…. Karena itu Aku telah datang

Markus 1 : 35 – 39

Referensi Kotbah 15 April 2012

Ketika Tuhan Yesus Hidup dan melayani di bumi, Ia hidup dan melayani dengan fokus yang jelas, meskipun banyak hal mencoba menginterupsi pelayananNya.  Yang menjadi prioritas hidup dan pelayanan Tuhan Yesus adalah mengabarkan, mengajar dan melayani.  Seperti yang dikisahkan dalam teks kita, murid-murid dan orang-orang mencoba mengalihkan ketiga prioritas yang dimaksud, namun Tuhan Yesus tetap bersekutu dengan BapaNya, pergi ke desa dan kota untuk mengabarkan Injil dan melayani karena untuk tujuan tersebutlah Tuhan Yesus datang ke bumi ini.

Gereja dan orang Kristen memiliki tugas dan panggilan hidup yang senada yaitu mengabarkan, mengajar dan melayani. Bedanya adalah, Tuhan Yesus konsisten dan gereja serta orang Kristen sebaliknya. Gereja dan orang Kristen acapkali kehilangan fokus, sehingga menjadi tidak efektif dalam mengemban misinya di bumi.

Bertolak dari kenyataan di atas, kita diingatkan kembali mengenai jatidiri sekaligus tugas dan panggilan kita selaku gereja dan orang Kristen agar tetap dan terus fokus pada tugas utama kita.  Marilah dengan mata yang tertuju kepada Tuhan Yesus selaku raja gereja kita meneruskan perjuangan mengabarkan, mengajar, melayani dengan fokus dan kesungguhan hati sehingga melalui hal tersebut, gereja kita semakin berkembang di bumi ini.

Tuhan Yesus yang adalah raja gereja memberkati jerih payah kita sesuai dengan ungkapan rasul Paulus dalam I Korintus 15 : 58. Karena itu saudara-saudaraku yang terkasih, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan !  Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Oleh :

Pdt.  Timotius  Witarsa

Kuasa Kebangkitan Kristus Nyata Bagi Kita

Yohanes 20 : 19 – 23

Referensi Kotbah 8 April 2012

Apakah hari raya terpenting dalam Kekristenan? Gereja-gereja pada umumnya dari segi pendanaan kegiatan dan kemeriahan perayaan nampaknya memilih hari Natal sebagai hari raya terbesar. BAgaimana pemahaman secar teologis? Natal, yaitu kelahiran Tuhan Yesus memulai karya Kristus di bumi. Jumat Agung adalah karya penebusan Kristus. Hari Paskah adalah petanda kemenangan atas dosa dan Hari Kenaikan adalah hari pemuliaan Kristus. Dengan demikian masing-masing mempunyai makna pentingnya tersendiri. Hanya perlu dicatat bahwa karena hari Paskah adalah hari minggu maka hari Paskah yang juga penting tidak dicantumkan sebagai hari libur oleh pemerintah. Sebagai pembanding di Singapura hari Kenaikan tidak merupakan hari libur nasional!

Kebangkitan Kristus yang dirayakan sebagai Paskah juga menandai suatu perubahan penting dalam sejarah Yudaisme dan Kekristenan. Karena ada perubahan teologis yang berdampak pada tindakan ibadah dan ritual. Dalam konsep teologis Yudaisme sesuai dengan Hukum Taurat, hari Sabat yang jatuh pada hari Sabtu adalah hari perhentian untuk beristirahat dan hari untuk beribadah. Dasarnya adalah Allah bekerja selama enam hari dalam penciptaan dan kemudian beristirahat pada hari ke tujuh, yaitu hari Sabat (Kej 2:1-3 bdk. Kel 20:8-11).

Dengan kebangkitan Kristus maka terjadi perubahan penekanan. Hari pertama yaitu hari minggu adalah hari kebangkitan karena itu orang Kristen beribadah pada hari ini sejak gereja mula-mula (1Kor 16:2 bdk. Why 1:10 “hari Tuhan”). Demikian juga murid-murid berkumpul dalam nats kita hari ini adalah pada hari minggu di hari Kristus bangkit. Demikian juga ketika Kristus menampakkan diri pada Tomas adalah pada hari minggu (Lihat Yoh 20:26 yg dalam NIV “ a week later”). Hari Tuhan, yaitu hari minggu adalah mengingat karya penyelamatan Kristus yang telah selesai dengan kemenangan dan sekaligus menandai “ciptaan baru” sejajar dengan hari pertama penciptaan.

