Pentakosta dan Cara Hidup Jemaat Tuhan

Kisah Para Rasul 2 : 41 – 47

Referensi Kotbah 27 mei 2012

Ada pemahaman yang salah tentang kata Penta-Kosta{dari bhs PentÄ“kostÄ“ [hÄ“mera] (www.en.wikipedia), (Penta=5 sedangkan Kosta=10 jadi artinya hari ke 50) menjadi Pantekosta (Pante=banyak dan Kosta=10 jadi artinya banyak sepuluh) bukankah kebanyakan orang menyebut salah satu gereja dengan sebutan Gereja Pantekosta.

Pada hari Pentakosta,Roh Kudus dicurahkan sesuai dengan yang dijanjikan Yesus sesudah kenaikannya ke surga. murid-murid Yesus berhasil mempertobatkan (panen raya) tiga ribu jiwa pada hari tersebut dan hal inilah yang disebut dengan lahirnya gereja mula-mula.

Sebelumnya Pentakosta adalah hari raya besar orang Yahudi datang dari segala penjuru dunia ke Yerusalem  untuk merayakan Shavuot  atau festival panen raya. yang kemudian diadopsi oleh Gereja karena Pencurahan Roh Kudus maka terjadi panen jiwa. Menjadi tanda akhir penghinaan Kristus berganti menjadi kemuliaan Kristus dan ini bisa terjadi karena Roh Kudus.

“Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini” ini gema belas kasihan hati TUHAN yang memberi kesempatan adakah hati kita tidak terharu seperti jemaat mula2 yang mendengarkan kotbah Petrus ?

 

Dari  buah  pertobatan  kita  bisa  dikenali  seperti  jemaat  mula2  yaitu :

  1. Menerima Perkataan (Firman TUHAN)
  2. Menerima diri dibaptis (sebagai tanda mati dan bangkit bersama Yesus)
  3. Bertekun dalam doa dan pengajaran
  4. Bertekun dalam persekutuan (saling mendahului untuk memperhatikan kebutuhan orang lain).

 

Konsekwensi dari Pertobatan

  1. Tetap  bersatu  (kesatuan)
  2. Saling  berbagi
  3. Sehati  (kesehatian),  gembira  dan  tulus
  4. Memuji  ALLAH

 

Dampak  dari  Pertobatan

  1. Disukai  orang
  2. TUHAN   menambahkan  jumlah  orang  yang  diselamatkan.

Ini terjadi Gereja Mula2 pertanyaan apakah ini terjadi juga dengan GKK yang mempunyai visi “Menjadi Keluarga Missioner” ?Adakah ada perubahan gaya hidup kita dari egois menjadi menjadi hidup berbagi dan meletakkan Kristus sebagai pusat hidupnya.

Marilah periksa diri posisi saya ada dimanakah diluar Kristus atau di dalam Kristus ? Dengan hidup yang berdampak bagi TUHAN dan orang sekitar kita dapat merasakannya ? Apakah saya dan saudara mau gereja saudara bertumbuh? Kalau ya, tirulah gereja abad pertama, khususnya dalam penekanan Firman Tuhan, persekutuan dan doa!

 

~ Bp.  Hilton  Tantra ~

 

Pergi dan Menghasilkan Buah

 Yohanes 15 : 9 – 17

Referensi Kotbah 20 mei 2012

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.
Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya …………..                           (ayat 16)

Bagi orang percaya  untuk menjalani kehidupan yang berbuah dan menjadi berkat, kehidupan yang bagaimanakah ?
Kehidupan  yang digambarkan dengan adanya kesatuan dan persekutuan dengan Kristus :
Tinggal  di dalam Aku (Yohanes 15 :  4, 5 & 7)
Tinggal di dalam kasihKu (ayat 9 & 10)

I.        Tinggal di dalam kasihKu (tiga kali Tuhan Yesus katakan dalam ayat  9 & 10)
Bukan kasih yang emosional , tetapi kasih dalam ketaatan menuruti perintah Tuhan.
Tuhan Yesus memberi teladan taat kepada BapaNya. Kita memakai teladan itu sebagai pola untuk ketaatan kita kepadaNya.

