II Petrus 3 : 8 – 16
Setiap kali kita memasuki minggu-minggu advent, kita selalu diingatkan akan kedatangan Yesus yang kedua kali. Suatu pengharapan mulia yang dinantikan semua orang percaya. Hanya kapan hal itu digenapi.? Tidak seorangpun yang tahu. Dalam surat 2 Petrus 3:8-16 kita menemukan pengajaran-pengajaran penting berkait dengan kedatanganNya kembali, yakni:
I. Pasti, tapi waktunya tidak diketahui, ay 9-10a
Di sinilah muncul pendapat atau pengajaran yang sebenarnya bersifat spekulatif dan juga menyesatkan, misalnya seperti yang dinyatakan para guru palsu dengan ajarannya yang meragukan/menyangkali akan janji kedatangan Kristus yang kedua kali (lih 2 Petrus 3: 3,4). Atau yang lainnya, mereka tidak meragukan akan kedatanganNya kembali, tetapi dengan berani mengklaim tentang waktu yang pasti dari kedatangan Yesus kedua kali. Semua ini tentu saja keliru, salah!
Dari zaman ke zaman pengajaran yang spekulatif dan menyesatkan terus bermunculan, maka kita sebagai orang percaya hendaknya waspada dengan semua itu agar jangan ikut disesatkan dan menyesatkan. Dan tetap memegang teguh kebenaran firman Tuhan bahwa Kristus pasti datang kembali, hanya waktu kedatanganNya saja yang tidak diketahui. 2 Petrus 3:10a bnd Markus 13:32-33
II. Pasti, namun kesempatan untuk bertobat jadi prioritas, ayat 8-9, 15
Mengapa Allah memberi kesan seolah-olah Ia “menunda” atau “lalai” menepati janji tentang kedatangan Kristus yang kedua kali? Petrus memberikan 2 hal sebagai jawabannya :
1. bahwa Allah tidak dibatasi atau dikejar-kejar oleh waktu, artinya Allah bebas dan berdaulat untuk menyatakan dan mewujudkan rencanaNya yang kekal.
Bagi Allah, Dia dapat menyelesaikan dalam 1 hari apa yang menurut perkiraan kita memerlukan 1000 tahun. Sebaliknya, Dia bisa mengambil waktu 1000 tahun untuk melakukan sesuatu yang kita ingin agar dilakukan dalam 1 hari.
2. agar semua orang berbalik (yun – choresai, ing: to come) dan bertobat (yun – metanoian, ing: to repentance) maksudnya adalah kedatangan Kristus kedua kali baru terlaksana terkait dengan pemberitaan Injil sampai ke seluruh dunia (Matius 24:14). Jadi Allah ingin agar setiap orang berkesempatan mendengarkan Injil, datang percaya serta bertobat dan menerimaNya, juga taat kepadaNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat karena Ia tidak ingin seorangpun binasa (bnd I Tim 2:4). Ini tidak berarti bahwa semua orang akan selamat, yang menolak Injil dan kasih karunia Allah tetap akan binasa.
III. Pasti, lalu sikap hidup seperti apa yang harus ditunjukkan.? ay 11-14
Karena kedatangan Kristus yang kedua kali adalah pasti, dan bahwa Allah juga akan segera membinasakan dunia ini dan menghakimi setiap orang, maka kita diingatkan agar jangan mengikat diri kepada dunia ini dan segala yang ada di dalamnya. Semua nilai dan tujuan hidup kita harus berpusat pada maksud dan rencana Allah bagi kita, termasuk pengharapan akan kehadiran langit dan bumi yang baru.
Lalu sikap hidup seperti apa yang seharusnya ditunjukkan oleh setiap orang percaya yang menantikan kedatanganNya kembali.?
- Harus sungguh-sungguh hidup dalam kekudusan, ay 11b, 14 Kata ini menunjukkan bahwa
a.hidup kudus yang dimaksud adalah hidup berdasarkan adanya relasi yang intim dengan Allah yang kudus yang menuntut kehidupan yang kudus pula atas diri anak-anakNya, Dengan begitu, jelas bahwa hidup kudus adalah hidup yang senantiasa menunjukkan kehidupan yang tak bernoda dan tak bercacat di hadapanNya serta hidup yang senantiasa menjaga .hubungan yang benar (damai) denganNya
b. hidup yang menunjukkan kesetiaan kita kepada Allah yang kita imani. - Harus hidup dalam kesalehan (ay 11b) artinya hidup yang mengungkapkan penyerahan diri yang penuh hormat dan setia terhadap seluruh kehendak Allah, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Yesus sendiri.
- Menantikan dan mempercepat kedatanganNya artinya kita ikut berpartisipasi dalam hal kedatanganNya kembali, yakni dengan tidak sekedar menunggu, tetapi:
a. tetap aktif melaksanakan tugas panggilan Allah bagi kita, termasuk dalam hal pengabaran injil sampai ke seluruh dunia, selama masih ada kesempatan.bnd Mat 24:14 bnd Yoh 9:4
b. tetap berdoa dan menyerukan pengharapan kita akan kedatanganNya kembali dengan berkata: ”Maranatha, datanglah , Tuhan Yesus.” bnd Mat 6:10; Why 22:20.
Kiranya kita semua tetap bertekun dan sabar serta berjaga-jaga dengan menunjukkan sikap hidup yang seharusnya dalam menantikan Kristus yang pasti datang untuk kedua kalinya.
Pdt. Widianto Yong



