TUHAN, KUATKAN & TEGUHKAN ‘GEREJA’ MU !

Efesus 3 : 14 – 21

Referensi Kotbah 08 Juli 2012

Dalam nats ini Paulus sekali lagi menuliskan topik tentang doa setelah ia melakukan hal yang sama dalam 1:15-23. Kedua doa ini mempunyai kemiripan, yaitu intinya permohonan untuk diberikan Roh Hikmat dan dan Wahyu supaya mengenal Allah (1:18) dan menguatkan dan meneguhkan kamu oleh RohNya (3:16). Jadi inti dari doa ini adalah permohanan penguatan dari Roh Kudus (Holy Spirit Empowerment). Read more

Ku Kenal Dia Yang Ku Percaya

Efesus 1 : 15 – 23

Referensi Kotbah 10 Juni 2012 

Kadang masih saja ada orang yang berpikir bahwa hidup kekristenan yang kita jalani cukup hanya sampai beriman pada Yesus dan mengasihi Dia dan sesama kita. Apakah benar demikian? Apakah kita cukup puas hanya sekedar tahu bahwa “di dalam Kristus”  kita  yang percaya telah ditebus, diampuni dan diselamatkan serta menjadi milikNya sepenuhnya       (Ef 1:3-14)? Ataukah di dalam pengalaman-pengalaman hidup sebagai orang percaya kita justru makin menyadari bahwa kita masih kurang dan belum cukup dalam pengenalan dan pemahaman kita akan Dia?  Dalam Efesus 1:15-23 ini, doa Paulus mengajak kita semua untuk  juga sungguh mengenal “Dia” dengan benar.

 

1.   Beriman dan mengasihi – tidak otomatis menjamin kita sudah mengenalNya dengan benar. Mengapa demikian? Pengalaman Paulus adalah buktinya. Menilik kehidupan Paulus sebelum ia bertobat, sebagai orang Yahudi tentu ia percaya pada Allah bahkan dari sejak kecilnya. Ia rindu untuk melayaniNya dengan penuh kasih. Namun kemudian ia sadar bahwa meski ia percaya pada Allah, tetapi ia tidak mengenalNya. Meski ia mengasihi Allah namun wujud kasihnya itu justru dinyatakan dengan menganiaya orang-orang Kristen (bnd Kisah Para Rasul 9:1-19a)

Jadi meski kita sudah percaya pada Kristus dan mengasihi Dia dan sesama kita, namun tanpa pengenalan yang benar akan Dia, kita bisa jatuh pada sikap dan tindakan yang justru kontraproduktif, tidak menjadi berkat buat sesama kita dan diperkenan Allah.

 

2.  Pengenalan yang benar akan Dia adalah wajib hukumnya bagi orang percaya.

Bagi Paulus,  perjalanan hidup sebagai anak Tuhan tidak boleh berhenti hanya sampai beriman pada Kristus dan mengasihi Dia dan sesama, tetapi juga mutlak perlu diikuti dengan pengenalan yang benar akan Dia. Mengapa hal itu begitu penting?

 

a.  karena pengenalan yang benar akan Dia, membuat Paulus rela menderita dan menyangkal dirinya (semua kebanggaan, prestasi, status yang dicapainya sebelumnya) demi merespon panggilan Kristus yang rela menderita bagi kita dan dimuliakan. bnd Fil 2:5-11. Maka bagi Paulus, pengharapannya tidak lagi pada hal-hal lahiriah, melainkan pada pengenalan akan Kristus Yesus yang jauh lebih mulia dari pada semuanya.bnd Fil 3:8,10. Apakah saat ini kita masih menaruh harap pada hal-hal lahiriah? Jika masih, maka Kristus belum menjadi harta yang paling mulia dalam hidup kita.

b.  karena pengenalan yang benar akan Dia membuat Paulus mengerti bahwa ada kuasa (Roh Kudus) yang diutus untuk selalu menyertai dan menopang pelayanannya. bnd Kisah 1:8. Sudahkah kita juga selalu mengandalkan otoritasNya dalam setiap pelayanan kita.?

