PERSIAPKANLAH JALAN BAGI TUHAN

Referensi Kotbah 09 Desember 2018

Lukas 3 : 1 – 20

Yohanes Pembaptis adalah anak dari imam Zakharia dan Elisabet (1:5), mulai memberitakan Injil Kerajaan Allah pada tahun kelima belas pemerintahan Kaisar Tiberius, waktu itu Pontius Pilatus menjabat wali negeri Yudea (ayt 1). Ia memberitakan firman Tuhan ke seluruh daerah Yordan dengan berseru: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu (ayt 3);… dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan (ayt 6)” (bnd. Yes. 40:3-5, Yohanes sudah dinubuatkan ratusan tahun sebelum Masehi sebagai orang yang berseru-seru di padang gurun). Di mata Yohanes, orang Farisi dan orang Saduki adalah sebagai keturunan ular beludak! yang tidak menghasilkan buah-buah pertobatan yang akan ditebang dan dibuang ke dalam api, walaupun mereka berpikir sebagai keturunan Abraham (ayt 7-9 bnd. Mat. 3:7).

Kepada orang banyak yang bertanya, Yohanes memberi jawab sangat tepat yaitu supaya mereka memiliki belas kasihan dengan peduli kepada yang tidak punya; menjalankan tugas sebagai pemungut cukai sesuai ketentuan yang berlaku; sebagai prajurit tidak merampas dan memeras melainkan mencukupkan diri sesuai penghasilan yang ada (ayt 10-14).

Di hadapan orang banyak yang berharap kalau-kalau Yohanes adalah Sang Mesias sebagai Penolong yang sedang dinantikan, Yohanes dengan jujur dan rendah hati mengatakan ia “tidak layak membuka tali kasut-Nya” (ungkapan yang menyatakan bahwa menjadi budak Mesias saja ia tidak layak; membuka tali kasut adalah pekerjaan budak.), ia hanya membaptis dengan air sebagai tanda pertobatan (bnd. Mat. 3:11) sedangkan Sang Mesias lebih berkuasa dari padanya dan akan membaptis dengan Roh Kudus dan api, (ayt 15-16). Yohanes ingin menegaskan bahwa ia hanyalah pendahulu dari Sang Mesias, yang akan dinyatakan kemudian melalui pelayanannya. Yohanes banyak memberikan nasihat lain kepada orang banyak dalam memberitakan Injil (ayt 18). Ia menegor kesalahan raja Herodes dan segala kejahatan lain yang dilakukannya, walau untuk itu Yohanes harus masuk penjara. Melalui pelayanan Yohanes Pembaptis, umat Allah disiapkan untuk menyambut penyataan Sang Mesias.

“Yohanes Pembaptis disebut sebagai nabi Allah Yang Mahatinggi; … akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, …memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka” (1:76-77) Dia memberitahu bahwa Allah akan mengampuni dosa mereka yang bertobat dan dibaptis, baptisan Yohanes sebagai tanda pertobatan, tetapi Kristuslah yang menentukan orang yang hidup menurut firman-Nya yang diumpamakan sebagai gandum yang akan masuk ke dalam lumbung, sedangkan orang yang hidup tidak menurut firman-Nya sebagai jerami yang akan dibakar api tak terpadamkan.

Jemaat GKK yang dikasihi Tuhan marilah kita bersyukur dan menjalani hidup ini sesuai firman Tuhan, karena kita adalah orang-orang yang telah ditebus menjadi milik Sang Mesias yaitu Kristus Yesus Tuhan. Apakah kita juga bersedia untuk dipakai sebagai alat ditangan Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya dalam kehidupan sesama kita, seperti Yohanes telah melayani Dia?

~ Pdt. Daniel Lie ~