Hidup tinggal di dalam kasih Kristus, berarti :
–        Percaya Yesus Kristus adalah Anak Allah dan menerima Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan
–        Sebagai seorang sahabat yang taat melakukan apa yang Tuhan Yesus katakan
–        Menjalani kehidupan dengan terus beriman kepadaNya.

II.     Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu
1.       Tuhan Yesus yang membuat pilihan pertama, yaitu dengan teladan mengasihi (ayat 15).
–        Dia memberikan nyawaNya untuk murid-muridNya dan kita orang percaya, supaya kita mengasihiNya.
–        Taat melakukan perintahNya sebagai sahabat (ayat 14, 15)
–        Menetapkan kita untuk pergi dan menghasilkan buah (ayat 16)

2.       Murid-muridNya, dan kita orang percaya yang membuat pilihan selanjutnya.

Mau menerima atau menolak tawaranNya, yang telah menetapkan kita supaya pergi dan menghasilkan buah. Tuhan Yesus mengasihi kita, menjadikan kita sahabatNya yang mau taat kepadaNya.

a.       Pergi, pergi ke mana ???
Pergi ke tempat yang Tuhan telah tetapkan, bukan ke tempat yang menjadi pilihan kita. Yang nyaman dan aman.

b.       Menghasilkan buah
–        Buah Roh Kudus
–        Buah kebenaran dan buah pelayanan
–        Ucapan  Syukur (Ibrani 13 : 15)
–        Membimbing orang untuk percaya kepada Yesus
–        Saling mengasihi (ayat 17)

Marilah kita menyambut dan menerima pilihan Tuhan Yesus dengan penuh ketaatan. Menyambut pilihan Tuhan memberi hasil  S U K A C I T A, sekalipun banyak tantangan dan penderitaan.

Make   the  right  choice
Obey  the  Spirit’s   voice

Ibu Cynthia  Tjandra

 

Tuaian memang Banyak Tetapi Pekerja Sedikit

Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian”

Matius 9 : 35 – 38

Referensi Kothbah 13 Mei 2012

Dalam sebuah cerita: Fritz Kreisler (1875-1962), seorang pemain biola dunia yang ternama.    Ia mendapat banyak uang melalui berbagai konser dan komposisi yang dibuatnya. Ia dikenal seorang dermawan yang banyak menyumbangkan uangnya. Dalam sebuah perjalanan pulang, ia menemukan sebuah biola yang sangat indah. Ia ingin membeli biola tersebut tetapi uangnya tidak cukup karena ia baru saja menyumbangkan uangnya. Setelah mengumpulkan cukup uang, ia kembali menemui si penjual biola. Namun, ia sangat terkejut karena biola tersebut telah dibeli seorang kolektor. Kemudian, Kreisler menemui pemilik baru biola itu dan mengatakan bahwa ia ingin membeli biola tersebut. Sang kolektor mengatakan bahwa biola tersebut adalah harta berharga baginya, dan ia tidak bermaksud menjualnya. Merasa kecewa, Kreisler hendak meninggalkan rumah itu. Sebelum pergi ia berkata, “Bolehkah saya memainkan biola itu sebelum disimpan dalam kesunyian?”.  Ia diperbolehkan untuk memainkannya. Pemusik andal tersebut memainkan musik yang sangat indah sehingga menyentuh perasaan sang kolektor. “Saya tidak berhak menyimpan biola itu bagi diri saya sendiri,” katanya. “Biola ini milik Anda, Pak Kreisler. Bawalah, biarlah semua orang mendengarkan dan merasakan keindahan alunan musik darinya.” (sumber www.sabda.org).