Kepada murid-murid Yesus menyatakan diri untuk tujuan tertentu. Dan hal ini berlaku juga bagi kita orang Kristen yang mengalami kuasa kebangkitan, yaitu menikmati karya penyelamatan dengan tahapan berikut ini:

  1. Kristus datang kepada murid-murid (ay. 19)
  2. Kristus meneguhkan mereka dengan menunjukkan tanda bekas penyaliban     (ay. 20)
  3. Kristus Mengutus mereka. “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” (ay. 20)
  4. Kristus memperlengkapi mereka dengan Roh Kudus untuk melayani dan memberitakan Injil. Penghembuhan Roh ini mengingatkan kita akan penciptaan manusia di mana Allah memberi roh kehidupan sama seperti roh yang menghidupkan dalam Yeh 37 sekaligus kemampuan untuk melayani dan memberitakan Injil (Rom 12, 1Kor 12).

Dengan uraian di atas maka terlihat jelas bahwa karya penyelamatan Kristus yang dipuncaki dengan kebangkitan Kristus tidak selesai dengan orang Kristen diselamatkan, tetapi setelah diselamatkan orang Kristen diutus untuk melayani dan memberitakan Injil. Sudah kita sebagai orang Kristen yang diselamatkan melayani dan memberitakan Injil? Mari melayani! Dan mari memberitakan Injil!

Oleh :

Pnt.K. Djeffry  Hidajat

Kristus Berkuasa Atas Maut dan Hidup

Referensi Kotbah 1 April 2012
Yohanes 11 : 33 - 44

Maria dan Marta memiliki konsep yang sama yaitu Lazarus tidak akan mati seandainya Yesus ada di Betania dimana mereka tinggal (21, 32). Seandainya pun Lazarus bangkit, berarti bangkit pada akhir zaman, bukan saat itu (24). Yesus tidak bermaksud berlambat-lambat datang menyembuhkan Lazarus, tetapi kematian Lazarus untuk : “menyatakan kemuliaan Allah, yaitu Anak Allah akan dimuliakan (4)”

Hati Yesus menjadi masygul (mengerang) dan sangat terharu ketika melihat Maria dan orang-orang Yahudi menangisi kematian Lazarus, bahkan Yesus pun turut menangis (33, 35). Ada dua respons orang banyak tentang kesedihan Yesus atas kematian Lazarus.

  1. Sebagai ungkapan kasih Tuhan kepada Lazarus (36)
  2. Meragukan kuasa Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian (37).

Masygul di sini menurut  penafsir ada yang memaknai sebagai kemarahan Yesus atas dosa, toh mereka yang turut sedih dan menghibur Maria dan Marta tidak akan menjadikan Lazarus hidup kembali dari kematian. Yesus masygul atas sikap mereka yang meragukan kuasa-Nya.

Lazarus sudah mati selama empat hari dan sudah berbau (39), tetapi Yesus sanggup membangkitkannya karena memang Yesuslah kebangkitan dan hidup (25). Yesus bisa saja membangkitkan Lazarus tanpa menggeser batu penutup gua kubur; tanpa menengadah ke atas dan berdoa kepada Bapa dengan didengar oleh banyak orang; tanpa berteriak kepada Lazarus untuk keluar dari kubur.

Semua itu dilakukan Yesus supaya orang banyak yang berdiri mengelilingi-Nya pada saat itu percaya bahwa Allah Bapa yang mengutus Yesus (42). Orang banyak tidak dapat berdalih bahwa memang Lazarus yang sudah mati empat hari yang dibangkitkan, dibuktikan dengan mereka sendirilah yang diperintahkan Yesus untuk membuka kain kapan dan kain peluh (44).

Saudara-saudara terkasih dalam Kristus, marilah kita bersyukur dan percaya dengan sungguh bahwa Yesuslah kebangkitan, itu sebabnya minggu depan kita jemaat Gereja Kristus Ketapang dan seluruh orang percaya di muka bumi ini  merayakan Paskah yaitu kebangkitan Yesus dari kematian.

