Menyebranglah Kemari dan Tolonglah Kami

Referensi Kotbah 22 April 2012

Kisah Para Rasul 16 : 4 – 12

Sebagai orang percaya yang sudah ditebus oleh Yesus Kristus, kita mempunyai suatu tugas panggilan yaitu menjadi saksi Tuhan dimanapun dan kepada siapapun juga. Minggu yang lalu kita sudah diingatkan di dalam Injil Markus bahwa tujuan Yesus datang ke dunia adalah untuk memberitakan Injil supaya setiap orang mengalami Tuhan di dalam kehidupannya. Misi untuk menjalankan akan amanat agung Yesus Kristus terus dikumandangkan oleh orang-orang yang percaya kepadaNya. Hal ini terlihat jelas di dalam nas yang kita baca pada minggu ini, dimana Paulus dan rekan-rekannya terus bersemangat dengan bimbingan Roh Kudus mengabarkan kabar keselamatan sampai ke ujung bumi.  Dalam hal ini sangat jelas bahwa pelayanan pekabaran Injil adalah sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan oleh setiap kita orang percaya. Seperti keyakinan Paulus di dalam Roma 1 : 16 – 17.  Karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya.

Ada suatu hal penting yang dapat kita lihat didalam menjalankan misi Pekabaran Injil khususnya  didalam teks Kisah Para Rasul 16 : 4 – 16 ini :

1.       Pelayanan Pekabaran Injil / Misi adalah Kehendak Tuhan

Dalam nas ini jelas terlihat bahwa Allah sendirilah yang memimpin mereka untuk pergi menyampaikan firman Tuhan. Allah berintervensi secara langsung dalam perjalanan Paulus.  Dua  kali  lewat gerakan Roh Kudus dan satu kali lewat penglihatan. Ayat 6 dan 7 menunjukkan bagaimana Roh Kudus mencegah mereka untuk melakukan penginjilan ke Asia dan Bitinia. Hal ini menunjukkan bahwa Allah menentukan tempat mana yang akan mereka datangi, jadi bukan kehendak Paulus akan tetapi kehendak Tuhan. Dan di malam hari dalam sebuah penglihatan Paulus melihat seorang dari Makedonia, berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya,  “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami !” (ayat 9), setelah itu barulah Paulus berangkat ke Makedonia dan di sini terlihat juga bahwa Roh Kudus lah yang menyiapkan hati orang-orang Makedonia untuk mau terbuka mendengarkan Injil.

Jelas sekali bagaimana Allah menghendaki supaya Paulus memberitakan Injil ke Makedonia. Pertanyaannya mengapa Makedonia?  Mengapa Roh Kudus mencegah mereka memberikan Injil di Asia dan Bitinia?  Jawabannya  adalah karena Allah memiliki rencana yang besar untuk orang-orang Makedonia dan Allah menghendaki orang-orang Makedonia mengenal Tuhan.  Tuhan menghendaki supaya Injil bisa masuk ke pusat peradaban dunia pada saat itu.  Tuhan tentu memiliki maksud atas semua ini.  Ini terbukti bahwa selama beberapa ratus tahun pertama, Eropa menjadi pusat perkembangan iman Kristen. Di Eropalah iman Kristen, baik teologia, organisasi gereja, maupun misi penginjilan mengalami proses pematangan. Jadi penginjilan yang dilakukan oleh Paulus di Makedonia adalah kehendak Tuhan yang mengutus mereka, karena ada rencana besar yang Allah sediakan melalui orang-orang Makedonia.

 2.       Dibutuhkan Kepekaan dan Kesetiaan Dalam Menjalankan Misi Allah

              Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa  Allah telah memanggil  kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana (ayat 10).

Dari ayat ini jelas bahwa Paulus memiliki relasi yang intim dengan Allah sehingga dia memiliki kepekaan akan bimbingan Roh Kudus. Paulus menyimpulkan itu sebagai panggilan yang direspon dengan iman untuk pergi memberitakan kepada bangsa yang berbeda. Dan kata segeralah di sini menunjukkan ketaatannya untuk menjalankan misi Allah.  Ketaatan terhadap apa yang diperintahkan Tuhan sekalipun didalam ketidak mengertian dan tantangan yang mereka hadapi.