 

3.  Bagaimana kita dapat mengenal Dia dengan benar? ay 17-18

Untuk dapat mengenal Dia dengan benar, maka kita harus:

  1. memiliki persekutuan yang intim/erat senantiasa dengan Dia.

Kata ”mengenal” yang dimaksud Paulus di sini adalah pengenalan yang terjadi oleh karena adanya hubungan persekutuan yang intim/erat di antara kedua belah pihak. Jadi mengenal yang dimaksud Paulus bukan sekedar tahu, yang bisa dipelajari lewat buku atau penjelasan orang lain melainkan melalui persekutuan yang terus menerus dengan Dia.

b.  mengandalkan Roh Kudus dan firmanNya yang tertulis (Wahyu khusus)

Paulus memahami bahwa Roh Kudus yang menjadi meterai Allah bagi orang percaya adalah Roh Kebenaran yang akan memimpin setiap orang percaya ke dalam seluruh kebenaran untuk mengenal Yesus Kristus dengan benar.              (Yoh 14:16; 15:26; 16:13). Kebenaran yang dimaksud di sini tentu saja menunjuk pada firman yang tertulis, yang kemudian kita terima sebagai Alkitab. Itulah wahyu khusus, sarana yang Allah pakai untuk menyingkapkan diriNya agar dapat dikenal orang percaya. Tetapi bagaimana orang bisa mengerti firman Tuhan? Paulus mengatakan bahwa Roh Kudus akan senantiasa menerangi atau mengiluminasikan kebenaran bagi kita yang percaya. Maka tidak ada cara lain untuk mengenal Dia dengan benar kecuali melalui Roh Kudus dan firmanNya.

 

Sudahkan kita mengenal Dia dengan benar? Miliki persekutuan yang erat denganNya dan mohon Roh Kudus agar selalu membimbing dan menerangi kita dalam memahami kebenaran firmanNya untuk mengenal Dia dengan benar.

~  Pdt. Widianto Yong  ~

Dia Bertindak Aku Ditebus

Efesus 1 : 3 – 14

Referensi Kotbah 03 Juni 2012

Hari ini adalah hari yang bersejarah dan spesial bagi keluarga besar Gereja Kristus Ketapang. Karena merupakan hari pelantikan Badan Pengurus dari Bagian,  Yayasan,  Pos-Pos dan semua Badan Pengurus yang ada di lingkungan GKK.  Puji Tuhan! Banyak orang yang meresponi panggilan Tuhan tersebut.  Oleh karena itu, gereja sangat menghargai respon para pelayan dan  akan dilantik untuk menunaikan tugas panggilan Allah bagi pertumbuhan Gereja Kristus Ketapang.

Secara organisasi Majelis Jemaat tidak mungkin dapat melakukan semua tugas dan tanggungjawabnya dalam pekerjaan yang begitu banyak dan luas. Sehingga Majelis Jemaat mengangkat Badan Pengurus Bagian-Bagian untuk menjadi “perpanjangan tangan” dalam bersama-sama melakukan tugas yang begitu luhur dan mulia untuk kemuliaan namaNya.  Dan oleh karenanya, badan pengurus bertanggungjawab kepada Majelis Jemaat, namun lebih daripada itu kita semua bertanggungjawab kepada Tuhan yang adalah Kepala Gereja.

Firman Tuhan hari ini mengarahkan kita bahwa dasar dari pelayanan yang akan kita lakukan bukan sekedar ajakan, hobby, atau kebiasaan saja.  Melainkan sebagai respon akan pemilihan, panggilan penebusan yang Tuhan Yesus sudah berikan bagi kita.   “DIA BERTINDAK, AKU DITEBUS”.    Penebusan yang sudah Yesus lakukan oleh kerelaan kehendakNya  (ayat 4 – 7).  Inilah yang menjadi dasar utama mengapa kita melayani. Serta melayani dengan ketulusan hati.