Berita Injil atau kabar keselamatan bagaikan harmoni surga yang memesona’ bagaimana tidak? Kita semua adalah manusia berdosa dan upah dosa tidak main-main yaitu maut (Rom 3:23; 6:23). Tetapi Allah mengasihi manusia, hingga mau menganugerahkan Kristus untuk menyelamatkan kita dari kebinasaan (I Petrus 2:24, Yohanes 3:16, Yoh 6:47). Inilah misi Allah bagi dunia , supaya siapa pun yang telah menerima kabar keselamatan ini, memiliki tugas menyampaikannya kepada orang lain agar mereka mengalami keindahan harmoni surga yaitu sukacita dan keselamatan dalam Kristus Yesus.

Bagaimana kita menjadi bagian dari misi Allah?

1.         Miliki belas kasihan Yesus. Makna kata “belas-kasihan” pada prinsipnya merupakan: rasa simpati terhadap penderitaan yang dinyatakan dengan tindakan untuk menolong.  Dalam Alkitab dikatakan, “…tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.” Lelah disini mengandung pengertian satu kondisi hidup yang sedang dalam banyak persoalan. Sedang kata terlantar disini menggambarkan satu kondisi dimana mereka tidak berdaya untuk keluar dari persoalan secara fisik maupun rohani. Sudahkah kita memiliki belas kasihan kepada dunia/orang-orang yang sedang dalam antri menuju kebinasaan kekal dan tidak memiliki pengharapan? Sebagai orang yang telah dipanggil dan diselamatkan seharusnyalah kita memiliki belas kasihan-Nya. Jika belum memilikinya, mintalah Bapa..berikanlah hatiku belas kasihan-Mu terhadap jiwa-jiwa yang terhilang’
2.         Mulai bertindak segera. Dalam Mat 9:37-38 dikatakan, “…, tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Tindakan yang dapat kita lakukan melalui ayat ini:

  1. Jadilah pemberita Injil. Tuhan Yesus ingin agar seluruh dunia mendengar Injil dan mereka akan mendengar kalau ada orang yang menyampaikannya. Tuaian yang begitu banyak memerlukan penuai-penuai yang siap diutus. Tuaian itu adalah orang-orang yang haus, lelah, dan terlantar dalam kehidupan jasmani dan rohani. Para penuai itu adalah Anda dan saya, bersediakah kita berkata,’Tuhan aku berhutang jiwa dan memberitakan Injil adalah keharusan bagiku’ (1 Korintus 9:16)
  2. Jadilah pendoa syafaat bagi pekabaran Injil, sehingga semakin banyak orang bersedia ambil bagian dalam pekabaran Injil dan oleh pekerjaan Roh Kudus semakin banyak mendapatkan keselamatan dalam Tuhan Yesus.

TIDAK ADA KABAR YANG LEBIH BAIK SELAIN INJIL,
BERITAKANLAH DIMANA ENGKAU BERADA!

Oleh:

Relly  Rajagukguk

Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu

Kisah Rasul 16 : 19 – 40

Referensi Kotbah 6 Mei 2012

Misi dan PI merupakan tugas dan tanggung-jawab setiap kita yang sudah diselamatkan. Gereja adalah duta  Allah di dalam dunia ini, sedemikian Misi dan PI, tidak dapat dipisah-pisahkan dari kehidupan gereja. Semua usaha pembinaan yang dikerjakan dalam gereja, pelatihan, spiritual formation, selain bertujuan agar umat dapat mengenal Allah dan bersekutu denganNya dalam setiap bidang kehidupannya, semua usaha tersebut harus bermuara pada Misi Allah, sebagai suatu pelayanan Tubuh Kristus yang telah diperlengkapi (bdg. Ef. 4:11 dst).

Menarik sekali bahwa panggilan Makedonia, sebagaimana yang dinyatakan Allah kepada Paulus pada malam hari, ternyata adalah panggilan yang secara praktis tertuju pertama sekali pada Lidia dan kemudian seisi rumahnya, lalu Kepala penjara dan berikutnya seisi rumahnya. Karena kenyataan itulah, maka tidak berlebihan jika kita menyebut misi tersebut sebagai misi kepada keluarga-keluarga di Filipi; yang pada gilirannya di kemudian hari menjadi keluarga-keluarga yang misioner. Sejak mereka mengalami keselamatan dari Tuhan melalui Paulus dan tim-nya, Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami  (2Kor.8:1-5).

