KRISTUS RAJA DI ATAS SEGALA RAJA

Referensi Kotbah 25 November 2018

Wahyu 1 : 4 – 8

Saat Yohanes menulis kitab Wahyu, sesungguhnya sedang terjadi gelombang penganiayaan atas orang-orang Kristen di Asia (Turki). Hal yang sama juga dialami Yohanes saat ia menjalani pembuangan di pulau Patmos. Semua ini menunjukkan tekad dari pemerintahan Domitian yang ingin mengikis habis orang-orang percaya
Maka dalam situasi pergumulan karena penganiayaan yang terus-menerus, Yohanes menyampaikan firman Tuhan ini kepada ke tujuh jemaat – yang mewakili gereja secara keseluruhan, dengan maksud agar semua orang percaya :
1. Tetap Setia karena Kristus juga Setia, ay 5a
Dari pemberian salam dan doksologi terlihat jelas bahwa firman Tuhan yang disampaikan Yohanes bukan hanya dimaksudkan untuk menunjukkan kepedulian Yesus Kristus atas pergumulan dan penderitaan yang dialami oleh jemaat-jemaat karena iman dan pelayanan mereka, sehingga mereka tidak perlu merasa bergumul sendirian. Tetapi juga menunjukkan bahwa Yesuspun pernah bergumul dan menderita bahkan mati namun tetap setia sebagai Saksi yang memberitakan kebenaran Allah
Oleh sebab itu, biarlah setiap jemaat juga dapat meneladani kesetiaan Yesus dan sungguh dihiburkan serta dikuatkan dalam pergumulannya karena Yesus yang diimani telah mengalahkan kuasa maut dan raja-raja bumi ini tunduk pada kekuasaanNya. Dan itu berarti, jika tetap setia dan beriman kita tidak perlu kuatir dengan pergumulan-pergumulan kita, dan bahkan sebagai orang beriman kita juga percaya akan mengalami kebangkitan serta ikut memerintah bersama dengan Dia, bnd 2 Timotius 2:12; Wahyu 2:10

2. Meyakini semua berkat yang diterima karena penebusan Kristus, ay 5b-6
Selanjutnya, semua orang percaya juga diingatkan untuk memegang teguh keyakinan akan semua berkat yang telah mereka terima
Apa yang dimaksud dengan berkat-berkat yang telah diterima itu.? Pertama, kasih agape yang terus menerus dinyatakan Yesus dalam hidup orang percaya. Kedua, penebusanNya yang diperbuat melalui kematian dan kebangkitanNya satu kali dan untuk selama-lamanya bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Ketiga, penebusan oleh Kristus membawa pembebasan bagi orang percaya dari perbudakan dosa dan membuat mereka suatu kerajaan di mana mereka semua menjadi imam-imam bagi Allah yang menyatakan kasih Allah kepada orang-orang di sekitarnya
Maksud dari meyakini akan semua berkat yang telah diterima ini jelas agar setiap orang percaya tidak akan pernah ragu tetapi percaya bahwa jika Yesus demi menebus manusia yang berdosa rela mengorbankan nyawaNya, masakan Dia berdiam diri dan tidak bertindak menolong ketika orang-orang yang telah ditebusNya itu ketika berada dalam pergumulan dan penderitaan?

3. Mengaminkan kedatangan-Nya yang kedua kali dan Eksistensi-Nya yang kekal dalam Sejarah, ay 7-8
Sama seperti Matius 24:30, di sini disebutkan kembali akan kedatangan Yesus kedua kalinya dalam segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Kedatangan-Nya akan terlihat oleh semua orang (bnd Markus 13:26) termasuk oleh yang menganiaya Yesus dan di saat itu mereka akan meratap karena Yesus (“will mourn because of Him”) bukan saja karena mereka menyadari dan menyesali akan dosa-dosanya (Zak 12:10) dan karena itu akan dihakimi tetapi juga karena baru menyadari bahwa Yesus adalah sungguh Mesias
Tidak hanya sampai di situ, kedatangan Yesus yang kedua kali juga disertai dengan pernyataan dari Tuhan Allah bahwa Ia adalah Alfa dan Omega,…,Yang Mahakuasa. Artinya, Tuhan Allah adalah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Kekal dan berkuasa atas masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Allah adalah Tuhan dari sejarah, baik itu awalnya dan akhirnya bahkan dari seluruh tenggang waktu di antaranya. Pernyataan yang bernada penguatan ini tentu saja sangat dibutuhkan bukan hanya oleh orang percaya pada jaman Yohanes, tetapi juga bagi semua orang percaya di segala jaman dan tempat. Jadi meskipun mengalami banyak pergumulan tetapi kita harus tetap setia sebagai saksi-saksiNya, karena Ia yang menebus Ia juga yang sanggup menolong sebab Ia adalah Alfa dan Omega

~ Pdt. Widianto Yong ~