Selanjutnya, Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul untuk perikop ini adalah :  “KEKAYAAN  ORANG-ORANG YANG TEPILIH”.  Dengan demikian dapat diartikan bahwa pelayanan yang akan kita lakukan, bukan karena kemampuan, kekuatan dan kepiawaian kita semata, melainkan karena kita dimampukan oleh Dia, Allah Bapa yang menyediakan segala berkat rohani di sorga (3). Puji Tuhan !

Dalam melaksanakan pelayanan bersama, kita harus banyak mendengar “suara Tuhan”, dalam arti banyak bergaul dengan Firman Tuhan. Sehingga prinsip-prinsip Firman didahulukan. Selain daripada itu kita juga belajar banyak mendengar dan menghargai pendapat teman-teman lain untuk saling melengkapi dan bertumbuh bersama-sama. Marilah kita tetap bersatu dengan kepelbagaian anggota tubuh Kristus untuk membangunkan kebersamaan dan pertumbuhan gerejaNya.

Selamat  melayani bersama-sama. Tuhan Yesus memberkati !

 

~  Pdt. Setiawan Sutedjo  ~

Pentakosta dan Cara Hidup Jemaat Tuhan

Kisah Para Rasul 2 : 41 – 47

Referensi Kotbah 27 mei 2012

Ada pemahaman yang salah tentang kata Penta-Kosta{dari bhs PentÄ“kostÄ“ [hÄ“mera] (www.en.wikipedia), (Penta=5 sedangkan Kosta=10 jadi artinya hari ke 50) menjadi Pantekosta (Pante=banyak dan Kosta=10 jadi artinya banyak sepuluh) bukankah kebanyakan orang menyebut salah satu gereja dengan sebutan Gereja Pantekosta.

Pada hari Pentakosta,Roh Kudus dicurahkan sesuai dengan yang dijanjikan Yesus sesudah kenaikannya ke surga. murid-murid Yesus berhasil mempertobatkan (panen raya) tiga ribu jiwa pada hari tersebut dan hal inilah yang disebut dengan lahirnya gereja mula-mula.

Sebelumnya Pentakosta adalah hari raya besar orang Yahudi datang dari segala penjuru dunia ke Yerusalem  untuk merayakan Shavuot  atau festival panen raya. yang kemudian diadopsi oleh Gereja karena Pencurahan Roh Kudus maka terjadi panen jiwa. Menjadi tanda akhir penghinaan Kristus berganti menjadi kemuliaan Kristus dan ini bisa terjadi karena Roh Kudus.

“Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini” ini gema belas kasihan hati TUHAN yang memberi kesempatan adakah hati kita tidak terharu seperti jemaat mula2 yang mendengarkan kotbah Petrus ?

 

Dari  buah  pertobatan  kita  bisa  dikenali  seperti  jemaat  mula2  yaitu :

  1. Menerima Perkataan (Firman TUHAN)
  2. Menerima diri dibaptis (sebagai tanda mati dan bangkit bersama Yesus)
  3. Bertekun dalam doa dan pengajaran
  4. Bertekun dalam persekutuan (saling mendahului untuk memperhatikan kebutuhan orang lain).

 

Konsekwensi dari Pertobatan

  1. Tetap  bersatu  (kesatuan)
  2. Saling  berbagi
  3. Sehati  (kesehatian),  gembira  dan  tulus
  4. Memuji  ALLAH

 

Dampak  dari  Pertobatan

  1. Disukai  orang
  2. TUHAN   menambahkan  jumlah  orang  yang  diselamatkan.

Ini terjadi Gereja Mula2 pertanyaan apakah ini terjadi juga dengan GKK yang mempunyai visi “Menjadi Keluarga Missioner” ?Adakah ada perubahan gaya hidup kita dari egois menjadi menjadi hidup berbagi dan meletakkan Kristus sebagai pusat hidupnya.