Dengan kata lain, mereka menunjukkan tanda yang sangat jelas tentang keselamatan tersebut melalui keterlibatan mereka dalam menopang Paulus dan pelayanannya. Bukan hanya sesaat saja, tetapi terus menerus terlibat aktif dalam pelayanan-pelayanan kepada Tubuh Kristus juga (lihat. Rm. 15:26).

Ada  2  hal  yang  penting  untuk  diingat :

  1. Bagaimana keselamatan dapat sampai kepada seisi rumah?
    1. Allah memakai orang-orang yang dipilihNya untuk menyampaikan Kabar Baik; baik melalui pertemuan yang biasa dan formal (bdg. Lidia di lokasi ibadah), maupun pertemuan yang khusus, dimana pembawa Kabar Baik harus ‘membayar harga’ yang tidak murah (bdg. Penderitaan Paulus dan Silas untuk menjangkau Kepala Penjara dan seisi rumahnya)
    2. Mereka yang telah diselamatkan, menciptakan kesempatan agar seisi rumah dapat mendengarkan berita Injil ( Keselamatan bukan suatu hal yang otomatis diberikan kepada setiap keluarga dari seorang yang sudah percaya. Iman timbul dari pendengaran: Roma 10)
    3. Menjadi saksi hidup/ surat yang terbuka di tengah-tengah keluarga. Kesaksian hidup jauh lebih kuat dari pada sekedar perkataan.
  2. Bukti keselamatan telah menjadi bagian keluarga adalah:
    1. Keterlibatan/ iman yang aktif dari keluarga-keluarga dalam pelayanan gereja lokal – menghubungi rohaniwan gereja, memberi diri untuk melayani Tuhan dengan apa yang dimiliki saat ini (Karunia-karunia rohani, bakat-bakat/talenta untuk dikembangkan, keahlian-keahlian, dlsb.)
    2. Kesinambungan pelayanan yang telah mereka mulai sejak diselamatkan: mereka memiliki kepedulian terhadap sesama orang percaya lintas budaya; memperhatikan dan mau terlibat dalam membantu sesama orang percaya, dan bahkan mereka yang belum percaya, sebagai pernyataan kasih Allah kepada dunia yang hilang ini     (bdg. 2 Kor. 8:1-5).

“…jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan,  dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan  Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Roma 10:9)

 “…aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yosua 24:15b)

~ Pdt.  Albert Adam ~

Berilah Dirimu Didamaikan Dengan Allah

II  Korintus  5 : 11 – 21

Referensi Kotbah 29 april 2012  

          Ketika hidup kita didamaikan oleh Allah, maka akan terjadi perubahan status yaitu : dari orang berdosa menjadi orang yang dibenarkan, dari orang hukuman menjadi orang yang bebas, dari orang gelap menjadi terang. Rekonsiliasi dengan Allah terjadi dan berdampak rekonsiliasi dengan diri sendiri dan sesamapun harus terjadi. Kita yang sudah didamaikan Allah harus menyadari bahwa hidup kita bukan lagi milik kita melainkan milik Tuhan. Jika kita adalah milik Tuhan maka hidup kita haruslah hidup yang menyenangkan Sang Pemilik, memuliakan Dia dan mengerjakan hal-hal yang disukaiNya.

           Berikut ini adalah hal-hal yang dapat kita pelajari  :

1.  Pandanglah  Kepada Tuhan Yesus  Bukan Kepada Manusia (ayat 11-13)

Melakukan  pelayanan  di dunia  hendaklah kita sadari  bahwa fokus perhatian  dan pelayanan kita  harus kepada Yesus Kristus, bukan kepada manusia. Karena Dialah yang  akan memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan dan memberikan kekuatan dalam menanggung beban dari pelayanan itu. Inilah waktunya untuk mengalihkan fokus perhatian  dan pelayanan kita dari diri kita sendiri kepada Yesus. Jika kita menaruh perhatian kepada apa yang telah dilakukan Yesus di kayu salib maka kita akan lebih bersungguh dalam melayani Tuhan, meskipun dalam pelayanan kita menemukan banyak kesulitan.

