Referensi Kotbah 08 Januari 2011
Yunus 1
“Datanglah firman Tuhan kepada Yunus … Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepadaKu.” (Yunus 1 : 1-2)
Kita di dunia ini bukan suatu kebetulan. Tuhan menciptakan dan menempatkan kita di dunia untuk menggenapi rencanaNya melalui panggilan khusus yang Tuhan sudah siapkan bagi kita. Panggilan Tuhan dalam hidup kita bukan untuk dilupakan atau diabaikan melainkan harus dikerjakan. Ia mau supaya kita hidup dan menjalani panggilan itu untuk kebaikan kita, kebaikan orang lain serta kemuliaan namaNya (Efesus 2 : 10).
Dalam Yunus 1 : 1 – 17, kita menemukan bahwa Tuhan memiliki panggilan terhadap Yunus. Melalui panggilan Tuhan terhadap Yunus, ada banyak hal yang dapat kita pelajari, beberapa di antaranya adalah :
1. Tuhan memiliki panggilan kepada setiap orang (1 : 1-3) Panggilan Tuhan terhadap Yunus supaya pergi ke Niniwe dan memberitakan pertobatan merupakan pergumulan yang berat baginya. Bahkan Yunus pun membenci orang-orang Niniwe, mengapa ? Karena bangsa Niniwe adalah bangsa yang sangat jahat (Yun 3:8) dan sadis / penumpah darah (Nahum 3:1). Bangsa Israel pernah ditawan dan diperlakukan kejam oleh orang Niniwe. Oleh karena itu, sulit bagi Yunus untuk mentaati panggilan Tuhan melayani orang Niniwe. Yunus tidak terima kalau Tuhan menginginkan orang-orang Niniwe bertobat dan bebas dari hukumanNya. Bagi Yunus, bangsa Niniwe itu jahat maka pantas dihukum dan dibinasakan. Tetapi Allah justru sangat mengasihi orang-orang Niniwe dan menginginkan mereka bertobat.
Penerapan : Seperti Yunus, Tuhan juga punya panggilan kepada setiap orang termasuk kita. Allah rindu semua orang mengetahui kasihNya. Oleh karena itulah, Tuhan memanggil kita untuk mengasihi dan melayani setiap orang, termasuk orang-orang yang menurut kita tidak pantas untuk dikasihi dan layani. Mungkin mereka adalah orang-orang yang berbuat jahat kepada kita / yang menghianati kita / mempersulit hidup kita, dll. Atau bahkan mereka adalah keluarga atau sahabat yang sudah melukai perasaan kita. Maukah kita belajar mengasihi, seperti Tuhan mengasihi semua orang ?
2. Resiko menolak panggilan Tuhan (1 : 4 – 17)
Respon Yunus terhadap panggilan Tuhan adalah tidak taat sehingga ia melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan (ayat 3a). Pada waktu itu, mereka beranggapan bahwa Tarsis adalah ‘ujung bumi’, sehingga untuk pergi ke Tarsis Yunus harus belayar selama satu tahun. Yunus berpikir dengan melarikan diri ke Tarsis ‘ujung bumi’, maka ia bisa lari dari panggilan Allah. Yunus lupa bahwa Allah Mahatahu, di manapun kita berada Tuhan hadir di sana (Mazmur 139 : 7-10). Yunus juga tidak menyadari bahwa ketidaktaatannya terhadap panggilan Allah membawa resiko bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya yaitu nyawa mereka terancam bahaya.
Penerapan : Memenuhi panggilan Tuhan bukan berarti tanpa pengorbanan, karena kita harus keluar dari zona nyaman dengan segala resiko yang ada. Meskipun begitu, TAAT pada panggilan Tuhan adalah pilihan terbaik apapun resikonya – berat tapi jadi berkat ! Sebaliknya, jika menolak panggilan Tuhan tentu ada resikonya seperti Yunus mengalami masalah bahkan menjadi sumber masalah bagi orang lain. Bagaimana respon kita panggilan Allah, Apakah kita mau taat secara langsung seperti Maria, ‘. . . jadilah padaku menurut perkataanmu itu (Lukas 1: 38); Atau memilih seperti Yunus, kita mau taat setelah dipaksa / dihajar / dididik Tuhan ?
“Dalam perjalanan hidup ini, kita merasa sudah berkorban banyak hal untuk taat pada panggilan Tuhan. Ternyata, ini adalah sebuah pemahaman yang keliru. Sebenarnya bukan kita yang berkorban banyak untuk Tuhan tetapi justru Tuhan yang meresikokan diri lebih besar dengan mempercayakan pelayanan yang mulia kepada kita. Segala sesuatu dapat Tuhan lakukan sendiri dengan sempurna tanpa bantuan kita, namun Tuhan ajak kita bersama-sama untuk melakukannya. Itu sebab setiap pelayanan yang ada biarlah kita melihat sebagai sebuah anugerah, apapun itu. Kita melakukannya seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia ataupun gereja sehingga engkau tidak akan pernah kecewa” (saduran tulian Pdt. Yohan Candawasa). Marilah kita benar-benar mendengar dan melakukan apa yang Tuhan mau, maka Tuhan akan memberkati pelayanan kita, dan orang lainpun akan mendapatkan berkat dari pelayanan yang ada.
Oleh :
Ibu Relly Rajagukguk



