orang Israel bahkan ‘mengancam’ kalau sampai lewat (21:14-21). Akibat penolakan ini, orang Israel membutuhkan waktu yang lebih panjang lagi karena harus berjalan kembali ke arah selatan (arah Laut Teberau) untuk mengelilingi wilayah Edom (ay 4). Hal ini menimbulkan kekecewaan bagi orang Israel.
Perasaan kecewa adalah hal yang wajar, tetapi menjadi salah ketika mengungkapkannya dengan cara,waktu,tempat yang tidak tepat. Inilah yang terjadi dengan orang Israel, mereka mengungkapkan kekecewaannya dgn cara yang salah , yaitu:
1) Mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa, ayat 5;
2) Tidak mempercayai pimpinan Tuhan keluar dari Mesir, ayat 5b;
3) Mereka tidak menghargai berkat Tuhan dengan mengatakan roti manna yang diberikan Tuhan dikataan hambar, ayat 5c. Padahal Alkitab berkata rasanya seperti kue madu (Bil 16:31)
Akibatnya, Tuhan menghukum mereka dengan mendatangkan ular-ular tedung untuk memagut mereka sehingga banyak orang Israel yang mati. Karena hukuman Tuhan ini, orang Israel berkata kepada Musa,’Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepda TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami. Lalu Musa berdoa .’

Kita bersyukur memiliki Allah yang panjang sabar, tidak selamanya Ia menghukum. Ketika orang Israel menyadari kesalahan dan minta ampun, mereka akan tetap hidup jika melihat kepada ular tembaga yang dibuat oleh Musa atas perintah Tuhan, ay 9.
Bapak/ibu, sdr/i yang terkasih dalam Yesus Kristus, ada saat sikap kita sama seperti bangsa Israel memandang dan bersikap ketika mengalami pergumulan. Pelajaran apa yang kita ambil dari Bilangan 21:4-9
1. Allah yang menghukum adalah juga Allah yang mengasihi. Dalam pemikiran kita sebagai manusia yang terbatas bahwa Allah yang menghukum tidak cocok dengan gambaran yang kita inginkan tentang Allah yang mengasihi. Tapi kenyatannya, Tuhan menghukum bukan karena Dia membenci kita, melainkan karena Dia masih tetap MENGASIHI kita. Berbeda dengan manusia yang cenderung menghukum atau ingin balas dendam karena ada rasa benci. Lewat HUKUMAN, Dia hendak mendidik orang Israel dan juga kita semua yang berdosa supaya sadar akan kesalahan, bertobat dan bertanggung jawab atas kesempatan dan anugrah hidup yang Tuhan beri. Menurut Anda, ketika seseorang melakukan kesalahan dan terus menerus melakukan kesalahan tanpa ada konsekuensi berupa HUKUMAN. Apa yang akan terjadi pada dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa dan dunia?
2. Allah yang menghukum adalah juga Allah yang menyelamatkan. Sebagaimana orang Israel selamat dari kematian karena pagutan ular jika mereka memandang pada ular tembaga. Demikian juga setiap orang akan selamat dari penghukuman dosa ketika memandang pada salib Kristus yaitu percaya dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Dan keselamatan yang Tuhan Yesus berikan, tidak hanya berbicara tentang hidup yang kekal tetapi berbicara tentang keselamatan saat ini, detik demi detik kehidupan yang kita jalani. Kapan pun Anda dan saya, mengalami pergumulan mari senantiasa memandang pada salib Kristus sehingga kita tetap kuat dan berkemenangan. Jika kita hanya melihat pada diri kita sendiri maka yang ada hanyalah kelemahan, kekecewaan, penyesalan dan keputus-asaan. Tetapi, jika kita memandang pada salib Kristus, maka kita akan beroleh kekuatan, pengampunan, pengharapan dan kebermaknaan hidup karena Dia Allah yang senantiasa memelihara dan menyelamatkan kita.

Bapak/ibu, sdr/i yang terkasih dalam Yesus Kristus, jika saat ini Anda sedang bergumul dengan persoalan hidupmu dan bertanya dimana Tuhan? Mari kita belajar dari kehidupan bangsa Israel, biarlah pergumulan atau kesusahan yang kita alami membuat kita makin mengenal dan mempercayai bahwa Allah yang kita sembah didalam Tuhan Yesus adalah Allah yang masih tetap MENGASIHI dan MENYELAMATKAN kita. Tuhan Yesus memberkati.

~ Pnt.K. Relly Rajagukguk ~

Leave a Reply