Kebangkitan Yesus memberikan Damai Sejahtera (Beritakanlah !)

 

Referensi Kotbah 16 April 2017
Yohanes 20 : 19 – 23

Murid-murid Yesus telah terpenjara oleh rasa takut mereka sendiri. Mereka berkumpul di dalam ruangan yang terkunci karena khawatir akan sikap pemimpin-pemimpin Yahudi terhadap mereka setelah kematian Yesus. Apalagi jasad Yesus pun kemudian hilang dari kubur. Hidup mereka saat itu seperti sebuah sasaran tembak, setiap saat dan tanpa terduga bisa saja terkena tembak. Tak heran bila murid-murid Yesus jadi menyembunyikan diri rapat-rapat. Namun semua itu tidak membatasi Yesus untuk hadir di dalam ruangan tersebut dan menampakkan diri pada murid-murid-Nya. Rasa takut menguap, berganti dengan damai dan sukacita yang memenuhi hati. Read more

Imam Besar Yang Agung

 

Referensi KOtbah 09 April 2017

Ibrani 4 : 14 – 15; 5 : 10

Jabatan Imam Besar telah ada sejak Bait Suci dibangun oleh Raja Salomo dan berakhir ketika Bait Suci dihancurkan pada tahun 70M. Imam Besar adalah jabatan tertinggi dalam agama Yahudi. Seorang imam besar dipilih dari antara manusia dan ditetapkan bagi manusia sebagai perantara umat dan Allah (Ibr. 5:1). Imam besar sekali setahun pada Hari Raya Penebusan (Ibrani: Yom Kippur) akan masuk ke Ruang Maha Suci di Bait Suci, di Yerusalem, melakukan pengurbanan darah domba sebagai ganti dosa seluruh Umat Yahudi di hadapan Allah. Read more

Kurban Pengganti

Referensi Kotbah 12 Maret 2017
2 Korintus 5 : 20 – 21

Pada Hari Pendamaian (Imamat 16:5), orang Israel diwajibkan untuk mengambil dua ekor kambing jantan untuk penghapus dosa. Kedua kambing tersebut dibawa di hadapan TUHAN di depan pintu Kemah Pertemuan, dan membuang undi. Satu untuk TUHAN dan satu untuk Azazel. Dalam ritual itu, kambing jantan yang diundi untuk TUHAN, harus diolah menjadi korban penghapus dosa, sementara kambing yang satu lagi, dilepaskan ke padang gurun, setelah Harun “…meletakkan kedua tanganya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu, dan mengakui di atas kepala kambing itu segala kesalahan orang Israel dan segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka; ia harus menanggungkan semuanya itu ke atas kepala kambing jantan itu dan kemudian melepaskannnya ke padang gurun…. Dengan demikian kambing jantan itu harus mengangkut segala kesalahan Israel ke tanah yang tandus, dan kambing itu hrus dilepaskan di padang gurun.” (Im. 16:21-22). Setelah semua tata cara Pendamaian yang ditetapkan TUHAN dilaksanakan, maka hari itu semua orang Israel didamaikan dengan Allah, karena ada yang telah menanggung dosa, kesalahan dan pelanggaran mereka. Read more

Dosa

 

Referensi Kotbah 05 Maret 2017
Roma 5 : 12 – 14; Bnd 3 : 23

Paulus di dalam ayat 12 menjelaskan dosa dengan membandingkan manusia lama dalam diri Adam dengan manusia baru, yaitu Kristus. Di sini Paulus ingin menjelaskan tiga hal mengenai dosa:

Pertama, dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang.
Walaupun Paulus tidak menyebutkan nama Adam sampai ayat 14, tidak ada keraguan bahwa yang dia maksud adalah Adam. Ada 12 kali penekanan “oleh satu orang” dari ayat 12-19 dan semua mengacu pada Adam. Menilik Kejadian 3:6, walaupun yang pertama kali berbuat dosa adalah Hawa, namun Adam turut bersalah karena sebagai penerima mandat pertama untuk tidak memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat dia tidak melarang Hawa, bahkan ikut memakan buah itu. Read more

Menunda Kesenangan

 

Referensi Kotbah 19 Februari 2017
Lukas 9 : 22 – 27

Banyak orang Kristen yang menganggap dirinya sedang memikul salibnya ketika mengalami penderitaan, misalnya ketika sakit kanker, gagal dalam rumah tangga, anaknya lahir cacat, anaknya terlibat narkoba, dll.

Tuhan Yesus mengatakan dalam ayat 23 bahwa setiap orang yang mau mengikut Dia harus menyangkal diri dan memikul salib; artinya, siap menderita dan berkurban demi Kristus dan untuk orang lain. Kristus sendiri sudah memberikan teladan kepada kita: demi ketaatan-Nya kepada Allah Bapa di surga maka Dia rela menderita dan berkurban mati di atas kayu salib untuk keselamatan umat manusia dari hukuman dosa. Dalam doa Tuhan Yesus di taman Getsemani, Ia mengatakan : “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Lukas 22 : 42). Fokus kehidupan Yesus di sini bukan salib atau penderitaan-Nya, tapi fokusnya adalah kehendak Allah Bapa. Sebagai manusia normal, tentunya Tuhan Yesus juga tidak menghendaki penderitaan, tetapi kalaupun Dia harus menderita Ia rela menanggungnya sebagai ketaatan menjalankan kehendak Bapa-Nya. Read more

Hidup Digerakan Kasih

 

Referensi Kotbah 12 Februari 2017
Roma 12 : 9 – 21

Menyimak kitab Roma secara ringkas maka pada umumnya kita menemukan bahwa Paulus mengemukakan pengajaran kepada jemaat berkaitan dengan doktrin dalam pasal 1-11, antara lain: dosa, upah dosa, kasih karunia Allah, keselamatan, pembenaran, pengudusan, serta panggilan pelayanan dan karunia. Berikutnya, pada pasal 12 Paulus menegaskan bahwa jemaat Tuhan bukan hanya memiliki pengetahuan yang benar, tetapi pengetahuan yang benar serta karunia dari Tuhan mesti terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana seharusnya kehidupan jemaat Tuhan yang telah mengalami kasih Tuhan? Roma 12:9-21 mengemukakan beberapa hal penting yang seharusnya terwujud dalam kehidupan orang percaya. Read more

Mencari, bukan menunggalkan

 

Referensi Kotbah 05 Feb 2018
Amos 5 : 4 – 6

Teguran seringkali tidak menyenangkan bahkan sering memerahkan telinga. Apalagi jika ditegur saat berada dalam zona nyaman. Begitulah kira-kira kondisi yang dialami oleh bangsa Israel saat mendapat teguran Tuhan melalui nabi Amos. Saat itu, di bawah pemerintahan raja Yerobeam, keadaan ekonomi bangsa Israel sebenarnya dapat dikatakan sedang bagus. Keadaan bangsa yang sedang baik itu melahirkan kenyamanan bagi sebagian penduduk. Namun kondisi itu sebenarnya hanya permukaan luar saja, sesungguhnya pemerintahan Yerobeam adalah pemerintahan yang tidak mempedulikan moralitas, keadilan sosial, apalagi spiritual. Belum lagi ibadah-ibadah mereka yang meninggalkan Tuhan dan menggantikannya dengan para berhala membuat murka Tuhan menyala atas mereka. Kini Tuhan mengutus Amos kepada Israel. Amos adalah seorang peternak dari Tekoa di Yehuda. Tapi dia mendapat panggilan dari Tuhan untuk pergi ke Israel dan menyampaikan suara Tuhan. Read more

1 2 3 4 5 29