KONSEKUENSI MENGIKUT YESUS

Referensi Kotbah 17 Maret 2019

Lukas 9 : 22 – 27
Pengajaran Yesus yang dominan dan diulang berkali-kali adalah tentang konsekuensi mengikut Dia. Yesus berkata bahwa setiap orang yang mau mengikut Dia harus menyangkal diri, memikul salib setiap hari dan ikut Dia (ayat 23). Untuk memahami arti perkataan Yesus ini kita harus membaca keseluruhan Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes yang intinya tentang ajakan hidup mengikut Yesus dan hidup seperti Yesus. Ajakan ini bukan bersifat legalis yang pada akhirnya tidak ada yang dapat melakukannya, karena sebelum Yesus memberi perintah itu, Ia sudah terlebih dahulu memberikan contoh dengan memikul salibNya.
Tidak dapat disangkal bahwa menjadi orang Kristen juga mengalami kesulitan, tantangan dan penderitaan, tetapi Yesus berkata bahwa kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan karena kuk dan beban yang berat adalah kuk dosa dan beban dosa yang semuanya sudah ditanggung oleh Yesus diatas kayu salib. Sehingga ajakan Yesus adalah ajakan kebahagiaan karena yang jauh lebih sulit dan menderita adalah ketika kita tidak ikut Yesus.
Satu hal yang diangkat oleh Lukas adalah ‘memikul salib setiap hari’. Lukas sangat menekankan pengulangan yang terus berkembang yaitu semakin menyerupai Kristus. Pada saat itu, jemaat mula-mula menghadapi banyak penganiayaan dan para Rasul menjadi martir, maka Lukas ingin memberikan pengertian yang lebih dalam tentang konsep pikul salib dari konsep martir menjadi konsep keseharian.

Karena setiap pengikut Yesus harus pikul salib walau tidak menjadi martir. kehidupan Kristen adalah kehidupan yang berkorban,dengan cara menyalibkan manusia lama, ego pribadi, ambisi bahkan hasrat yang menyenangkan diri dan membiarkan Yesus memimpin hidupnya.
Memikul salib berarti memilih jalan yang penuh penderitaan dengan rela, taat sepenuhnya kepada Tuhan dan FirmanNya serta menjadi berkat bagi orang lain. Fokus kita bukan salib, tetapi kehendak Bapa yang didalamnya juga termasuk salib. Bapa/ibu saudara sekalian ketika kita mengaku sebagai pengikut Yesus, maukah kita hidup berfokus kepada kehendak Bapa, yang didalamnya ada salib?

~ Pnt.K. Aronika Hutasoit ~