Mendoakan Pemimpin

Referensi 06 Januari 2019

Mazmur 72 : 1 -14

Salah satu contoh pemimpin di dalam Alkitab adalah raja Salomo. Kita mengenal hati Salomo ketika TUHAN berkata kepadanya: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu,” Lalu Salomo menjawab: “…berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?” (1 Raj. 3:5, 9). Salomo sebagai seorang pemimpin (raja tetapi menyebut diri hamba) tidak meminta umur panjang atau kekayaan, atau nyawa musuh, melainkan pengertian untuk memutuskan hukuman. Maka Tuhan memberikan hati yang penuh hikmat dan pengertian kepadanya (1 Raj. 3:11-12).
Mazmur 72:1-14 adalah doa Salomo, sebagai seorang pemimpin. Ia memohon lima hal penting kepada Tuhan:
1. Kebenaran (ayat 1-4)
Memerintah dengan menegakkan kebenaran hukum Tuhan, sehingga ada keadilan, menghukum orang yang berbuat jahat. Hal yang sama ketika rasul Paulus menulis tentang fungsi pemimpin (pemerintah) dalam Roma 13:4 sebagai berikut: “Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.”
Setiap pemimpin dalam pemerintahan harus menjalankan tugas kepemimpinannya sebagai hamba Allah.

2. Konsistensi (ayat 5-7)
Memerintah dengan konsisten sampai akhir (ada pemimpin yang berubah
ketika ia memegang kekuasaan sehingga ia tidak konsisten menjalankan
kebenaran)
3. Universal (ayat 8-11)
Memerintah dengan kebenaran yang bernilai universal dan berdampak
kepada negara-negara lain, sehingga segala bangsa saling memberkati.
4. Hati yang Mengasihi (ayat 12-14)
Hatinya tertuju kepada mereka yang berteriak minta tolong, tertindas, lemah dan miskin.
5. Kemakmuran (ayat 15-17)
Mendatangkan kemakmuran, hasil berlimpah-limpah, segala bangsa saling memberkati dan bahagia.
Kelima kriteria pemimpin ini juga yang menjadi pokok doa kita untuk para pemimpin.
Firman Tuhan menyatakan bahwa Allah turut bekerja dalam pemerintah, bahkan dikatakan tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah. Pemerintah adalah hamba Allah untuk melaksanakan kebenaran, menghukum orang yang berbuat kejahatan (Roma 13:1-3). Di dalam Perjanjian Lama, Allah senantiasa mengutus nabi-nabi-Nya untuk mendampingi raja-raja, sehingga mereka terus diingatkan sebagai hamba Allah yang menjalankan fungsi kepemimpinan mereka berdasarkan kebenaran hukum Tuhan.
Hal inilah yang kita perlu doakan, agar para pemimpin dalam pemerintahan dapat menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah, sehingga tidak menggunakan kuasa dan wewenang yang dipercayakan untuk melakukan kejahatan.
Dalam surat 1 Timotius 2:1-4, rasul Paulus menulis tentang doa jemaat sebagai berikut: “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” Fungsi pemimpin (raja-raja dan pembesar dalam konteks pada saat itu) adalah melaksanakan pemerintahan agar rakyat dapat hidup tenang dan tenteram, bahkan lebih jauh dari itu Allah, Juruselamat kita menghendaki supaya semua orang diselamatkan. Marilah kita mendoakan para pemimpin pemerintah Republik Indonesia, seperti doa Salomo, agar mereka semua dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan benar sebagai hamba-hamba Allah.

~ Pdt. Martin Elvis ~