MENANTIKAN KEDATANGAN TUHAN DENGAN MEMOHONKAN PEMULIHAN-NYA

Referensi Kotbah 22 Desember 2019

Mazmur 80, Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul “Doa Untuk Keselamatan Israel”. Mazmur ini merupakan doa yang dinyanyikan. Dari Mazmur ini kita melihat banyak hal, tiga di antaranya ialah:
1. Israel pada saat itu sedang dalam kesulitan dan penderitaan yang sangat besar.
Ayat 3 dan 4 : “Ya Tuhan datanglah untuk menyelamatkan kami. Ya Allah, pulihkanlah kami.
Ayat 7 : “Engkau membuat musuh-musuh kami mengolok-olok kami”

2. Kesulitan dan penderitaan yang Israel alami, karena kesalahan mereka, sehingga Tuhan murka dan menghukum mereka.
Ayat 5:“Ya Tuhan, berapa lama lagi murka-Mu menyala-nyala.”
Ayat 13:“Mengapa Engkau melanda temboknya ?”.
Maksudnya, Tuhan menghancurkan tembok kota Yerusalem.

3. Didalam kesulitan dan penderitaan yang hebat itu, Israel datang kepada Tuhan, meminta pertolongan Tuhan dan berjanji akan setia kepada Tuhan.
Ayat 4 : “Ya Allah pulihkanlah kami, maka kami akan selamat.”
Ayat 18 : “Kiranya tangan-Mu melindungi kami, maka kami tidak akan menyimpang daripada-Mu”

Pada waktu Mazmur 80 ini diucapkan kerajaan Israel sudah dikalahkan oleh kerajaan Babil; Kota Yerusalem dengan temboknya yang kokoh sudah dihancurkan, bait Allah yang agung dan megah juga sudah dirobohkan. Bahkan orang-orang muda pilihan, orang-orang yang kuat dan cerdas telah dibawa ke negeri Babel sebagai orang-orang tawanan / buangan.

Kehancuran dan penderitaan ini disadari dan diakui oleh pemazmur karena kesalahan dan dosa Israel, sehingga Tuhan menghukum mereka. Kesalahan itu terutama karena mereka tidak mentaati Tuhan dalam hidup mereka sehari-hari. Pada saat itu Israel memang masih beragama, masih beribadah di bait Allah Yerusalem. Mereka juga masih membaca kitab torat, masih menjalankan sabath dan puasa, masih memberi persembahan-persembahan kepada Tuhan. Tetapi disamping menjalankan ritual-ritual agama seperti itu, mereka juga bersikap tidak adil, menekan orang-orang miskin dan lemah, melakukan kecurangan-kecurangan, percaya tahyul-tahyul dan menyembah berbagai macam berhala. Karena itu Tuhan murka dan menghukum mereka, memakai kerajaan Babel menghancurkan mereka.

Yang baik dari Mamur 80 ini, didalam kesulitan, mereka tidak menyalahkan nasib, apalagi menjadi tawar hati dan meninggalkan Tuhan. Tetapi sebaliknya mereka datang, memohon pengampunan, pertolongan dan pemulihan dari Tuhan. Pemazmur yakin; betapa besarpun salah dan dosa mereka; betapa besar dan berat pun penderitaan mereka, didalam Tuhan tetap ada harapan, harapan akan pemulihan dan keselamatan mereka.
“Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat”
Ayat 4, 8, 15, 20

Di dalam masa advent, penantian kedatangan Tuhan ini, kita diingatkan agar kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan, merupakan kehidupan yang benar, yang taat kepada Tuhan; taat dalam menjalankan ritual-ritual agama dan juga taat dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Demikian juga, didalam masa advent ini, apabila kita mengalami kesulitan, pergumulan dan penderitaan, betapa berat sekalipun; didalam Tuhan Yesus yang kita nantikan kedatangan-Nya kedua kali itu, kita tetap mempunyai harapan, harapan akan pemulihan dan keselamatan. Karena itu, datanglah dan mintalah pemulihan dan pertolongan kepada Tuhan. Amin !

~ Pdt. Em. Kumala Setiabrata ~