Mata Tuhan Tertuju Padamu

Referensi Kotbah 26 Agustus 2018

Mazmur 34 : 12 – 23

Mazmur 34 adalah tulisan Daud pada waktu ia diperhadapkan dengan pergumulan yang sangat berat: ia tengah dalam pelarian akarena dikejar-kejar oleh Raja Saul untuk dibunuh. Secara rohani ini juga menjadi pergumulan yang mendalam. Ia telah diurapi Samuel untuk menjadi raja sesuai dengan penentuan Tuhan, tetapi realitanya ia dikejar-kejar untuk dibunuh. Kesulitan pun bertambah dengan kebutuhan makan dan minum, termasuk tempat untuk menyelamatkan diri (1 Samuel 21-25). Menghadapi situasi dan kondisi yang sangat berat ini, Daud mengungkapkan kalimat yang menjadi dasar tema khotbah Sinode Gereja Kristus hari ini: “Mata Tuhan tertuju kepadamu” (Mazmur 34:16). Ada beberapa hal penting yang nampak dalam teks Firman Tuhan:

1. “Mata Tuhan tertuju kepadamu” adalah ungkapan yang menyatakan perhatian kasih dari Tuhan kepada orang percaya.
Salah satu gaya sastra yang dipakai dalam Alkitab ialah penulisan dalam bentuk puisi. Ungkapan “mata Tuhan” dalam tulisan ini bukan sekedar ekspresi cara pandang manusia tentang Tuhan, tetapi juga ungkapan yang bermakna untuk menyatakan perhatian kasih dari Tuhan atas pergumulan kehidupan yang diperhadapkan kepada orang percaya (lihat ay. 5, 7-11, 16, 18-23).
Pemazmur menuliskan “mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar.” Roma 3:23-24 menyatakan bahwa “semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma oleh karena penebusan dalam Kristus Yesus.” Perjanjian Baru menegaskan bahwa status “orang benar” terkait erat –

dengan pembenaran yang dikerjakan Kristus di kayu salib. Oleh karena itu, jika kita berkata bahwa kita adalah pengikut Kristus, apa pun pergumulan kita hari ini, tidak akan dapat meniadakan perhatian kasih dari Tuhan, sebab jemaat-Nya adalah “orang benar” oleh Tuhan Yesus.

2. “Mata Tuhan tertuju kepadamu” adalah ungkapan yang menyatakan pengakuan iman dari orang percaya.
Jelas sekali dari keseluruhan rangkaian Mazmur 34, ketika Daud menuliskan “mata Tuhan tertuju kepada orang benar” ia mengakui secara tulus bahwa di tengah-tengah kesusahannya pasti ada Tuhan. Maka, tema ini bukan sekedar barisan kalimat indah dalam rangkaian syair dari puisi Ibrani, tetapi juga merupakan pengakuan iman Daud bahwa Tuhan berdaulat. Sudah tentu, pengakuan iman ini sungguh dihayati dan dialami dalam kehidupan mengiring Tuhan (lihat ayat 1-5). Dalam terang Firman Tuhan, teks ini adalah ajaran bagi orang percaya untuk sungguh-sungguh menaruh iman kepada Tuhan dan juga mengungkapkan iman kepercayaannya di setiap keadaan di dalam kehidupan sehari-hari.

3. “Mata Tuhan tertuju kepadamu” adalah ungkapan pengalaman iman orang percaya.
Jika kita mengamati perjalanan kehidupan dari Daud, baik ketika ia masih menjadi gembala domba, berhadapan dengan Goliat, hingga terhindar dari upaya pembunuhan oleh Raja Saul, nampak bahwa ungkapan “mata Tuhan tertuju kepada orang benar” adalah kesaksian Daud dari pengalaman kehidupannya, bahwa perhatian kasih dari Tuhan serta imannya kepada Tuhan bukan sekedar kata-kata, tetapi dialami dalam hidup Daud. Bagi Daud, kebaikan Tuhan yang nyata dalam kehidupannya tidak hanya menjadi renungan pribadi, tetapi kesaksian untuk meneguhkan iman pengharapan orang lain (lihat ayat 3, 10, 12).

Bagaimana dengan kita? Kiranya kasih sayang Tuhan yang besar atas kita dan iman kepada Tuhan serta segala kebaikan-Nya yang kita alami menguatkan kita dalam perjalanan kehidupan kita mengikut Tuhan.

~ Pdt. Dennie Olden Frans ~