 2.    Hidup Bukan Untuk Diri Sendiri (ayat 14-15 )

Kehidupan adalah anugerah Allah bagi manusia dan juga bagi gerejaNya. Hidup adalah kesempatan untuk berkarya. Hidup bukan hanya sekedar menjalani hari-hari sampai kematian menjemput. Makna hidup ditandai dengan seberapa banyak hasil karya yang dapat dilakukan. Kehadiran gereja dan kehadiran orang percaya dirasakan dengan seberapa banyak hasil karya yang sudah dilakukannya. Berkarya bagi Tuhan tidak selalu diartikan sebagai bentuk pelayanan yang sempit, hanya terbatas pada pelayanan di dalam gereja saja. Berkarya bagi Tuhan berarti melakukan aktivitas yang menghasilkan kemuliaan bagi nama Tuhan.

 3.     Perubahan Hidup ( ayat 16-17 )

Paulus meminta mereka untuk menunjukkan citra diri sebagai orang yang sudah diciptakan baru yaitu: Membuang dusta dan berkata yang benar, bila marah tapi jangan berbuat dosa dengan kemarahan yang membabi buta dan berkepanjangan ; para pencuri tidak boleh mencuri lagi tapi harus bekerja keras bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan tapi bisa memberi kepada orang lain yang berkekurangan, berkata-kata yang baik untuk membangun pendengar bukan sebaliknya berkata-kata kotor, yang mendukakan Roh Kudus, membuang segala kepahitan, kegeraman yaitu emosi yang meletup-letup,  pertikaian yaitu beda pendapat sampai naik pitam dan berteriak-teriak, fitnah yaitu berbicara jahat tentang seseorang sampai merugikan nama baiknya dan segala kejahatan, sebaliknya diminta bersikap ramah, Serta kasih seperti Kristus. Marilah kita berikan bukti  kehidupan kristen yang indah , seperti orang melihat keindahan  kupu-kupu yang berwarna –warni   bukan sebaliknya   seperti melihat ulat, yang membuat orang merasa jijik dan geli.

 “ Damai dengan Allah, damai dengan diri dan damai dengan sesama.”

 Oleh  :

Pnt.K. Lily Esther

Seminar Pembinaan Iman Jemaat

Seminar Pembinaan Iman Jemaat

Siapakah Allah yang kita percaya ?
Apakah ada yang lain ?
Apakah Allah sama dengan yang lain ?

Temukan jawabannya pada “Seminar Pembinaan Iman Jemaat God and gods
Sabtu, 12 Mei 2012, Pukul 08.30 – 11.00
Tempat : Gereja Kristus Ketapang, Ruang Yakobus
Pembicara : Pdt. Dr. Agus Santoso (Universitas Heidelberg Jerman)

Tidak di pungut biaya !!

Menyebranglah Kemari dan Tolonglah Kami

Referensi Kotbah 22 April 2012

Kisah Para Rasul 16 : 4 – 12

Sebagai orang percaya yang sudah ditebus oleh Yesus Kristus, kita mempunyai suatu tugas panggilan yaitu menjadi saksi Tuhan dimanapun dan kepada siapapun juga. Minggu yang lalu kita sudah diingatkan di dalam Injil Markus bahwa tujuan Yesus datang ke dunia adalah untuk memberitakan Injil supaya setiap orang mengalami Tuhan di dalam kehidupannya. Misi untuk menjalankan akan amanat agung Yesus Kristus terus dikumandangkan oleh orang-orang yang percaya kepadaNya. Hal ini terlihat jelas di dalam nas yang kita baca pada minggu ini, dimana Paulus dan rekan-rekannya terus bersemangat dengan bimbingan Roh Kudus mengabarkan kabar keselamatan sampai ke ujung bumi.  Dalam hal ini sangat jelas bahwa pelayanan pekabaran Injil adalah sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan oleh setiap kita orang percaya. Seperti keyakinan Paulus di dalam Roma 1 : 16 – 17.  Karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya.