Marilah periksa diri posisi saya ada dimanakah diluar Kristus atau di dalam Kristus ? Dengan hidup yang berdampak bagi TUHAN dan orang sekitar kita dapat merasakannya ? Apakah saya dan saudara mau gereja saudara bertumbuh? Kalau ya, tirulah gereja abad pertama, khususnya dalam penekanan Firman Tuhan, persekutuan dan doa!

 

~ Bp.  Hilton  Tantra ~

 

Pergi dan Menghasilkan Buah

 Yohanes 15 : 9 – 17

Referensi Kotbah 20 mei 2012

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.
Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya …………..                           (ayat 16)

Bagi orang percaya  untuk menjalani kehidupan yang berbuah dan menjadi berkat, kehidupan yang bagaimanakah ?
Kehidupan  yang digambarkan dengan adanya kesatuan dan persekutuan dengan Kristus :
Tinggal  di dalam Aku (Yohanes 15 :  4, 5 & 7)
Tinggal di dalam kasihKu (ayat 9 & 10)

I.        Tinggal di dalam kasihKu (tiga kali Tuhan Yesus katakan dalam ayat  9 & 10)
Bukan kasih yang emosional , tetapi kasih dalam ketaatan menuruti perintah Tuhan.
Tuhan Yesus memberi teladan taat kepada BapaNya. Kita memakai teladan itu sebagai pola untuk ketaatan kita kepadaNya.

Hidup tinggal di dalam kasih Kristus, berarti :
–        Percaya Yesus Kristus adalah Anak Allah dan menerima Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan
–        Sebagai seorang sahabat yang taat melakukan apa yang Tuhan Yesus katakan
–        Menjalani kehidupan dengan terus beriman kepadaNya.

II.     Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu
1.       Tuhan Yesus yang membuat pilihan pertama, yaitu dengan teladan mengasihi (ayat 15).
–        Dia memberikan nyawaNya untuk murid-muridNya dan kita orang percaya, supaya kita mengasihiNya.
–        Taat melakukan perintahNya sebagai sahabat (ayat 14, 15)
–        Menetapkan kita untuk pergi dan menghasilkan buah (ayat 16)

2.       Murid-muridNya, dan kita orang percaya yang membuat pilihan selanjutnya.

Mau menerima atau menolak tawaranNya, yang telah menetapkan kita supaya pergi dan menghasilkan buah. Tuhan Yesus mengasihi kita, menjadikan kita sahabatNya yang mau taat kepadaNya.

a.       Pergi, pergi ke mana ???
Pergi ke tempat yang Tuhan telah tetapkan, bukan ke tempat yang menjadi pilihan kita. Yang nyaman dan aman.

b.       Menghasilkan buah
–        Buah Roh Kudus
–        Buah kebenaran dan buah pelayanan
–        Ucapan  Syukur (Ibrani 13 : 15)
–        Membimbing orang untuk percaya kepada Yesus
–        Saling mengasihi (ayat 17)

Marilah kita menyambut dan menerima pilihan Tuhan Yesus dengan penuh ketaatan. Menyambut pilihan Tuhan memberi hasil  S U K A C I T A, sekalipun banyak tantangan dan penderitaan.

Make   the  right  choice
Obey  the  Spirit’s   voice

Ibu Cynthia  Tjandra

 

Tuaian memang Banyak Tetapi Pekerja Sedikit

Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian”

