RINDU YANG TAKKAN PERNAH MENGECEWAKAN

Referensi Kotbah 13 Oktober 2019

Mazmur 84 : 1 – 13
Kerinduan yang sangat mendalam kepada Allah diungkapkan pemazmur dengan berkata ‘Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran Tuhan; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup (ayat 3). Ungkapan ini adalah gambaran keintimannya dengan Tuhannya melebihi apapun dan siapun. Kerinduan yang dirasakan mendorongnya untuk datang ke rumah Tuhan dengan menempuh perjalanan yang sangat panjang dan tantangan yang tidak sedikit (ayat 7-8). Bahkan pemazmur mengatakan ‘sebab lebih baik satu hari dipelataranMu, daripada seribu hari ditempat lain’ (ayt 11a). Pemazmur ingin menegaskan bahwa tidak ada tempat yang lebih baik selain berada di hadirat Tuhan.
Menikmati Tuhan dan hadiratNya, membuat pemazmur berbahagia (ayat 5,6,13). Kebahagiaan yang di kerjakan oleh Allah membuat hidupnya berbeda. Jika standar kebahagiaan dunia adalah ketika seseorang menjadi kaya, sukses, sehat, dan mendapatkan segala yang diinginkan, pemazmur justru mengungkapkan bahwa kebahagiaan sejati hanya dialami ketika seseorang bersandar penuh kepada Tuhan. Tuhanlah yang memampukannya melewati lembah baka/tantangan hidup sesulit apapun.

Pemazmur juga mengungkapkan kebahagiaannya ketika ia memiliki relasi yang semakin intim dengan Tuhan, membuatnya semakin lama semakin kuat bukan semakin lemah dan kalah. Itu jugalah yang dialami para tokoh iman dalam Alkitab seperti Abraham, Musa, Daud, Paulus dan lain-lain. Mereka adalah orang-orang biasa yang terbatas dan rapuh. Mereka juga menghadapi tantangan hidup seperti semua orang di dunia, tetapi mereka menjadi luar biasa dipakai Tuhan karena mereka mencari dan mengandalkan Tuhan. Mereka berbahagia karena Tuhan dan di dalam Tuhan (ayat 13).
Sebagaimana pemazmur yang sungguh-sungguh merindukan Tuhan dan hadiratNya, biarlah setiap kita yang percaya kepadaNYa juga memiliki kerinduan yang sama yang menjadikan kita berbahagia dalam hidup dan semakin lama semakin kuat menjalani hidup ini karena mengandalkan Tuhan sebagai Matahari dan Perisai kita (ayat 12). Kita datang ke rumah Tuhan bukan karena keindahan gedung Gereja, nikmatnya lagu-lagu pujian, atau suasana ibadah yang nyaman, tetapi karena kita sungguh merindukan Allah dan hadiratNya lebih dari segalanya. Bapa ibu yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, sudahkah kita senantiasa merindukan Rumah Tuhan karena kita merindukan Tuhan dan hadiratNya dengan segenap hati kita?

~ Pnt.K. Aronika Hutasoit ~