MENANTIKAN KEDATANGAN TUHAN DENGAN HIDUP DALAM TERANG-NYA

Referensi Kotbah 01 Desember 2019

Yesaya 2 : 1 – 5
Tanpa terasa hari ini kita telah memasuki bulan terakhir di tahun 2019, dan merupakan minggu advent yang pertama. Kata Advent berasal dari bahasa Latin yaitu Adventus yang berarti kedatangan. Kata ini dulu dipakai dalam kekaisaran Romawi untuk menyambut kedatangan kaisar yang dianggap sebagai dewa, yang kemudian dipakai oleh pengikut-pengikut Kristus untuk menyatakan Kristus adalah Raja dan Tuhan. Dalam kalender Gerejawi minggu Advent terdiri dari 4 minggu. Di tahun 2019 ini jatuh di tanggal 1, 8, 15, dan 22 Desember. Minggu-minggu Advent mengingatkan kita bahwa hidup umat Kristiani berada di antara Advent 1 dan 2. Advent 1 yang sudah berlalu dan Advent 2 yang akan datang. Di satu pihak Yesus sudah datang, tetapi di lain pihak Ia juga belum datang. Kita masih menantikan kedatanganNya kembali. Jadi masa Advent adalah masa persiapan sebelum Natal yaitu: masa persiapan untuk menghayati makna kedatangan Kristus yang pertama, yang dengan itu, mengingatkan kita tentang masa penantian yang lain, yang setiap saat kita hidupi, yakni penantian akan kedatanganNya pada akhir zaman.

Sejak sekitar 700 tahun sebelum Kristus, Tuhan sudah mengutus Yesaya melalui suatu penglihatan (Yesaya 1:1). Selain berbicara tentang bangsa yang tidak setia, Kitab Yesaya juga membicarakan tentang bangsa yang berdosa dan akan dihukum jikalau tidak bertobat, serta tentang nubuatan secara eskatologis (kejadian-kejadian pada waktu yang di depan). Hal ini terlihat di dalam nats kita, Yes. 2: 2 – “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak ….. segala bangsa akan berduyun-duyun kesana.” Bahkan ayat 3 mengatakan: “dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem”. Dan Firman Tuhan di dalam nas ini, diakhiri dengan kalimat: “Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan” (5). Pengenapan Firman Tuhan tersebut, menuju kepada Mesias, Kristus yang adalah terang dunia (Band. Yesaya 9:2 ; Yoh. 8:12). Inilah yang menjadi dasar tema kita: “MENANTIKAN KEDATANGAN TUHAN: DENGAN HIDUP DALAM TERANG-NYA”

Dalam rangka menantikan Parousia Kristus datang yang kedua kali, kita harus hidup meninggalkan kegelapan, dan menjadi pengikut Kristus yang sejati. Kristus mengatakan: “Akulah terang dunia, barang siapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh. 8: 12). Firman Tuhan hari ini mengarahkan kita untuk hidup dalam Kristus, dalam terang Firman Tuhan. Apakah dasar dan nilai-nilai hidup kita sudah berdasarkan Firman Tuhan? Apakah hidup kita sudah sungguh-sungguh berusaha mentaati FirmanNya, ataukah ada perbuatan gelap dalam hidup yang tidak berkenan kepada Tuhan? Biarlah di masa Adven ini, kita dimotivasi untuk senantiasa belajar mencintai Firman Tuhan dan diberi kekuatan untuk melakukannya, sehingga dapat bertumbuh dan berjalan di dalam TerangNya dalam menanti kedatanganNya yang kedua kali, Maranatha!

~ Pdt. Setiawan Sutedjo ~