 

Oleh :

Pnt. K. Daniel Lie

Kristus Berkuasa Atas Kehidupan Manusia

Yohanes 9 : 1 – 12

Referensi Kotbah 25 Maret 2012

Mungkin kita pernah mendengar seseorang mengatakan “Dosa siapa itu sampai dia harus menderita seperti ini?”

Sama seperti apa yang dipertanyakan oleh murid-murid Tuhan Yesus ketika mereka sedang berjumpa dengan orang yang buta sejak lahir. “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?

Murid-murid menanyakan hal ini karena orang-orang Yahudi berpendapat bahwa penyakit dan penderitaan seseorang disebabkan oleh dosa orang itu atau dosa orang tuanya (Yoh. 5 : 14; Kel. 20 : 5).

Dalam hal ini Tuhan Yesus tidak mau memperdebatkan apa yang dipertanyakan oleh murid-murid-Nya, karena Tuhan Yesus tahu bahwa itu tidak ada gunanya. Tuhan Yesus tidak mempermasalahkan dosa siapa. Sehingga Jawab Tuhan Yesus terhadap pertanyaan murid-murid-Nya adalah  : “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, dimana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia

Bagi Tuhan Yesus ada hal yang lebih penting daripada sekedar hanya menanyakan dosa siapa. Karena memang pada kenyataannya manusia sudah jatuh dalam dosa dan hidup di dalam dunia yang berdosa, sehingga dimungkinkan manusia untuk mengalami penderitaan. Dan tidak perlu lagi menanyakan dosa siapa.

Yang penting bagi Yesus adalah :

1.       Ada pekerjaan-pekerjaan Allah yang akan dinyatakan

Hal ini terjadi pada si orang buta yang sejak lahir, ketika Tuhan Yesus peduli terhadapnya dan menyembuhkannya maka orang buta  tersebut menjadi percaya kepada Yesus dan menyembah-Nya. Orang buta ini bukan hanya sembuh secara  jasmani saja, tetapi ia juga mengalami kesembuhan rohani, ia menjadi percaya Tuhan Yesus.

2.       Selama masih ada kesempatan, Yesus harus mengerjakan apa yang ditugaskan-Nya oleh Bapa-Nya.

Yesus tahu akan tugas-Nya datang ke dunia yaitu menjalankan rencana Bapa-Nya di sorga. Oleh sebab itu dengan waktu yang ada, waktu yang terbatas sebelum kematian-Nya tiba, Yesus menyadari bahwa Ia harus giat bekerja menjalankan tugas-Nya. Ia menolong orang yang buta sejak lahir.

3.       Menjadi Terang dunia, selama Ia ada di dalam dunia.

Tuhan Yesus yang adalah sumber terang itu, segera menyembuhkannya dan memberikan terang itu. Sehingga si buta dapat melihat terangnya cahaya. Disamping itu, Terang Kristus juga menerangi hati orang buta itu. Sehingga membuat orang buta itu percaya Tuhan Yesus.

Tiga hal inilah yang dinilai penting oleh Tuhan Yesus, yang dapat kita simpulkan bahwa Tuhan Yesus datang kedunia untuk memberikan pertolongan kepada manusia yang hidup dalam penderitaan dan dalam kegelapan dosa.

Manusia hanya diminta untuk meresponnya dengan kerendahan hati dan iman.

Seperti halnya orang buta tersebut, dia dengan rendah hati menerima apa yang Yesus telah perbuat atas dirinya yaitu mengoles matanya dengan tanah dan ludah-Nya, dan dia taat akan perintah Tuhan Yesus untuk membasuh mukanya di kolam Siloam. Sehingga terjadi kesembuhan baik secara jasmani maupun rohani.

Tuhan Yesus sangat peduli kepada umat manusia yang menderita, dan Ia sangat berkuasa atas kehidupan manusia. Oleh sebab itu ketika kita punya permasalahan dalam kehidupan kita, datanglah kepada Tuhan Yesus. Karena Dialah satu-satunya yang dapat memberikan pengharapan. Kita akan merasa nyaman sekalipun permasalahan itu tetap ada dalam kehidupan kita.

Tuhan Yesus memberkati saudara

Oleh :

Pdt. Puspa Noviana

1 28 29 30 31 32 34