Bagaimana dengan kita saat ini ?  Apakah kita sudah menyadari akan arti atau tujuan Allah memanggil kita sebagai orang percaya ?   Jangan menunda-nunda waktu yang ada untuk memberitakan kasih Allah, baik itu kepada karabat terdekat kita ataupun orang yang berbeda suku bangsa dengan kita, karena banyak orang yang membutuhkan dan menunggu kabar keselamatan untuk mereka dengar, pertanyaannya adalah maukah kita dipakai Allah untuk menjalankan misiNya bagi dunia ini ?

Oleh :

Ibu Susi Sihaloho

…. Karena itu Aku telah datang

Markus 1 : 35 – 39

Referensi Kotbah 15 April 2012

Ketika Tuhan Yesus Hidup dan melayani di bumi, Ia hidup dan melayani dengan fokus yang jelas, meskipun banyak hal mencoba menginterupsi pelayananNya.  Yang menjadi prioritas hidup dan pelayanan Tuhan Yesus adalah mengabarkan, mengajar dan melayani.  Seperti yang dikisahkan dalam teks kita, murid-murid dan orang-orang mencoba mengalihkan ketiga prioritas yang dimaksud, namun Tuhan Yesus tetap bersekutu dengan BapaNya, pergi ke desa dan kota untuk mengabarkan Injil dan melayani karena untuk tujuan tersebutlah Tuhan Yesus datang ke bumi ini.

Gereja dan orang Kristen memiliki tugas dan panggilan hidup yang senada yaitu mengabarkan, mengajar dan melayani. Bedanya adalah, Tuhan Yesus konsisten dan gereja serta orang Kristen sebaliknya. Gereja dan orang Kristen acapkali kehilangan fokus, sehingga menjadi tidak efektif dalam mengemban misinya di bumi.

Bertolak dari kenyataan di atas, kita diingatkan kembali mengenai jatidiri sekaligus tugas dan panggilan kita selaku gereja dan orang Kristen agar tetap dan terus fokus pada tugas utama kita.  Marilah dengan mata yang tertuju kepada Tuhan Yesus selaku raja gereja kita meneruskan perjuangan mengabarkan, mengajar, melayani dengan fokus dan kesungguhan hati sehingga melalui hal tersebut, gereja kita semakin berkembang di bumi ini.

Tuhan Yesus yang adalah raja gereja memberkati jerih payah kita sesuai dengan ungkapan rasul Paulus dalam I Korintus 15 : 58. Karena itu saudara-saudaraku yang terkasih, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan !  Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Oleh :

Pdt.  Timotius  Witarsa

Kuasa Kebangkitan Kristus Nyata Bagi Kita

Yohanes 20 : 19 – 23

Referensi Kotbah 8 April 2012

Apakah hari raya terpenting dalam Kekristenan? Gereja-gereja pada umumnya dari segi pendanaan kegiatan dan kemeriahan perayaan nampaknya memilih hari Natal sebagai hari raya terbesar. BAgaimana pemahaman secar teologis? Natal, yaitu kelahiran Tuhan Yesus memulai karya Kristus di bumi. Jumat Agung adalah karya penebusan Kristus. Hari Paskah adalah petanda kemenangan atas dosa dan Hari Kenaikan adalah hari pemuliaan Kristus. Dengan demikian masing-masing mempunyai makna pentingnya tersendiri. Hanya perlu dicatat bahwa karena hari Paskah adalah hari minggu maka hari Paskah yang juga penting tidak dicantumkan sebagai hari libur oleh pemerintah. Sebagai pembanding di Singapura hari Kenaikan tidak merupakan hari libur nasional!

Kebangkitan Kristus yang dirayakan sebagai Paskah juga menandai suatu perubahan penting dalam sejarah Yudaisme dan Kekristenan. Karena ada perubahan teologis yang berdampak pada tindakan ibadah dan ritual. Dalam konsep teologis Yudaisme sesuai dengan Hukum Taurat, hari Sabat yang jatuh pada hari Sabtu adalah hari perhentian untuk beristirahat dan hari untuk beribadah. Dasarnya adalah Allah bekerja selama enam hari dalam penciptaan dan kemudian beristirahat pada hari ke tujuh, yaitu hari Sabat (Kej 2:1-3 bdk. Kel 20:8-11).

Dengan kebangkitan Kristus maka terjadi perubahan penekanan. Hari pertama yaitu hari minggu adalah hari kebangkitan karena itu orang Kristen beribadah pada hari ini sejak gereja mula-mula (1Kor 16:2 bdk. Why 1:10 “hari Tuhan”). Demikian juga murid-murid berkumpul dalam nats kita hari ini adalah pada hari minggu di hari Kristus bangkit. Demikian juga ketika Kristus menampakkan diri pada Tomas adalah pada hari minggu (Lihat Yoh 20:26 yg dalam NIV “ a week later”). Hari Tuhan, yaitu hari minggu adalah mengingat karya penyelamatan Kristus yang telah selesai dengan kemenangan dan sekaligus menandai “ciptaan baru” sejajar dengan hari pertama penciptaan.

