MEWASPADAI KESESATAN MENJELANG KEDATANGAN TUHAN

Referensi Kotbah W.J. 2493 10 November 2019

2 Tesalonika 2 : 1 – 17
Dari 2 Tesalonika 2:1-17 ini kita memahami bahwa jemaat Tesalonika saat itu merasakan kebingungan dan kegelisahan berkait dengan pemberitaan tentang kedatangan Yesus yang kedua kali bahwa seakan-akan hal itu sudah dimulai. Oleh sebab itu, Paulus merasa perlu menuliskan pengajaran ini dengan tujuan agar jemaat tidak mudah disesatkan tetapi agar mereka mendapatkan pemahaman yang benar tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.
Apa sesungguhnya yang mau disampaikan Paulus berkait dengan hari Tuhan?
1. Memahami yang benar agar mampu menolak yang sesat
Gambaran Paulus tentang kondisi jemaat Tesalonika yang begitu cepat bingung dan gelisah soal pemberitaan tentang parousia (kedatangan Yesus yang kedua kali) jelas menunjukkan bahwa mereka belum sungguh-sungguh memahami akan hal itu. Oleh sebab itu, Paulus menegaskan bahwa:
i). jika ada yang memberitakan bahwa parousia itu telah tiba harus ditolak tidak peduli siapapun yang memberitakannya dan klaim apapun yang dipakai untuk meyakinkan jemaat akan hal itu

b. parousia baru akan tiba jika tanda-tanda yang mengkonfirmasi akan hal itu sudah lebih dahulu terjadi. Apakah tanda-tandanya? Paulus menyimpulkannya dengan menunjuk kepada dua tanda:
i. Terjadinya murtad yakni berpaling dari Kristus dan percaya kepada anti Kristus.
ii. Munculnya manusia durhaka (anti Kristus) yang disebut dan disembah serta duduk di Bait Allah dan menyatakan diri sebagai Allah. Dan untuk meyakinkan banyak orang, kehadirannya disertai dengan rupa-rupa perbuatan-perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu serta rupa-rupa tipu daya jahat.
Dengan penegasan itu, Paulus berharap bisa menolong jemaat Tesalonika untuk boleh memiliki standard dan memahami pengajaran yang benar tentang parousia, sehingga mereka mampu menolak untuk disesatkan oleh setiap ajaran atau pribadi yang mengajarkannya yang tidak sesuai dengan standard kebenaran yang Paulus sampaikan.
2. Berdiri teguh dan berpegang pada kebenaran agar tidak digoyahkan yang sesat
Lalu setelah tahu kebenaran tentang parousia, apakah itu sudah cukup untuk mencegah kita menjadi orang yang berpaling dari iman kepada Kristus dan tidak masuk dalam jerat tipu daya yang jahat?
Dari caranya Paulus menyampaikan nasehat dan pengajarannya dalam bagian ini, maka kita paham bahwa bagi Paulus “sekedar tahu” kebenaran itu tidak akan cukup. Lalu bagaimana cara Paulus menolong jemaat akan hal ini?
a. “…ingat” (ay 5) artinya jemaat harus melawan lupa dengan mengingat selalu kebenaran dan menghidupinya juga
b. Berdiri teguh dan berpegang pada ajaran firman Tuhan. Dengan mengingatkan jemaat bahwa mereka telah dipilih dalam karya penyelamatan Allah yang kekal hingga kelak beroleh bagian dalam kemuliaan bersama dengan Kristus pada saat parousia, maka Paulus menasehatkan agar jemaat sungguh berdiri teguh artinya tidak goyah iman tetapi juga berpegang kuat atau menggenggam erat ajaran-ajaran yang telah disampaikan Paulus artinya bukan hanya menerima atau mengasihi saja tapi juga menghidupinya
Maka biarlah nasehat Paulus ini bukan saja berlaku bagi jemaat Tesalonika tetapi bagi kita juga sebagai orang percaya bahwa kita tidak boleh hanya sekedar tahu tapi juga sungguh mengingat, berdiri teguh dan senantiasa berpegang pada ajaran firman Tuhan (bukan hanya tentang parousia tapi juga yang lainnya) dan menghidupinya agar kita tidak digoyahkan oleh rupa-rupa angin pengajaran yang menyesatkan

~ Pdt. Widianto Yong ~