SETIA MENJALANI PANGGILAN

Referensi Kotbah 13 Januari 2019

Lukas 3 : 15 – 22

Yohanes Pembaptis dipilih Tuhan untuk menggenapi apa yang disampaikan oleh nabi Yesaya di dalam Yesaya 40 : 3, Ada suara yang berseru-seru : “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!”. Yohanes Pembaptis datang ke seluruh Yordan dan menyerukan supaya orang-orang bertobat dan memberikan diri untuk dibaptis dan Allah akan mengampuni dosa mereka (Luk.3 : 3). Dan mereka yang sudah bertobat harus hidup menghasilkan buah-buah pertobatan . Mereka yang tidak mau bertobat maka akan mendapatkan murka dari Tuhan dan mereka akan dibuang ke dalam api.
Apa yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis adalah pengajaran yang penuh kuasa dan otoritas, pengajaran yang sangat kuat untuk mengubah dunia, sehingga membuat orang-orang yang mendengarnya berpikir dan bertanya-tanya dalam hatinya, jangan-jangan ini adalah Mesias . Mereka berharap ada raja yang memimpin mereka. Mereka sangat memerlukan kelepasan karena saat itu mereka berada dalam keadaan yang tertindas. Walaupun Yohanes Pembaptis tidak tahu apa yang ada dalam pikiran mereka, namun pernyataan Yohanes Pembaptis menjawab apa yang mereka pikirkan dan mereka pertanyakan.
Yohanes Pembaptis mengarahkan hati orang banyak kepada Yesus Kristus yang adalah Sang Mesias yang mereka nantikan. Yohanes Pembaptis dengan rendah hati ia mengakui bahwa :

Yesus mempunyai kuasa yang lebih besar daripada dirinya
• Yohanes hanya dapat melakukan baptisan dengan air yang melambangkan adanya perubahan hati. Tetapi Yesus Kristus dapat dan akan membaptis dengan Roh Kudus, yang melakukan pembaharuan dalam hati seseorang.
• Yohanes hanya dapat mengajarkan adanya pemisahan antara yang berharga dan yang tidak berharga. Tetapi Yesus Kristus dapat dan akan memisahkan antara orang percaya dan yang tidak percaya.
• Yohanes hanya dapat mengajarkan mengenai penghiburan kepada mereka yang menerima Injil mereka akan selamat. Tetapi Yesus Kristus sendiri yang akan memberikan penghiburan dan yang akan menyelamatkan mereka.
• Yohanes hanya dapat mengancam orang-orang munafik, dan memberi tahu bahwa pohon yang tidak berbuah akan ditebang dan dibuang ke dalam api. Tetapi Yesus Kristus yang akan melaksanakan ancaman itu, orang yang seperti sekam akan dibakar-Nya dengan api yang tidak terpadamkan.
Yohanes Pembaptis setia pada panggilannya yaitu mempersiapkan jalan bagi Yesus Kristus Sang Mesias itu; menyerukan pertobatan dan mempersiapkan orang-orang untuk menerima Kristus. Yohanes tidak mengambil kesempatan mendapatkan popularitas karena kehebatan dia dalam pengajaran yang ia sampaikan. Bahkan Yohanes tekun memberitakan kebenaran itu sampai mati dalam pelayanannya.
Tuhan juga memanggil kita setiap anak-anak Tuhan untuk ambil bagian dalam melayani Tuhan. Kita harus setia pada panggilan kita sesuai dengan karunia yang Tuhan berikan kepada kita. Contoh ketika Tuhan mempercayakan kepada seseorang untuk melayani sebagai guru Sekolah Minggu, hendaklah ia setia pada panggilannya di Sekolah Minggu. Ia harus fokus dan bertanggung jawab dalam melayani sebagai guru Sekolah Minggu.
Mari kita setia pada panggilan kita masing-masing, supaya kita dapat maksimal melayani di bidang kita dan nama Tuhan dimuliakan.

~ Pdt. Puspa Noviana ~