Kepada murid-murid Yesus menyatakan diri untuk tujuan tertentu. Dan hal ini berlaku juga bagi kita orang Kristen yang mengalami kuasa kebangkitan, yaitu menikmati karya penyelamatan dengan tahapan berikut ini:

  1. Kristus datang kepada murid-murid (ay. 19)
  2. Kristus meneguhkan mereka dengan menunjukkan tanda bekas penyaliban     (ay. 20)
  3. Kristus Mengutus mereka. “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” (ay. 20)
  4. Kristus memperlengkapi mereka dengan Roh Kudus untuk melayani dan memberitakan Injil. Penghembuhan Roh ini mengingatkan kita akan penciptaan manusia di mana Allah memberi roh kehidupan sama seperti roh yang menghidupkan dalam Yeh 37 sekaligus kemampuan untuk melayani dan memberitakan Injil (Rom 12, 1Kor 12).

Dengan uraian di atas maka terlihat jelas bahwa karya penyelamatan Kristus yang dipuncaki dengan kebangkitan Kristus tidak selesai dengan orang Kristen diselamatkan, tetapi setelah diselamatkan orang Kristen diutus untuk melayani dan memberitakan Injil. Sudah kita sebagai orang Kristen yang diselamatkan melayani dan memberitakan Injil? Mari melayani! Dan mari memberitakan Injil!

Oleh :

Pnt.K. Djeffry  Hidajat

Kristus Berkuasa Atas Maut dan Hidup

Referensi Kotbah 1 April 2012
Yohanes 11 : 33 - 44

Maria dan Marta memiliki konsep yang sama yaitu Lazarus tidak akan mati seandainya Yesus ada di Betania dimana mereka tinggal (21, 32). Seandainya pun Lazarus bangkit, berarti bangkit pada akhir zaman, bukan saat itu (24). Yesus tidak bermaksud berlambat-lambat datang menyembuhkan Lazarus, tetapi kematian Lazarus untuk : “menyatakan kemuliaan Allah, yaitu Anak Allah akan dimuliakan (4)”

Hati Yesus menjadi masygul (mengerang) dan sangat terharu ketika melihat Maria dan orang-orang Yahudi menangisi kematian Lazarus, bahkan Yesus pun turut menangis (33, 35). Ada dua respons orang banyak tentang kesedihan Yesus atas kematian Lazarus.

  1. Sebagai ungkapan kasih Tuhan kepada Lazarus (36)
  2. Meragukan kuasa Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian (37).

Masygul di sini menurut  penafsir ada yang memaknai sebagai kemarahan Yesus atas dosa, toh mereka yang turut sedih dan menghibur Maria dan Marta tidak akan menjadikan Lazarus hidup kembali dari kematian. Yesus masygul atas sikap mereka yang meragukan kuasa-Nya.

Lazarus sudah mati selama empat hari dan sudah berbau (39), tetapi Yesus sanggup membangkitkannya karena memang Yesuslah kebangkitan dan hidup (25). Yesus bisa saja membangkitkan Lazarus tanpa menggeser batu penutup gua kubur; tanpa menengadah ke atas dan berdoa kepada Bapa dengan didengar oleh banyak orang; tanpa berteriak kepada Lazarus untuk keluar dari kubur.

Semua itu dilakukan Yesus supaya orang banyak yang berdiri mengelilingi-Nya pada saat itu percaya bahwa Allah Bapa yang mengutus Yesus (42). Orang banyak tidak dapat berdalih bahwa memang Lazarus yang sudah mati empat hari yang dibangkitkan, dibuktikan dengan mereka sendirilah yang diperintahkan Yesus untuk membuka kain kapan dan kain peluh (44).

Saudara-saudara terkasih dalam Kristus, marilah kita bersyukur dan percaya dengan sungguh bahwa Yesuslah kebangkitan, itu sebabnya minggu depan kita jemaat Gereja Kristus Ketapang dan seluruh orang percaya di muka bumi ini  merayakan Paskah yaitu kebangkitan Yesus dari kematian.

 

Oleh :

Pnt. K. Daniel Lie

1 27 28 29 30 31 33