Ada suatu hal penting yang dapat kita lihat didalam menjalankan misi Pekabaran Injil khususnya  didalam teks Kisah Para Rasul 16 : 4 – 16 ini :

1.       Pelayanan Pekabaran Injil / Misi adalah Kehendak Tuhan

Dalam nas ini jelas terlihat bahwa Allah sendirilah yang memimpin mereka untuk pergi menyampaikan firman Tuhan. Allah berintervensi secara langsung dalam perjalanan Paulus.  Dua  kali  lewat gerakan Roh Kudus dan satu kali lewat penglihatan. Ayat 6 dan 7 menunjukkan bagaimana Roh Kudus mencegah mereka untuk melakukan penginjilan ke Asia dan Bitinia. Hal ini menunjukkan bahwa Allah menentukan tempat mana yang akan mereka datangi, jadi bukan kehendak Paulus akan tetapi kehendak Tuhan. Dan di malam hari dalam sebuah penglihatan Paulus melihat seorang dari Makedonia, berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya,  “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami !” (ayat 9), setelah itu barulah Paulus berangkat ke Makedonia dan di sini terlihat juga bahwa Roh Kudus lah yang menyiapkan hati orang-orang Makedonia untuk mau terbuka mendengarkan Injil.

Jelas sekali bagaimana Allah menghendaki supaya Paulus memberitakan Injil ke Makedonia. Pertanyaannya mengapa Makedonia?  Mengapa Roh Kudus mencegah mereka memberikan Injil di Asia dan Bitinia?  Jawabannya  adalah karena Allah memiliki rencana yang besar untuk orang-orang Makedonia dan Allah menghendaki orang-orang Makedonia mengenal Tuhan.  Tuhan menghendaki supaya Injil bisa masuk ke pusat peradaban dunia pada saat itu.  Tuhan tentu memiliki maksud atas semua ini.  Ini terbukti bahwa selama beberapa ratus tahun pertama, Eropa menjadi pusat perkembangan iman Kristen. Di Eropalah iman Kristen, baik teologia, organisasi gereja, maupun misi penginjilan mengalami proses pematangan. Jadi penginjilan yang dilakukan oleh Paulus di Makedonia adalah kehendak Tuhan yang mengutus mereka, karena ada rencana besar yang Allah sediakan melalui orang-orang Makedonia.

 2.       Dibutuhkan Kepekaan dan Kesetiaan Dalam Menjalankan Misi Allah

              Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa  Allah telah memanggil  kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana (ayat 10).

Dari ayat ini jelas bahwa Paulus memiliki relasi yang intim dengan Allah sehingga dia memiliki kepekaan akan bimbingan Roh Kudus. Paulus menyimpulkan itu sebagai panggilan yang direspon dengan iman untuk pergi memberitakan kepada bangsa yang berbeda. Dan kata segeralah di sini menunjukkan ketaatannya untuk menjalankan misi Allah.  Ketaatan terhadap apa yang diperintahkan Tuhan sekalipun didalam ketidak mengertian dan tantangan yang mereka hadapi.

Bagaimana dengan kita saat ini ?  Apakah kita sudah menyadari akan arti atau tujuan Allah memanggil kita sebagai orang percaya ?   Jangan menunda-nunda waktu yang ada untuk memberitakan kasih Allah, baik itu kepada karabat terdekat kita ataupun orang yang berbeda suku bangsa dengan kita, karena banyak orang yang membutuhkan dan menunggu kabar keselamatan untuk mereka dengar, pertanyaannya adalah maukah kita dipakai Allah untuk menjalankan misiNya bagi dunia ini ?

Oleh :

Ibu Susi Sihaloho

1 29 30 31 32 33 36