Matius 9 : 35 – 38

Referensi Kothbah 13 Mei 2012

Dalam sebuah cerita: Fritz Kreisler (1875-1962), seorang pemain biola dunia yang ternama.    Ia mendapat banyak uang melalui berbagai konser dan komposisi yang dibuatnya. Ia dikenal seorang dermawan yang banyak menyumbangkan uangnya. Dalam sebuah perjalanan pulang, ia menemukan sebuah biola yang sangat indah. Ia ingin membeli biola tersebut tetapi uangnya tidak cukup karena ia baru saja menyumbangkan uangnya. Setelah mengumpulkan cukup uang, ia kembali menemui si penjual biola. Namun, ia sangat terkejut karena biola tersebut telah dibeli seorang kolektor. Kemudian, Kreisler menemui pemilik baru biola itu dan mengatakan bahwa ia ingin membeli biola tersebut. Sang kolektor mengatakan bahwa biola tersebut adalah harta berharga baginya, dan ia tidak bermaksud menjualnya. Merasa kecewa, Kreisler hendak meninggalkan rumah itu. Sebelum pergi ia berkata, “Bolehkah saya memainkan biola itu sebelum disimpan dalam kesunyian?”.  Ia diperbolehkan untuk memainkannya. Pemusik andal tersebut memainkan musik yang sangat indah sehingga menyentuh perasaan sang kolektor. “Saya tidak berhak menyimpan biola itu bagi diri saya sendiri,” katanya. “Biola ini milik Anda, Pak Kreisler. Bawalah, biarlah semua orang mendengarkan dan merasakan keindahan alunan musik darinya.” (sumber www.sabda.org).

Berita Injil atau kabar keselamatan bagaikan harmoni surga yang memesona’ bagaimana tidak? Kita semua adalah manusia berdosa dan upah dosa tidak main-main yaitu maut (Rom 3:23; 6:23). Tetapi Allah mengasihi manusia, hingga mau menganugerahkan Kristus untuk menyelamatkan kita dari kebinasaan (I Petrus 2:24, Yohanes 3:16, Yoh 6:47). Inilah misi Allah bagi dunia , supaya siapa pun yang telah menerima kabar keselamatan ini, memiliki tugas menyampaikannya kepada orang lain agar mereka mengalami keindahan harmoni surga yaitu sukacita dan keselamatan dalam Kristus Yesus.

Bagaimana kita menjadi bagian dari misi Allah?

1.         Miliki belas kasihan Yesus. Makna kata “belas-kasihan” pada prinsipnya merupakan: rasa simpati terhadap penderitaan yang dinyatakan dengan tindakan untuk menolong.  Dalam Alkitab dikatakan, “…tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.” Lelah disini mengandung pengertian satu kondisi hidup yang sedang dalam banyak persoalan. Sedang kata terlantar disini menggambarkan satu kondisi dimana mereka tidak berdaya untuk keluar dari persoalan secara fisik maupun rohani. Sudahkah kita memiliki belas kasihan kepada dunia/orang-orang yang sedang dalam antri menuju kebinasaan kekal dan tidak memiliki pengharapan? Sebagai orang yang telah dipanggil dan diselamatkan seharusnyalah kita memiliki belas kasihan-Nya. Jika belum memilikinya, mintalah Bapa..berikanlah hatiku belas kasihan-Mu terhadap jiwa-jiwa yang terhilang’
2.         Mulai bertindak segera. Dalam Mat 9:37-38 dikatakan, “…, tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Tindakan yang dapat kita lakukan melalui ayat ini:

  1. Jadilah pemberita Injil. Tuhan Yesus ingin agar seluruh dunia mendengar Injil dan mereka akan mendengar kalau ada orang yang menyampaikannya. Tuaian yang begitu banyak memerlukan penuai-penuai yang siap diutus. Tuaian itu adalah orang-orang yang haus, lelah, dan terlantar dalam kehidupan jasmani dan rohani. Para penuai itu adalah Anda dan saya, bersediakah kita berkata,’Tuhan aku berhutang jiwa dan memberitakan Injil adalah keharusan bagiku’ (1 Korintus 9:16)
  2. Jadilah pendoa syafaat bagi pekabaran Injil, sehingga semakin banyak orang bersedia ambil bagian dalam pekabaran Injil dan oleh pekerjaan Roh Kudus semakin banyak mendapatkan keselamatan dalam Tuhan Yesus.

TIDAK ADA KABAR YANG LEBIH BAIK SELAIN INJIL,
BERITAKANLAH DIMANA ENGKAU BERADA!

Oleh:

Relly  Rajagukguk

1 27 28 29 30 31 35